PEKANBARU,BeritaOne.id- Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) menargetkan 26 desa tertinggal di Kampar menjadi pilot project bagi pengembangan desa kreatif untuk wilayah Riau.
Ini disampaikan Ketua umum ADKI, Fikri El Aziz sebelum digelar acara pelantikan Pengurus DPD ADKI Riau, Ahad (23/10/22).
Menurutnya, masyarakat di 26 desa tertinggal di Kampar Kiri Hulu itu akan di berikan akselerasi untuk peningkatan perekonomian masyarakat desa berlandaskan pada desa kreatif.
"Konsep desa kreatif ini berlandaskan pada desa kreatif yang berkembang dan maju dalam aktif mengangkat potensi desanya. Akselerasi yang akan diterapkan untuk desa kreatif di Riau, melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan. Karena Desa Kreatif itu sangat erat kaitannya dengan lembaga keuangan. Karena goalnya adalah transaksi keuangan. Harus ada jual beli terutama untuk transaksi terhadap potensi ekonomi desa," terangnya.
ADKI akan mengakselerasi desa untuk berkolaborasi dengan lembaga keuangan BRK Syariah dan BI Riau. Serta akan ada pelatihan bagi pelaku usaha UMKM. Terutama untuk pelatihan pemasaran digital.
"ADKI akan masuk dengan programnya. Yakni pengembangan potensi dan pelaku ekonomi kreatif di desa itu yang muaranya penciptaan lapangan kerja. Di 100 desa kreatif, masing-masing diminta untuk menerbitkan nomor induk perusahaan UMKM. Ini akan mudah mendapatkan dana modal dari lembaga keuangan," terangnya.
Ketua Dewan Pembina ADKI Budi Arie Setiadi mengatakan secara nasional, pemerintah menargetkan 1000 desa kreatif sampai 2024 di 24 ribu desa di seluruh Indonesia. Dengan target 100 desa di setiap provinsi.
"Saya optimis dengan potensi di desa untuk pengembangan. Karena beberapa waktu lalu saat pengurus desa berkumpul banyak anak anak muda yang mengisi. Banyak sekali ide ide kreatif dari anak anak muda untuk pengembangan potensi desanya. Harapan saya, Riau punya potensi SDA yg luar biasa. Desa kreatif sangat penting artinya bagi Riau. Karena memang potensi Riau diluar sawit dan minyak bumi sangat berlimpah. Potensi aspekraf bisa di kembangkan di desa desa di Riau. Jadi bukan hanya fokus di pariwisata saja. Tapi juga produk produk masyarakatnya," terang Budi.
Dia mengatakan, 26 desa tertinggal di Kampar berada di kawasan konservasi. Yang perlu mendesak untuk diselesaikan adalah aspek legalitas. Agar bisa cepat berkembang. Diharapkan pembangunan dan pengembangan sesuai dengan potensi di desa.
Selain itu, tambahnya, diharapkannya ADKI bisa berkontribusi nyata dalam memajukan ekonomi dan industri kreatif desa-desa di Riau Didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Desa.
“Saya sangat menyambut baik adanya ADKI dan dilantiknya kepengurusan ADKI Riau. Kita berharap program-program ADKI di Riau bisa memperkuat ekonomi, menumbuhkan aktivitas produktif dan banyak dikunjungi wisatawan,” ujarnya.***
ADKI Optimis Anak Muda Riau Keren, Bisa Wujudkan Desa Kreatif
Ikuti Terus Riaupower