Kanal

Laba BUMN Tahun Ini Naik 12,9 Persen Menjadi Rp184 Triliun

Jakarta, BeritaOne.id - Kementerian BUMN mengumumkan laba bersih perusahaan-perusahaan BUMN pada semester I-2023 bertumbuh sebesar 12,9% menjadi Rp 184 triliun. Pertumbuhan tersebut membuat Menteri BUMN Erick Thohir optimistis, tahun ini BUMN dapat menyetorkan dividen sebesar Rp 80,6 triliun, terbesar sepanjang sejarah.

Bila dikomparasikan dengan dividen BUMN pada 2022 sebesar Rp 80,2 triliun, target dividen BUMN pada tahun ini sebesar Rp 80,6 triliun hanya naik tipis. Kendati demikian, pertumbuhan kinerja BUMN pada tahun ini tidak lepas dari transformasi BUMN di seluruh lini dan kembali pulihnya perekonomian.

''Seiring dengan pemulihan ekonomi, kinerja BUMN terus meningkat secara signifikan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (26/10/2023).

Berbagai aktivitas bisnis yang positif juga telah membawa ekuitas seluruh BUMN menuju Rp 3.101 triliun pada 2022 alias menguat 11,6% yoy daripada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2.778 triliun.

Ditambah lagi, mayoritas BUMN juga sudah meninggalkan zona dominasi utang dalam pengelolaan keuangan. Terbukti, kata Erick, BUMN telah menurunkan tingkat utang dibanding investasi tertanam dari 36,2% pada 2021, menjadi 34,9% pada 2022.

Perolehan tersebut, niscaya membuat BUMN tangguh dengan aset yang tumbuh dari Rp 8.978 triliun pada 2021 menjadi Rp 9.789 triliun pada 2022. “Sekarang, BUMN semakin sehat, tangguh, dan kompetitif. Ini terlihat dari aset BUMN pada semester I-2023 yang mencapai Rp 9.842 triliun, naik 3,9% yoy, dan laba bersih Rp 184 triliun, naik 13% yoy," beber Erick.

Atas dasar itu semua, dirinya optimistis, BUMN mampu menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp 80,6 triliun. “Angka ini tergolong lebih tinggi ketimbang dividen pada 2022 sebesar Rp 80,2 triliun dan menjadi yang terbesar dalam sepanjang sejarah Kementerian BUMN,” ucap Erick.

Asal tahu saja, pertumbuhan laba bersih BUMN sepanjang paruh pertama tahun ini dikontribusikan dari meningkatnya pendapatan usaha BUMN sebesar Rp 1.389 triliun, atau naik 2,2% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Bertumbuhnya pendapatan dan laba bersih BUMN ini hasilnya turut berkontribusi pada perekonomian. Soalnya, belanja modal (capital expenditure/capex) BUMN pada semester I-2023 naik sebesar 47,3% menjadi Rp 118,6 triliun daripada capex periode sama tahun 2022 sebesar Rp 80,55 trilun.

Kementerian BUMN mengklaim, peningkatan capex tersebut tidak lepas dari kebijakan BUMN dalam memprioritaskan program-program strategis. Di sisi lain, BUMN juga fokus terhadap berbagai program restrukturisasi agar BUMN efektif dan efisien.

Adapun riwayat pertumbuhan laba BUMN tercermin dari laba yang dibukukan dari tahun ke tahun. Rinciannya, pada 2022 BUMN berhasil mencetak laba sebesar Rp 309 triliun, meningkat 147,8% dari 2021. Peningkatan ini menjadi realisasi laba tertinggi sepanjang 2019 sampai 2022.

Sementara pada 2019, BUMN membukukan laba bersih sebesar Rp 124,99 triliun dan pada 2020 labanya tergerus menjadi Rp 13,29 triliun akibat tekanan pandemi. Namun, setahun berselang torehan laba BUMN kembali pulih dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 124,71 triliun. **B-One03

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER