• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Selasa, 07 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Internasional

Terungkap Polisi Seoul Terima 79 Laporan 4 Jam Sebelum Tragedi Itaewon

MD Yasir

Kamis, 03 November 2022 12:24:46 WIB
Cetak
Terungkap Polisi Seoul Terima 79 Laporan 4 Jam Sebelum Tragedi Itaewon

JAKARTA, Beritaone.id - Kepolisian Nasional Korea Selatan mengungkapkan aparat menerima setidaknya 79 panggilan darurat beberapa jam sebelum tragedi perayaan halloween di distrik Itaewon terjadi pada Sabtu (29/10) malam.

Laporan pertama diterima polisi sekitar pukul 18.00 waktu setempat berisikan kekhawatiran dari pelapor soal kemungkinan terjadi insiden besar karena kerumunan massa semakin memadati salah satu distrik hiburan di Itaewon. Laporan itu diterima empat setengah jam sebelum petugas menerima panggilan darurat pertama soal korban pingsan dan henti jantung di tengah kerumunan perayaan Halloween. 

Dari 79 panggilan tersebut, ada 11 panggilan darurat ke polisi yang langsung melaporkan kekhawatiran terjadi desak-desakan dan orang tergencet sampai meninggal dari kawasan Itaewon. Salah satu panggilan itu diterima polisi sekitar 18.34.

"[Pelapor secara langsung menyebut ada risiko] orang bisa tergencet sampai mati," demikian menurut kepolisian Korsel, Rabu (2/11).

Berdasarkan transkrip 11 panggilan darurat yang terungkap ke publik, hanya satu yang dikategorikan sebagai "kode 0" yang artinya petugas harus dikerahkan ke lokasi kejadian secepat mungkin.

Tujuh panggilan lain dikategorikan "Kode 1" yang menyerukan agar laporan diprioritaskan, tetapi hanya ada empat kali peninjauan polisi ke lokasi.

Dikutip Korea Herald, setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata ada total 79 panggilan darurat dari kawasan Itaewon mulai pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat. Namun, belum jelas apa saja isi panggilan tersebut.

Polisi mengungkapkan 11 panggilan yang secara langsung menyebutkan risiko orang "dapat tergencet sampai mati" itu dianggap sebagai keluhan rutin atas ketidaknyamanan yang tidak menimbulkan bahaya langsung.

Catatan polisi juga menunjukkan tidak ada panggilan darurat yang ditujukan ke nomor 119 sebelum tragedi Halloween di Itaewon terjadi. Nomor 119 merupakan saluran telepon khusus permintaan pertolongan dan penyelamatan darurat seperti 911 di Amerika Serikat.

Panggilan darurat pertama yang diterima oleh pusat operasi darurat 119 adalah sekitar pukul 22:15, perkiraan waktu terjadinya bencana. Tim penyelamat darurat pertama tiba di tempat kejadian 14 menit kemudian.

Kepala polisi nasional Korsel Yoon Hee Keun mengakui pasukan keamanan tak cukup memadai mengatasi kerumunan itu, meski sudah menerima banyak laporan bahaya.

Polisi Korsel juga menyatakan hanya mengerahkan 137 personel di hari perayaan Halloween itu. Sementara pengunjung mencapai lebih dari 100 ribu orang. Pihak keamanan mengaku tak menduga kerumunan akan sebesar itu.

Menanggapi kelalaian itu, Kepolisian Korea Selatan menyerukan penyelidikan terhadap kepala Kantor Polisi Yongsan Lee Im Jae dan petugas pemantau situasi di Ryu Mi Jin selaku bagian dari Kepolisian Metropolitan Seoul yang bertugas memantau situasi. Mereka dianggap lalai karena tak segera menanggapi panggilan darurat dari para pelapor.

Korsel sedang berduka usai festival halloween di Itaewon yang berujung kematian banyak orang. Tercatat 156 orang meninggal, dan ratusan lain mengalami luka-luka.

Kejadian itu bermula saat semakin banyak orang memadati jalan yang menanjak. Kemudian ada orang yang jatuh dan menimpa massa di bawah. Orang-orang lalu panik dan para pengunjung saling injak.

Petugas kemudian berusaha keras menarik beberapa orang keluar dari kerumunan. Namun, puluhan orang sudah terkapar dan mengalami henti jantung.

Hingga kini penyebab insiden tersebut belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.

Usai tragedi itu, Korsel panen kritik karena tak memiliki manajemen risiko penanganan terhadap kerumunan massa, terutama saat halloween berlangsung usai pandemi Covid-19.


Sumber : Cnnindonesia.com /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Internasional

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:27:33 WIB
Internasional

Sah, Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Kamis, 08 Januari 2026 - 22:28:54 WIB
Internasional

130 Anak Sekolah Nigeria Dibebaskan setelah Sebulan Diculik

Senin, 22 Desember 2025 - 15:16:36 WIB
Internasional

Gibran Pamer QRIS hingga MBG di KTT G20 Afrika Selatan

Ahad, 23 November 2025 - 21:19:56 WIB
Internasional

Pemilu Berdarah di Tanzania Telan Korban Jiwa Hingga 700 Orang

Ahad, 02 November 2025 - 11:54:31 WIB
Internasional

Prabowo Tekankan Adaptasi dan Inovasi dalam Kemitraan ASEAN-Jepang

Ahad, 26 Oktober 2025 - 20:14:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 221 Kali
  • 02
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 233 Kali
  • 03
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 264 Kali
  • 04
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 235 Kali
  • 05
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 357 Kali
  • 06
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 337 Kali
  • 07
    19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
    Dibaca: 285 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id