• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Selasa, 29 September 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pendidikan
  • Pekanbaru

Asal Usul Kebaya Baju Adat yang Identik di Hari Kartini

Handika Karismon

Ahad, 21 April 2024 19:20:00 WIB
Cetak
Asal Usul Kebaya Baju Adat yang Identik di Hari Kartini
Ilustrasi kebaya

Pekanbaru, BeritaOne.id - Hari Kartini yang dirayakan setiap tanggal 21 April menjadi momen istimewa di kalangan perempuan Indonesia. Pada hari itu, sejumlah perempuan mengenakan kebaya atau baju adat daerah masing-masing sebagai bentuk mengenang Raden Ajeng (RA) Kartini Djojoadiningrat.


Tradisi memakai kebaya pada Hari Kartini terus dilestarikan hingga sekarang. Bahkan sering dijadikan sebagai ajang peragaan atau acara fashion show. Di balik keindahan dan keunikan kebaya, tersimpan makna tersendiri dalam peringatan Hari Kartini.

Seperti apa asal-usul kebaya sebagai baju adat yang melekat dengan Hari Kartini? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Asal-usul Kebaya
Kemunculan kebaya sudah ada sebelum masa penjajahan Belanda. Diperkirakan muncul sekitar abad ke-15 atau 16 masehi, seperti yang dijelaskan dalam laman Indonesiabaik milik Kominfo.

Kata kebaya berasal dari bahasa Arab yakni abaya yang berarti pakaian. Abaya di Arab umumnya berbentuk seperti jubah dengan corak satu warna. Sementara kebaya diyakini datang di Cina yang menyebar ke Selat Malaka, Sumatera, Jawa, Bali hingga Sulawesi.

Kegunaan Kebaya
Sebagai pakaian tradisional Indonesia, kebaya memiliki nilai filosofis dan pesan yang mengingatkan pada masa perjuangan wanita Indonesia. Baju khas perempuan ini melambangkan kesederhanaan, keanggunan, kelembutan dan keteguhan.

Dari banyaknya busana tradisional Indonesia, kebaya ditetapkan sebagai baju adat nasional oleh Presiden Soekarno. Alasanya karena dianggap ideal untuk menunjukkan keanggunan perempuan Indonesia.

Selain itu, kebaya memiliki fungsi estetis dan sosial sebagai wadah untuk perempuan Indonesia belajar berpakaian rapi, pantas dan senantiasa menjaga kehormatannya. Pada masa silam, kebaya menjadi pakaian kaum priayi atau masyarakat di lingkungan keraton.

Seiring berkembangnya zaman, saat ini seluruh kalangan masyarakat dapat menggunakan kebaya untuk acara apapun, baik secara resmi maupun keinginan sendiri.

Filosofi Kebaya
Ada beberapa filosofi kebaya berdasarkan cara penggunaannya seperti memiliki model sederhana, membentuk badan hingga diikat dengan stagen. Selengkapnya 4 filosofis kebaya dan maknanya:

1. Model sederhana dipadukan dengan bawahan jarik/kain panjang bermakna melambangkan sifat dan tampilan perempuan yang lemah gemulai.

2. Lilitan kain yang ketat membuat perempuan bergerak dengan lembut dan kehalusan. Hal itu bermakna perempuan haruslah lemah lembut dalam tutur kata dan halus dalam bertindak.

3. Potongan kebaya mengikuti bentuk tubuh berarti perempuan harus bisa selalu menyesuaikan diri dengan keadaan dan mandiri.

4. Stagen atau ikat pinggang kebaya menyimbolkan usus yang panjang dalam filosofi jawa dan bermakna memiliki kesabaran tinggi.

Saat ini, pemerintah Indonesia telah mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO melalui mekanisme single nominations. Keputusan tersebut diambil dari hasil rapat bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) dan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. **BrOne-08


Sumber : detikco /  Editor : Fitri

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pendidikan

Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis, Ditinjau dari Teori Pedagogi

Selasa, 09 Juni 2026 - 19:34:14 WIB
Pendidikan

Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat Rampung pada 2029

Senin, 12 Januari 2026 - 17:53:43 WIB
Pendidikan

Sekolah di Sumut dan Sumbar Pulih 90 Persen, Aceh Menyusul

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:54:29 WIB
Pendidikan

SDN 023 Beligan Rayakan Hari Guru ke-80 dengan Meriah, Kepsek Beri Apresiasi dan Hadiah untuk Guru

Rabu, 26 November 2025 - 11:27:04 WIB
Pendidikan

Kebijakan Pendidikan Kita Jalan di Tempat?

Ahad, 23 November 2025 - 22:03:59 WIB
Pendidikan

Ribuan Pelajar di Jakarta Dilibatkan Jadi Duta Ketertiban

Kamis, 13 November 2025 - 14:55:12 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal
28 September 2026
JMSI Riau Gelar UKW 4-6 November 2026, Pendaftaran Dibuka dan Kuota Terbatas
28 September 2026
Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
25 September 2026
Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
23 September 2026
PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
18 September 2026
Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
18 September 2026
Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
17 September 2026
Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
17 September 2026
UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
17 September 2026
BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Jantung JKN dengan Pendekatan Value-Based Health Care
16 September 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
    Dibaca: 211 Kali
  • 02
    Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
    Dibaca: 280 Kali
  • 03
    PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
    Dibaca: 475 Kali
  • 04
    Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
    Dibaca: 990 Kali
  • 05
    Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
    Dibaca: 466 Kali
  • 06
    Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
    Dibaca: 514 Kali
  • 07
    UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
    Dibaca: 479 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id