• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 04 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Pemerintahan

Pencegahan Karhutla dari Berbagai Instansi di Riau

MD Yasir

Rabu, 08 Juni 2022 11:23:32 WIB
Cetak
Pencegahan Karhutla dari Berbagai Instansi di Riau

PEKANBARU, Beritaone.id - Penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian tiap instansi di Riau, baik BMKG, BPBD, TNI/Polri, DLHK, Manggala Agni, Dinas Kesehatan, maupun akademisi.
 
Bukan tanpa sebab, lebih dari 60 persen wilayah Provinsi Riau merupakan tanah gambut yang kerap kali terjadi Karhutla tiap memasuki musim kemarau.
 
Gambut yang kering merupakan sumber bahan bakar dan mudah menjadi bara api di musim kemarau. Selain luas, gambut di Provinsi Riau juga mencapai ketebalan hingga 30 meter pada kubah-kubah gambutnya. 
 
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Riau, umumnya kubah-kubah gambut di Provinsi Riau berada di area konsesi perusahaan perkebunan maupun kehutanan. Alih fungsi lahan di atas kubah-kubah gambut tersebut menjadikan gambut teriris-iris dengan adanya kanal-kanal sehingga permukaan air tanah menjadi turun dan cepat mengering di musim kemarau.
 
Selain itu, alih fungsi lahan dengan cara membakar merupakan langkah favorit karena murah, mudah dan cepat. Oleh karena itu, pada musim kemarau banyak dilakukan pembakaran yang menyebabkan Karhutla.
 
Riau adalah daerah dengan pola hujan equatorial, artinya wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan bimodial dengan dua puncak musim hujan dan dua puncak musim kemarau. Puncak kemarau sendiri pada Februari-April dan Juni-Agustus, yang menjadi waktu diwaspadainya akan Karhutla.
 
Peringatan dini cuaca dan iklim merupakan salah satu bentuk antisipasi Karhutla di Riau. Di tiap kecamatan di Riau sendiri, minimal telah memiliki satu alat deteksi curah hujan.
 
Alat tersebut menghitung dan mendeteksi curah hujan di suatu wilayah. Wilayah hijau menandakan curah hujan di wilayah tersebut cukup. Sebaliknya, semakin pekat warnanya menandakan semakin rendah curah hujan di wilayah tersebut.
 
Selain itu DLHK Riau juga telah membuat Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) 2021-2050. Pertama, pemanfaatan ekosistem gambut fungsi lindung yaitu dengan pengaturan pemanfaatan areal fungsi lindung di luar puncak kubah gambut pada kawasan konsesi sektor kehutanan, dengan menyediakan areal bernilai konservasi tinggi serta pencegahan kerusakan gambut dan terjadinya kebakaran.
 
Kedua, pemanfaatan budidaya ekosistem gambut dengan peningkatan produktivitas usaha pemanfaatan ekosistem gambut di kawasan hutan produksi oleh korporasi, dengan tetap menjaga fungsi hidrologisnya dan pencegahan terjadinya kebakaran serta abrasi.
 
"Ketiga, pencegahan kerusakan ekosistem gambut dengan pembangunan dan pengembangan sistem deteksi dini pencegahan kerusakan ekosistem gambut seperti kebakaran, banjir dan abrasi. Keempat, penanggulangan kerusakan ekosistem gambut secara tepat dan terkoordinasi dengan instansi terkait," terang Sub Koordinator Pengendalian Perubahan Iklim dan Pencegahan Karhutla DLHK Riau, Dwiyana.
 
Selain itu DLHK Riau juga menyusun lay out pengendalian karhutla yang diawali dengan pengumpulan data dan informasi hot spot, curah hujan, tingkat muka air tanah, tingkat kerawanan dan kawasan hidrologis gambut di aplikasi sipongi, BMKG, Sipalaga dan lainnya.
 
Selanjutnya pencegahan dengan teknik restorasi gambut melalui pendekatan rewetting (pembasahan), revegetasi dan revitalisasi ekonomi (3R). Kedua, restorasi aspek sosial budaya masyarakat melalui kegiatan Desa Peduli Gambut (DPG). 
 
Rewetting sendiri merupakan kegiatan pembasahan material gambut yang mengering akibat aktivitas manusia yang menyebabkan turunnya muka air tanah gambut. Cara meningkatkan kadar air dan tinggi muka air tanah gambut yang ideal 0,40 cm melalui kegiatan sekat kanal, sumur bor dan penimbunan kanal.
 
Revegetasi yaitu pemulihan tutupan lahan pada ekosistem gambut melalui penanaman jenis tanaman asli, atau dengan jenis tanaman lain yang adaptif terhadap lahan basah dan memiliki nilai ekonomi bila dibudidaya.
 
Sedangkan revitalisasi ekonomi sendiri merupakan bantuan ekonomi yang diberikan kepada kelompok masyarakat Desa gambut dalam bentuk budidaya pertanian, peternakan, perikanan dan mesin pengolahan.
 
Sebagai program pencegahan Karhutla berbasis masyarakat, dibentuk pula desa bebas api. Tujuannya guna mengedukasi masyarakat tentang bahaya membuka lahan dengan membakar. Petani juga diajarkan untuk melaksanakan penanaman kelanjutan.
 
"Kini desa bebas api telah menjalin kemitraan dengan hampir 80 desa dengan luas total sekitar 753.604 hektare dan telah mengurangi kebakaran hingga 90 persen di wilayah masyarakat setempat," pungkas


Sumber : Antara /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Pemerintahan

Pemerintahan Presiden Prabowo Bukan Reinkarnasi Orde Baru

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:10:21 WIB
Pemerintahan

Sepanjang 2025, Pemerintah Prabowo Tarik Utang Baru Rp736,3 Triliun

Jumat, 09 Januari 2026 - 13:54:03 WIB
Pemerintahan

Prabowo Bersyukur Dikritik, Artinya Diselamatkan

Selasa, 06 Januari 2026 - 15:03:15 WIB
Pemerintahan

Besok Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang

Senin, 05 Januari 2026 - 23:20:05 WIB
Pemerintahan

Pemerintah Tak Boleh Terjebak Birokrasi Kaku Saat Tangani Bencana Sumatera

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:17:06 WIB
Pemerintahan

Pejabat Harus Mencontoh Ma’ruf Amin, Mundur Tanpa Didesak

Rabu, 24 Desember 2025 - 22:18:03 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
    Dibaca: 228 Kali
  • 02
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 416 Kali
  • 03
    PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
    Dibaca: 219 Kali
  • 04
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 314 Kali
  • 05
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 343 Kali
  • 06
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 334 Kali
  • 07
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 375 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id