• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 09 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Olahraga

Skuad Multikultural Prancis Piala Dunia dan Ketegangan Rasial yang Menyertainya

MD Yasir

Ahad, 18 Desember 2022 13:58:20 WIB
Cetak
Skuad Multikultural Prancis Piala Dunia dan Ketegangan Rasial yang Menyertainya

JAKARTA, Beritaone.id – Pada perebutan juara Piala Dunia 2022 Qatar, timnas Prancis akan bertanding melawan timnas Argentina. Demi mempertahankan juara Piala Dunia tahun 2018, timnas Prancis akan berjuang menghadapi  timnas Argentina yang memiliki pemain Greatest of All Time (GOAT), Lionel Messi.

Kesuksesan Prancis dalam pertandingan Piala Dunia tidak terlepas dari kontribusi para pemainnya yang multikultural. Sebelum adanya Kylian Mbappe, Prancis sudah mempunyai deretan bintang keturunan luar. Misal, Zinedine Zidane yang merupakan generasi kedua imigran Aljazair dari daerah kelas pekerja di Marseille.

Rekor juara Piala Dunia pertama kali dicetak pada tahun 1998 yang membawa Prancis pada tim multikultural baru yang bersatu di bawah satu bendera. Tim yang biasanya dikenal sebagai Les Bleus, kini dijuluki Black, Blanc, Beur (Hitam, Putih, dan Arab) di media selama turnamen tahun 1998.

Prestasi timnas Prancis mendapat pujian sebagai contoh dari integrasi yang sukses.

Bahkan, surat kabar Le Monde menyebut mereka sebagai simbol keragaman dan persatuan negara. Presiden Prancis saat itu, Jacques Chirac menggambarkan mereka sebagai tim tiga warna yang telah menciptakan citra indah Prancis dan kemanusiaannya.

Konflik ketegangan rasial

Meskipun telah mencetak sejarah baru dalam dunia sepak bola, itu tidak menghapus ketegangan rasial yang ada. Kemenangan Prancis pada Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, tampaknya telah menjadi sumber rasa malu bagi partai sayap kanan Front National (FN). Pemimpinnya saat itu, Jean-Marie Le Pen mengklaim pada tahun 1996 bahwa timnas Prancis adalah tim buatan karena terlalu banyak diisi oleh pemain non-kulit putih.

Selain itu, dia juga menggambarkan timnas sebagai perwakilan yang tidak layak dan tidak mengetahui arti dari lagu kebangsaan. Pada tahun 2000, 36 persen responden survei Prancis mengatakan terlalu banyak pemain yang bukan keturunan asli Prancis di timnas.

Setahun kemudian, Prancis melawan Aljazair di Paris untuk pertama kalinya sejak negara Afrika Utara itu merdeka pada tahun 1962. Sayangnya, pertandingan berubah menjadi kekacauan yang mengerikan.

Jurnalis olahraga Timothee Maymon mengatakan sebelum pertandingan, lagu kebangsaan Prancis dicemooh. Lalu pertandingan ditinggalkan setelah invasi lapangan pada menit ke-76.

“Kami mengira tahun 1998 dan 2000 akan menjadi bagian terakhir dari Prancis baru ini, bermain bersama, menang bersama, mampu melupakan asal-usul. Namun, peristiwa pada hari itu menunjukkan gagasan kebersamaan menjadi hal yang fatamorgana,” kata Maymon, dilansir Aljazirah, Ahad (18/12/2022).

Pada tahun 2002, Le Pen secara tak terduga maju ke putaran kedua pemilihan presiden dengan mencatat skor tertinggi yang pernah diraih oleh sayap kanan Prancis. Maymon mengatakan imigrasi yang telah membuat sepak bola Prancis lebih baik.

“Dalam politik sayap kanan Prancis, mereka sering mengatakan tidak ada pemain kulit putih. Namun, sebenarnya, jika kami hanya bertahan dengan pemain kulit putih, kami tidak akan bisa memenangkan dua Piala Dunia” katanya mengacu pada 1998 serta kemenangan Piala Dunia kedua Prancis, empat tahun lalu pada 2018 di Rusia.

Dia juga menyoroti penghargaan sepak bola tahunan Ballon d'Or yang didambakan sebagai lambang kepercayaan sepak bola Prancis pada imigrasi.

Empat dari lima pemenang Prancis berasal dari latar belakang non-Prancis, termasuk Raymond Kopa dari keluarga imigran Polandia, Michel Platini yang berasal dari Italia dan Zinedine Zidane dan Karim Benzema yang keturunan Aljazair.

Timnas Prancis saat ini yang berlaga di Piala Dunia Qatar 2022 merupakan contoh bagaimana imigrasi telah membentuk sepak bola Prancis. Sebagian besar pemain berasal dari tempat beragam, termasuk Dayot Upamecano yang merupakan keturunan Bissau-Guinea dan Aurelien Tchouameni yang merupakan keturunan Kamerun. 


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Olahraga

5 Teknik Dasar Padel untuk Meningkatkan Permainan Anda di Lapangan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:03:44 WIB
Olahraga

5 Fakta Menarik Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Rabu, 29 April 2026 - 12:40:20 WIB
Olahraga

Timnas U-22 Tersingkir, Ketum MSBI Minta Presiden Turun Tangan

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:21:25 WIB
Dodi Irawan Ucapkan Alhamdulillah

Tim Dayung Riau Ukir Sejarah di POPNAS XVII 2025, Sabet 3 Emas dan 2 Perak untuk Bumi Lancang Kuning

Ahad, 09 November 2025 - 23:54:04 WIB
Olahraga

Sepak Bola Kembali Jatuh ke Tangan Kepentingan Politik

Ahad, 19 Oktober 2025 - 13:55:00 WIB
Olahraga

Warganet Heboh Marselino Dicoret dari Timnas Indonesia

Kamis, 25 September 2025 - 11:21:01 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
    Dibaca: 361 Kali
  • 02
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 288 Kali
  • 03
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 289 Kali
  • 04
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 314 Kali
  • 05
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 292 Kali
  • 06
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 417 Kali
  • 07
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 399 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id