• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Ahad, 05 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pemerintahan

Riau Punya Potensi Besar Bantu Indonesia Capai Serapan Karbon 140 Juta Ton pada 2030

MD Yasir

Selasa, 09 Agustus 2022 21:04:54 WIB
Cetak
Riau Punya Potensi Besar Bantu Indonesia Capai Serapan Karbon 140 Juta Ton pada 2030
Hutan mangrove di Kabupaten Siak, Riau.

PEKANBARU, Beritaone.id - Provinsi Riau memiliki potensi lahan gambut dan mangrove yang luas. Sehingga, provinsi yang dipimpin Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar ini dinilai sangat seksi dan punya potensi besar untuk membantu pencapaian serapan karbon 140 juta ton karbon dioksida ekuivalen (COe2) di Indonesia pada 2030.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Hanif Faisol usai Workshop I Penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional  Indonesia's Forest and Other Land Use Net Sink atau FOLU Net Sink 2030 di Pekanbaru, Selasa (9/8/2022).

"Untuk memenuhi target 140 juta ton COe2 ini, kita harus dukung penuh dengan menggunakan semua kekuatan kita, termasuk di tingkat provinsi. Ada tiga pulau yang sumbangan kontribusi volumenya besar, yaitu Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua. Di Sumatera ini, termasuk Riau yang cukup besar sumbangannya. Tingkat pilihan lokasinya yang juga cukup ekstrim tinggi dan sumbangannya hampir 5,4 juta hektar untuk menyumbang karbon," kata Hanif didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Mamun Murod.

Untuk itulah, penyusunan rencana kerja sub nasional Indonesia's Folu Net Sink 2030 sangat diperlukan, mulai dari sosialisasi hingga workshop.

"Jadi ini yang sedang kita susun dengan melibatkan seluruh pelaku di tingkat provinsi. Kita punya waktu sebulan setengah sampai 2 dua bulan dari sekarang untuk menyesuaikan dengan rencana kerja nasional. Lalu akan diimplementasikan sampai 2030. Nanti banyak yang akan diintervensi dan disusun bersama," jelasnya.

Sebagai acuannya, lanjut Hanif, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021. Peraturan ini tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon atau NEK, Pencapaian Target Kontribusi yang ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam Pembangunan Nasional serta penurunan emisi sangat ditentukan oleh pengendalian emisi GRK sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya. Hal ini mengingat bahwa sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya adalah satu-satunya sektor yang selain menjadi sumber emisi juga sekaligus menjadi penyerap GRK.

Berdasarkan konsep ini diharapkan penyimpan/penguatan serapan karbon dengan pendekatan carbon net sink dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada tahun 2030 Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, dapat menjadi solusi.

Memperhatikan hal tersebut Menteri LHK telah menetapkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.168/MENLHK/PKTL/PLA.1/2/2022 tentang Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 untuk Pengendalian Perubahan Iklim.

Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai dimana tingkat serapan emisi Gas Rumah Kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada tahun 2030 akan seimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi.

Sektor kehutanan memiliki porsi terbesar di dalam target penurunan emisi gas rumah kaca, yakni berkontribusi sekitar 60% dalam pemenuhan target netral karbon atau net-zero emission.

Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menyatakan bahwa sektor FOLU Kehutanan dan Penggunaan Lahan lainnya, akan mencapai kondisi Net Sink pada tahun 2030.

"Pemerintah Daerah sangat diharapkan berperan aktif sebagai pemangku kebijakan di daerah untuk mendorong percepatan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di tingkat daerah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Riau, Mamun Murod mengatakan bahwa Riau akan mendukung penuh rencana pemenuhan Indonesia's FOLU Net Sink 2030.

Sejalan dengan itu, kata Murod, secara normatif Riau sudah membangun pra kondisi dengan menyusun roadmap Riau hijau dan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Pihaknya juga sudah menyusun rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di Riau.

"Hari ini kita juga sedang memfasilitasi dan mendorong terbentuknya Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) di kabupaten, ada 13 KPH yang datang," jelasnya.

Murod menambahkan, bahwa Riau yang dianugrahi kawasan gambut terluas di Indonesia mencapai 5,4 juta  hektar ini juga dihadapkan dengan sejumlah permasalahan kompleks, salah satunya terkait kebakaran hutan dan lahan.

"Tadi disebutkan bahwa memang  Riau ini sangat seksi terkait dengan Indonesia's FOLU Net Sink ini. Karena kita dihadapkan pada persoalan yang kompleks yaitu memiliki luasan gambut yang cukup besar lebih dari 60 persen dengan tantangan resiko karhutla. Karena persoalan inilah barangkali yang tidak mungkin kita laksanakan sendiri, tetapi perlu koordinasi kolaborasi dengan semua pihak, termasuk juga dengan pemerintah pusat dan Kementrian KLHK melalui program Net Sink," jelasnya. 


Sumber : Mediacenter /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pemerintahan

Pemerintahan Presiden Prabowo Bukan Reinkarnasi Orde Baru

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:10:21 WIB
Pemerintahan

Sepanjang 2025, Pemerintah Prabowo Tarik Utang Baru Rp736,3 Triliun

Jumat, 09 Januari 2026 - 13:54:03 WIB
Pemerintahan

Prabowo Bersyukur Dikritik, Artinya Diselamatkan

Selasa, 06 Januari 2026 - 15:03:15 WIB
Pemerintahan

Besok Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang

Senin, 05 Januari 2026 - 23:20:05 WIB
Pemerintahan

Pemerintah Tak Boleh Terjebak Birokrasi Kaku Saat Tangani Bencana Sumatera

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:17:06 WIB
Pemerintahan

Pejabat Harus Mencontoh Ma’ruf Amin, Mundur Tanpa Didesak

Rabu, 24 Desember 2025 - 22:18:03 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 258 Kali
  • 02
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 224 Kali
  • 03
    19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
    Dibaca: 204 Kali
  • 04
    Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
    Dibaca: 234 Kali
  • 05
    Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
    Dibaca: 288 Kali
  • 06
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 489 Kali
  • 07
    PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
    Dibaca: 274 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id