• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pendidikan
  • Pekanbaru

Asal Usul Kebaya Baju Adat yang Identik di Hari Kartini

Handika Karismon

Ahad, 21 April 2024 19:20:00 WIB
Cetak
Asal Usul Kebaya Baju Adat yang Identik di Hari Kartini
Ilustrasi kebaya

Pekanbaru, BeritaOne.id - Hari Kartini yang dirayakan setiap tanggal 21 April menjadi momen istimewa di kalangan perempuan Indonesia. Pada hari itu, sejumlah perempuan mengenakan kebaya atau baju adat daerah masing-masing sebagai bentuk mengenang Raden Ajeng (RA) Kartini Djojoadiningrat.


Tradisi memakai kebaya pada Hari Kartini terus dilestarikan hingga sekarang. Bahkan sering dijadikan sebagai ajang peragaan atau acara fashion show. Di balik keindahan dan keunikan kebaya, tersimpan makna tersendiri dalam peringatan Hari Kartini.

Seperti apa asal-usul kebaya sebagai baju adat yang melekat dengan Hari Kartini? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Asal-usul Kebaya
Kemunculan kebaya sudah ada sebelum masa penjajahan Belanda. Diperkirakan muncul sekitar abad ke-15 atau 16 masehi, seperti yang dijelaskan dalam laman Indonesiabaik milik Kominfo.

Kata kebaya berasal dari bahasa Arab yakni abaya yang berarti pakaian. Abaya di Arab umumnya berbentuk seperti jubah dengan corak satu warna. Sementara kebaya diyakini datang di Cina yang menyebar ke Selat Malaka, Sumatera, Jawa, Bali hingga Sulawesi.

Kegunaan Kebaya
Sebagai pakaian tradisional Indonesia, kebaya memiliki nilai filosofis dan pesan yang mengingatkan pada masa perjuangan wanita Indonesia. Baju khas perempuan ini melambangkan kesederhanaan, keanggunan, kelembutan dan keteguhan.

Dari banyaknya busana tradisional Indonesia, kebaya ditetapkan sebagai baju adat nasional oleh Presiden Soekarno. Alasanya karena dianggap ideal untuk menunjukkan keanggunan perempuan Indonesia.

Selain itu, kebaya memiliki fungsi estetis dan sosial sebagai wadah untuk perempuan Indonesia belajar berpakaian rapi, pantas dan senantiasa menjaga kehormatannya. Pada masa silam, kebaya menjadi pakaian kaum priayi atau masyarakat di lingkungan keraton.

Seiring berkembangnya zaman, saat ini seluruh kalangan masyarakat dapat menggunakan kebaya untuk acara apapun, baik secara resmi maupun keinginan sendiri.

Filosofi Kebaya
Ada beberapa filosofi kebaya berdasarkan cara penggunaannya seperti memiliki model sederhana, membentuk badan hingga diikat dengan stagen. Selengkapnya 4 filosofis kebaya dan maknanya:

1. Model sederhana dipadukan dengan bawahan jarik/kain panjang bermakna melambangkan sifat dan tampilan perempuan yang lemah gemulai.

2. Lilitan kain yang ketat membuat perempuan bergerak dengan lembut dan kehalusan. Hal itu bermakna perempuan haruslah lemah lembut dalam tutur kata dan halus dalam bertindak.

3. Potongan kebaya mengikuti bentuk tubuh berarti perempuan harus bisa selalu menyesuaikan diri dengan keadaan dan mandiri.

4. Stagen atau ikat pinggang kebaya menyimbolkan usus yang panjang dalam filosofi jawa dan bermakna memiliki kesabaran tinggi.

Saat ini, pemerintah Indonesia telah mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO melalui mekanisme single nominations. Keputusan tersebut diambil dari hasil rapat bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) dan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. **BrOne-08


Sumber : detikco /  Editor : Fitri

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pendidikan

Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis, Ditinjau dari Teori Pedagogi

Selasa, 09 Juni 2026 - 19:34:14 WIB
Pendidikan

Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat Rampung pada 2029

Senin, 12 Januari 2026 - 17:53:43 WIB
Pendidikan

Sekolah di Sumut dan Sumbar Pulih 90 Persen, Aceh Menyusul

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:54:29 WIB
Pendidikan

SDN 023 Beligan Rayakan Hari Guru ke-80 dengan Meriah, Kepsek Beri Apresiasi dan Hadiah untuk Guru

Rabu, 26 November 2025 - 11:27:04 WIB
Pendidikan

Kebijakan Pendidikan Kita Jalan di Tempat?

Ahad, 23 November 2025 - 22:03:59 WIB
Pendidikan

Ribuan Pelajar di Jakarta Dilibatkan Jadi Duta Ketertiban

Kamis, 13 November 2025 - 14:55:12 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Dukung Pelaksanaan MTQ Danau Rambai
14 Agustus 2026
Wanita Muda Ditangkap Polisi, 3,88 Gram Sabu Ditemukan di Kamar
13 Agustus 2026
Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
12 Agustus 2026
54 Rumah Eks Pejuang Timtim Ambruk, MAKI Desak Kejagung Caplok Kasus dari Kejati NTT
12 Agustus 2026
Maknai Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Ketua DPRD Inhu Perbaiki Jalan Telok Erong Pakai Dana Pribadi
12 Agustus 2026
Bangun Harmoni dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Bantu Kegiatan Kepemudaan di Dua Desa
12 Agustus 2026
Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
11 Agustus 2026
Kasus Korupsi Rumah Eks Pejuang Timtim Masih Diselidiki, Komisi Kejaksaan Desak Kejati NTT Tuntaskan
11 Agustus 2026
Dodi Irawan dan Iskandar Zulkarnain Bawa Pesan Budaya Lewat Puisi “Laksamana Riau”
10 Agustus 2026
Rawat Jalan dan Kurangi Debu, PT PAS Mitra Agrinas Beri Manfaat bagi Warga Danau Rambai
08 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Laptop Gaming Tipis dan Portabel 2026: Apakah ASUS ROG™ Zephyrus G16 Layak Dibeli?
    Dibaca: 920 Kali
  • 02
    Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah Bergulir, Dua Pelapor Diperiksa Penyidik
    Dibaca: 206 Kali
  • 03
    Kasus Korupsi Rumah Eks Pejuang Timtim Masih Diselidiki, Komisi Kejaksaan Desak Kejati NTT Tuntaskan
    Dibaca: 202 Kali
  • 04
    Dodi Irawan dan Iskandar Zulkarnain Bawa Pesan Budaya Lewat Puisi “Laksamana Riau”
    Dibaca: 279 Kali
  • 05
    Rawat Jalan dan Kurangi Debu, PT PAS Mitra Agrinas Beri Manfaat bagi Warga Danau Rambai
    Dibaca: 268 Kali
  • 06
    Wacana Kota Rumbai Kembali Mencuat, Spanduk “Selamat Datang di Kota Rumbai” Terpampang di Jembatan Siak IV
    Dibaca: 307 Kali
  • 07
    Perkuat Transformasi Layanan Berbasis Digital, PLN UID Riau dan Kepri Raih Riau Industry Marketing Champion 2026
    Dibaca: 345 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id