• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Ahad, 23 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Pemilu 2024, JMSI Sampaikan Peran Penting Media Digital Dalam Proses Demokrasi

Redaktur

Sabtu, 28 Oktober 2023 14:52:41 WIB
Cetak
Pemilu 2024, JMSI Sampaikan Peran Penting Media Digital Dalam Proses Demokrasi
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa

Jakarta, BeritaOne.id — Media massa berbasis internet atau media digital memainkan peranan penting dalam proses demokrasi, khususnya menjelang Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang. Di sisi lain, karya pers yang profesional sangat dibutuhkan masyarakat sehingga kontestasi politik dapat berlangsung seperti yang diharapkan dan menghasilkan figur-figur yang memiliki kemampuan memadai, baik di lembaga legistaltif maupun eksekutif. 

Demikian antara lain dipaparkan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa dalam dialog di RRI, Jumat sore (27/10).

Teguh menambahkan, arti penting media massa berbasis internet ditopang oleh perkembangan platform digital yang telah menjadi platform arus utama (mainstream platform) di tengah masyarakat.

“Sekarang kita melihat bahwa platform digital ini adalah platform arus utama di mana publik mendapatkan informasi, juga bertukar pikiran dan gagasan mengenai hampir semua hal. Khususnya mengenai figur-figur baik yang mengikuti pemilihan di lembaga legislatif maupun yang ikut pemilihan presiden,” ujar Teguh.

Dia juga mengingatkan bahwa pada platform digital ada dua entitas yang tumbuh bersama dan beriringan. Keduanya adalah, pertama, media massa berbasis internet yang bekerja berdasarkan hukum dan aturan pers serta tunduk pada UU Pers 40/1999, dan kedua adalah media sosial yang digunakan anggota masyarakat secara personal untuk menginformasikan juga untuk menyampaikan pandangan. 

“Adapun akun media sosial yang dikelola oleh perusahaan media massa oleh Dewan Pers dinyatakan sebagai bagian dari produk pers,” ujarnya lagi.

Teguh juga mengatakan bahwa pihaknya selalu mengingatkan perusahaan pers yang menjadi anggota JMSI agar tetap tunduk pada kaidah jurnalistik dalam berkarya. 

“Kita selalu ingatkan agar informasi yang dihasilkan (anggota JMSI) berorientasi pada nilai-nilai yang produktif, positif dan konstruktif bagi kehidupan bernegara. Wabil khusus dalam menghadapi kontentasi politik,” kata dia lagi. 

Ketika ditanya bagaimana penilaiannya mengenai gesekan di tengah publik sebagai ekses dari kompetisi politik, Teguh menjawab dirinya optimistik masyarakat luas sudah lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan politik. 

Teguh yang pernah menjadi Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) membandingkan kontestasi politik beberapa tahun belakangan ini yang diwarnai ketegangan dan perpecahan di tengah masyarakat.

Mulai dari Pilkada DKI Jakarta 2012, Pemilu dan Pilpres 2014, Pilkada DKI 2017, Pilkada serentak 2018, sampai Pemilu dan Pilpres 2019. 

“Kalau saya lihat kembali rekaman dari tahun-tahun itu, saya cukup optimistik bahwa isu-isu tradisional yang dikembangkan dalam pemilihan-pemilihan yang lalu sudah terjawab. Isu tradisional yang saya maksudkan adalah isu yang terkait dengan SARA. Misalnya 2019 ada dikotomi cebong dan kampret. Ruang publik kita sangat terpengaruhi oleh wacana itu,” kata Teguh yang juga pernah menjadi anggota Dewan Kehormatan PWI.

“Walaupun media berusaha menggiringnya ke titik tengah tetapi aktor-aktor lain yang bermain di platform digital dan tidak menggunakan karya pers membuat suasana panas,” sambung mantan Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalists (CAJ). 

Ketiga pasangan yang akan bertarung di arena Pilpres 2024, sambung Teguh, memiliki unsur cebong dan unsur kampret.

“Ini bagus, dalam arti publik bisa melihat bahwa kontestasi politik seharusnya memang dijauhkan dari isu primordial,” tegasnya. 

Lantas, bila kontestasi politik harus dijauhkan dari isu primordial yang memecah belah, pertanyaan berikutnya adalah: isu apa yang harus dijadikan tema utama?

Menjawab pertanyaan ini Teguh mengatakan:

“Penting bagi publik untuk mengenali track record dan rekam karya kandidat. Juga penting untuk mengenali tantangan yang sedang dihadapi bangsa ini, baik domestik, regional, dan global. Dari situ, publik bisa menilai model kepemimpinan seperti apa yang dapat membawa bangsa ini mengaruhi lautan tantangan itu,” demikian Teguh Santosa. **B-One03 — Media massa berbasis internet atau media digital memainkan peranan penting dalam proses demokrasi, khususnya menjelang Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang. Di sisi lain, karya pers yang profesional sangat dibutuhkan masyarakat sehingga kontestasi politik dapat berlangsung seperti yang diharapkan dan menghasilkan figur-figur yang memiliki kemampuan memadai, baik di lembaga legistaltif maupun eksekutif.

Demikian antara lain dipaparkan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa dalam dialog di RRI, Jumat sore (27/10).

