• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Internasional

Cara Malaysia Agar Subsidi BBM Tepat Sasaran: Pakai Dompet Elektronik

MD Yasir

Sabtu, 30 Juli 2022 08:33:17 WIB
Cetak
Cara Malaysia Agar Subsidi BBM Tepat Sasaran: Pakai Dompet Elektronik

JAKARTA, Beritaone.id - Seperti Indonesia, Malaysia juga dihadapi dengan subsidi BBM yang kurang tepat sasaran. Masih banyak orang kaya berpenghasilan tinggi yang menikmati subsidi BBM. Pemerintah Malaysia pun mencari cara untuk mengatasi hal itu.

Menteri Keuangan Malaysia Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz mengatakan, mekanisme subsidi BBM tepat sasaran sedang diuji. Sistem tersebut akan diuji coba selama tiga hingga enam bulan sebelum diterapkan.

Dikutip Paultan, Datuk Johan Mahmood Merican, Wakil Sekretaris Jenderal Kebijakan Perbendaharaan Kementerian Keuangan mengatakan metode potensial yang mungkin akan digunakan adalah memakai dompet elektronik atau e-wallet. Menurutnya, uji coba menggunakan e-wallet sudah berlangsung.

"Kami telah memulai uji coba dengan SPBU menggunakan platform e-wallet. Kami melihat pengujian lain antara tiga hingga enam bulan sebelum kami siap menerapkan, karena itu adalah sesuatu yang tidak kami anggap enteng," katanya.

Dia mengatakan bahwa pemerintah perlu memastikan semua orang akan dapat menggunakan sistem. Sebab, tak semua orang mengerti cara menggunakan dompet elektronik.

"Mereka yang berada di perkotaan mungkin sangat terbiasa dengan e-wallet, tetapi ini mungkin tidak terjadi di daerah pedesaan atau untuk orang tua, jadi kami perlu memastikan bahwa itu benar-benar sesuatu yang mudah digunakan, dan setelah diterapkan di tingkat nasional, tidak membuat terlalu banyak masalah untuk masyarakat," ujarnya.

Metode ini masih diuji coba. Pemerintah Malaysia juga menguji pilihan metode lainnya yang belum disebutkan.

Menurut Menteri Keuangan Malaysia Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz., grup T20 (kelompok masyarakat ekonomi atas dengan penghasilan lebih dari Rp 37 juta per bulan) menikmati subsidi bahan bakar hingga 8 miliar ringgit (Rp 26,9 triliun). Sementara kelompok B40 (kelompok ekonomi bawah dengan pendapatan di bawah Rp 16 juta) hanya menikmati subsidi bahan bakar sebesar 6 miliar ringgit (Rp 20,1 triliun).

Tengku Zafrul menyayangkan bahwa subsidi umum lebih menguntungkan orang kaya daripada orang miskin. Dia mengatakan pemerintah akan menerapkan mekanisme subsidi bahan bakar yang lebih tepat sasaran.

Hal ini mirip-mirip dengan kondisi di Indonesia. Sebelumnya disebutkan, 60% masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan terkaya mengonsumsi hampir 80% dari total konsumsi BBM bersubsidi.

"Sedangkan 40% masyarakat rentan dan miskin hanya mengkonsumsi 20% dari total subsidi energi tersebut. Jadi diperlukan suatu mekanisme baru, bagaimana subsidi energi ini benar-benar diterima dan dinikmati yang berhak," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.


Sumber : Detik /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Internasional

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:27:33 WIB
Internasional

Sah, Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Kamis, 08 Januari 2026 - 22:28:54 WIB
Internasional

130 Anak Sekolah Nigeria Dibebaskan setelah Sebulan Diculik

Senin, 22 Desember 2025 - 15:16:36 WIB
Internasional

Gibran Pamer QRIS hingga MBG di KTT G20 Afrika Selatan

Ahad, 23 November 2025 - 21:19:56 WIB
Internasional

Pemilu Berdarah di Tanzania Telan Korban Jiwa Hingga 700 Orang

Ahad, 02 November 2025 - 11:54:31 WIB
Internasional

Prabowo Tekankan Adaptasi dan Inovasi dalam Kemitraan ASEAN-Jepang

Ahad, 26 Oktober 2025 - 20:14:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
18 Agustus 2026
HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
18 Agustus 2026
PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
17 Agustus 2026
Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
16 Agustus 2026
PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
16 Agustus 2026
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
15 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 250 Kali
  • 02
    HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
    Dibaca: 228 Kali
  • 03
    PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
    Dibaca: 207 Kali
  • 04
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 455 Kali
  • 05
    PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
    Dibaca: 282 Kali
  • 06
    PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
    Dibaca: 315 Kali
  • 07
    Boyamin MAKI: Presiden Prabowo Bisa Copot Wamen PU Diana di Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim
    Dibaca: 331 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id