• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 09 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Intermezzo

Infodunia

Kehidupan di Kota Terdingin di Dunia: Jarang Bepergian, Gali Kubur 3 Hari

MD Yasir

Sabtu, 24 Desember 2022 16:17:09 WIB
Cetak
Kehidupan di Kota Terdingin di Dunia: Jarang Bepergian, Gali Kubur 3 Hari

Jakarta - Yakutsk merupakan kota terdingin di dunia yang terletak di Republik Sakha (Yakutia), Rusia. Di musim dingin Oktober sampai April, suhunya berkisar -30°C hingga -40°C, dan dapat turun sampai -70°C. Bagaimana cara orang Yakutsk bertahan hidup di kota terdingin ini?
Dinginnya Yakutsk dipengaruhi oleh letaknya di dataran tinggi Siberia. Jaraknya pun hanya 450 km dari Lingkar Arktik, seperti dikutip dari Atlas Obscura.

Namun, seperti masyarakat kota pada umumnya, 356.000 warga Yakutsk juga punya bioskop, tempat makan, sekolah, dan fasilitas transportasi umum yang berfungsi sepanjang tahun.

Masalahnya, saat suhu sangat dingin, warga kota Yakutsk tidak bisa berlama-lama di luar rumah. Jika tidak, wajah serta bagian kulit yang terbuka akan mengalami sengatan dingin dan kena radang dingin. Sementara itu, gagang kacamata dari logam bisa menempel ke kulit dan berisiko luka jika ditarik.

Lantas, bagaimana cara orang Yakutsk hidup di kotanya dengan nyaman?

Cara Orang Hidup di Kota Terdingin di Dunia
1. Sepatu, Mantel, dan Topi Bulu Mahal
Pakaian yang tepat sangat penting di Yakutsk, terutama pada musim dingin. Agar dapat kehangatan maksimal, seorang warga Yakutsk perlu memakai pakaian serbabulu, mulai sepatu bot rusa, topi muskrat, dan mantel rubah.

Umumnya, orang Yakutsk mengenakan pakaian dari bulu hewan asli. Harganya mahal, tetapi dinilai sebagai investasi bagi warga setempat agar bertahan hidup, seperti dikutip dari BBC News.

Satu sepatu bot rusa asli yang layak biasanya dijual sekitar Rp 9,3 juta, setara satu kali gaji rata-rata di sana. Sementara itu, satu mantel bulu panjang bisa mencapai Rp 24 juta. Warga Yakutsk bisa mengambil utang berjaminan ke bank untuk membeli mantel bulu sesuai kebutuhan.

2. Jangan Keluar Rumah kalau Tidak Perlu
Tidak ada orang Yakutsk yang keluar rumah di musim dingin kecuali benar-benar harus karena bisa terserang radang dingin. Beberapa hal yang membuat orang Yakutsk keluar rumah di suhu sangat rendah antara lain karena harus pergi ke sekolah atau bekerja.

Namun, sebelum keluar rumah, mereka dipastikan sudah terbungkus pakaian hangat dari atas sampai bawah. Karena itu, pemandangan orang bertopi bulu dan mantel bulu panjang umum di Yakutsk, baik anak sekolah maupun orang dewasa.

Lima sampai sepuluh menit di luar ruangan di Yakutsk bisa membuat kelelahan, nyeri sengatan dingin di wajah, dan nyeri berkepanjangan di jari tangan dan kaki.

Umumnya, orang Yakutsk paling lama 20 menit saja di di luar rumah. Karena itu, warga juga harus memasukkan kucing atau anjing peliharaan, terkadang juga kucing dan anjing liar, ke dalam rumah agar tidak mati membeku di teras dan di jalanan.

Rumah-rumah termasuk bagian garasi punya penghangat di Yakutsk. Aki mobil juga bisa beku jika diparkir di luar rumah sehingga mobil di luar ruangan terus dalam keadaan hidup. Untungnya, transportasi umum Yakutsk beroperasi sepanjang tahun, di musim dingin dan musim panas.