Teguh menambahkan, arti penting media massa berbasis internet ditopang oleh perkembangan platform digital yang telah menjadi platform arus utama (mainstream platform) di tengah masyarakat.

“Sekarang kita melihat bahwa platform digital ini adalah platform arus utama di mana publik mendapatkan informasi, juga bertukar pikiran dan gagasan mengenai hampir semua hal. Khususnya mengenai figur-figur baik yang mengikuti pemilihan di lembaga legislatif maupun yang ikut pemilihan presiden,” ujar Teguh.

Dia juga mengingatkan bahwa pada platform digital ada dua entitas yang tumbuh bersama dan beriringan. Keduanya adalah, pertama, media massa berbasis internet yang bekerja berdasarkan hukum dan aturan pers serta tunduk pada UU Pers 40/1999, dan kedua adalah media sosial yang digunakan anggota masyarakat secara personal untuk menginformasikan juga untuk menyampaikan pandangan.

“Adapun akun media sosial yang dikelola oleh perusahaan media massa oleh Dewan Pers dinyatakan sebagai bagian dari produk pers,” ujarnya lagi.

Teguh juga mengatakan bahwa pihaknya selalu mengingatkan perusahaan pers yang menjadi anggota JMSI agar tetap tunduk pada kaidah jurnalistik dalam berkarya.

“Kita selalu ingatkan agar informasi yang dihasilkan (anggota JMSI) berorientasi pada nilai-nilai yang produktif, positif dan konstruktif bagi kehidupan bernegara. Wabil khusus dalam menghadapi kontentasi politik,” kata dia lagi.

Ketika ditanya bagaimana penilaiannya mengenai gesekan di tengah publik sebagai ekses dari kompetisi politik, Teguh menjawab dirinya optimistik masyarakat luas sudah lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan politik.

Teguh yang pernah menjadi Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) membandingkan kontestasi politik beberapa tahun belakangan ini yang diwarnai ketegangan dan perpecahan di tengah masyarakat.

Mulai dari Pilkada DKI Jakarta 2012, Pemilu dan Pilpres 2014, Pilkada DKI 2017, Pilkada serentak 2018, sampai Pemilu dan Pilpres 2019.

“Kalau saya lihat kembali rekaman dari tahun-tahun itu, saya cukup optimistik bahwa isu-isu tradisional yang dikembangkan dalam pemilihan-pemilihan yang lalu sudah terjawab. Isu tradisional yang saya maksudkan adalah isu yang terkait dengan SARA. Misalnya 2019 ada dikotomi cebong dan kampret. Ruang publik kita sangat terpengaruhi oleh wacana itu,” kata Teguh yang juga pernah menjadi anggota Dewan Kehormatan PWI.

“Walaupun media berusaha menggiringnya ke titik tengah tetapi aktor-aktor lain yang bermain di platform digital dan tidak menggunakan karya pers membuat suasana panas,” sambung mantan Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalists (CAJ).

Ketiga pasangan yang akan bertarung di arena Pilpres 2024, sambung Teguh, memiliki unsur cebong dan unsur kampret.

“Ini bagus, dalam arti publik bisa melihat bahwa kontestasi politik seharusnya memang dijauhkan dari isu primordial,” tegasnya.

Lantas, bila kontestasi politik harus dijauhkan dari isu primordial yang memecah belah, pertanyaan berikutnya adalah: isu apa yang harus dijadikan tema utama?

Menjawab pertanyaan ini Teguh mengatakan:

“Penting bagi publik untuk mengenali track record dan rekam karya kandidat. Juga penting untuk mengenali tantangan yang sedang dihadapi bangsa ini, baik domestik, regional, dan global. Dari situ, publik bisa menilai model kepemimpinan seperti apa yang dapat membawa bangsa ini mengaruhi lautan tantangan itu,” demikian Teguh Santosa. **B-One03


 Editor : Fitri Aisah

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores

Ahad, 16 Agustus 2026 - 08:07:39 WIB
Nasional

Kementerian PU di Bawah Menteri Dody Hanggodo Genjot Sumur Bor Antisipasi Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 19:22:00 WIB
Nasional

Ketua Umum JMSI: Soal ‘Londo Ireng’ Jangan Salah Mengerti

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:05:12 WIB
Nasional

Teguh Santosa: Media Punya Kekuatan Besar Redam Konflik dan Kedepankan Narasi Perdamaian

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:40:00 WIB
Nasional

Permudah Akses JKN di Wilayah Terpencil, BPJS Kesehatan Hadirkan LANURI Serentak di 558 Titik Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 12:42:26 WIB
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Peduli Akses Warga, PT PAS Mitra Agrinas Kembali Perbaiki Jalan Desa Danau Rambai
22 Agustus 2026
Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
22 Agustus 2026
Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra
21 Agustus 2026
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
18 Agustus 2026
HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
18 Agustus 2026
PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
17 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Rumah Tinggal Disulap Jadi Markas Narkoba, Nana Ditangkap Polsek Rengat Barat
    Dibaca: 399 Kali
  • 02
    Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
    Dibaca: 200 Kali
  • 03
    CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
    Dibaca: 212 Kali
  • 04
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 396 Kali
  • 05
    PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
    Dibaca: 277 Kali
  • 06
    Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
    Dibaca: 305 Kali
  • 07
    HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
    Dibaca: 345 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id