3. Tetap Ada Olahraga Outdoor
Kendati kedengaran tidak masuk akal, ada kejuaraan maraton di Yakutsk dan desa serta kota sekitarnya. Lomba ini digelar bahkan di suhu -60°C di Oymyakon, desa terdingin di dunia dekat Yakutsk.

Rupanya, orang-orang di sana bisa menikmati berlari di pegunungan. Di samping terbiasa dengan suhu serendah itu sejak lahir, warga setempat juga berlari dengan sepatu bot bulu tinggi dan jaket empuk.

4. Bangunan 2 Meter di Atas Tanah
Bangunan-bangunan di Yakutsk berdiri seperti rumah panggung. Tiang-tiang panggungnya terbuat dari beton dan baja setinggi 2 meter di atas tanah permafrost dan sedalam 1-8 meter.

Permafrost adalah ibun abadi atau tanah beku abadi. Ibun abadi terbentuk dari es-es yang menggenggam tanah, pasir, dan bebatuan dengan suhu di bawah 0°C. Kedalaman permafrost di Yakutsk bisa mencapai 350 meter, seperti dikutip dari laman North-Eastern Federal University in Yakutsk.

Sementara itu, Yakutsk juga mengalami musim panas dengan suhu di bulan Juli bisa mencapai 30°C-38°C. Saat musim panas, lapisan atas permafrost mencair. Karena itu, jika tidak ditopang tiang pancang baja dan beton, bangunan-bangunan itu bisa runtuh karena berdiri di atas air lelehan es.

5. Menjadi Pekerja Tambang Ketimbang Petani
Permafrost juga menyulitkan pertanian. Meskipun sudah masuk musim panas, butuh waktu lama bagi tanah lapisan atas untuk menghangat. Sementara itu, musim tanam bagi petani hanya berlangsung singkat dalam beberapa minggu.

Karena itu, lebih banyak warga yang bekerja di industri pertambangan. Yakutsk dan Yakutia secara keseluruhan dikenal dengan cadangan emas, berlian, batu bara, bijih besi, dan gas alam. Yakutia sendiri menghasilkan seperlima berlian di dunia.

6. Penggalian Kubur Beberapa Hari
Masih gara-gara permafrost, tanah beku menyulitkan warga Yakutsk untuk menggali kuburan. Butuh waktu 2-3 hari untuk menggali kubur.

Untuk menggali kubur di kota terdingin di dunia ini, nyalakan api ke batu bara. Setelah beberap jam, seret arang ke satu sisi. Setelah tanah mencair sekitar 15 cm karena panas api, gali tanah. Batu bara panas tersebut lalu didorong lagi ke dalam lubang, tanah mencair, lalu gali kembali. Proses ini diulang sampai lubang kuburan mencapai kedalaman 2 m.


Sumber : Detik /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Intermezzo

Drama Perebutan Kebun Hutan di Inhu, Pekerja PT SAL Bertahan di Mes

Kamis, 07 Mei 2026 - 14:27:35 WIB
Intermezzo

Suasana Akrab Polres Inhil dan JMSI Inhil di Buka Puasa Bersama: Sinergi Makin Erat, Informasi Makin Tepat

Senin, 16 Maret 2026 - 21:59:39 WIB
SMA N 1 Rengat Barat Juara 1

Kejari Inhu Gelar Lomba Debat dan Yel-yel Anti Korupsi Peringati Hakordia 2025

Senin, 15 Desember 2025 - 19:58:08 WIB
Kampanye Anti Korupsi

Wujudkan Desa Bersih Korupsi, Kejari Inhu Dorong Transparansi Lewat Edukasi Hakordia 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:10:05 WIB
Bantu Perbaikan Jalan

Ketua DPRD Inhu Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Nurul Hikmah Talang Jerinjing

Rabu, 22 Oktober 2025 - 19:12:09 WIB
Intermezzo

Gerakan Sadar Pencatatan Nikah Disosialisasikan di Baturijal Barat

Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:00:54 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
    Dibaca: 374 Kali
  • 02
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 297 Kali
  • 03
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 308 Kali
  • 04
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 325 Kali
  • 05
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 308 Kali
  • 06
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 433 Kali
  • 07
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 418 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id