• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Sabtu, 23 Mei 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • SawitUpdate

8 Pabrik Sawit Tutup

Redaktur

Senin, 06 Juni 2022 11:35:01 WIB
Cetak
8 Pabrik Sawit Tutup
Truk bermuatan TBS sawit hendak masuk ke Pabrik Kelapa Sawit PT. KAS di Kecamatan Teramang Jaya Mukomuko

Bengkulu, Beritaone.id - Sebaran Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tutup tak melayani pembelian Tanda Buah Sawit (TBS) di Provinsi Bengkulu terus bertambah.

Data terakhir Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, terdapat 8 pabrik tutup.

Yakni, di Kabupaten Mukomuko 4 pabrik, Bengkulu Tengah 2 pabrik, Bengkulu Utara 1 pabrik dan Kaur 1 pabrik.

Menurutnya, tangki penampungan sudah penuh tak berbanding dengan panjangnya antrean masuk TBS menjadi pemicu tutupnya PKS.

“Inikan persoalan tangki pabrik penuh dan belum terjual, sementara antrean makin panjang. Sementara delapan pabrik tutup,” kata  Ricky Gunarwan, (3/).

Dijelaskannya, delapan PKS yang tutup itu di Kabupaten Mukomuko empat pabrik. Bengkulu Tengah dua pabrik, serta Bengkulu Utara dan Kaur masing-masing satu pabrik.

Kondisi di atas jelas merugikan petani. Apalagi, dari sisi buah sawit ini tiap dua minggu sekali harus dipanen. Agar tidak merusak tanaman sawit tersebut.

Tidak bisa ditunda, dua minggu sekali harus panen. Dijual atau tidak dijual harus dipanen. Kalau tidak, nanti rusak tanamannya. Dia paling lama 14 hari, dua minggu sekali sudah panen.

Ini kan sudah antre berapa hari, itukan buahnya sudah rusak. Kualitasnya turun, kadar asamnya meningkat. Karena lama diterima, maka rusak buahnya,“ jelasnya.

Berdasarkan pantauan langsung ke sejumlah kabupaten kota. Didapati hampir merata antrean panjang dari truk truk sawit.

Yang mana buah segar ini urung dibeli. Sehingga, para petani sawit menjerit. Ditambah, harapan mereka untuk dapat harga sesuai standar hasil rapat provinsi juga tak kunjung didapatkan.

“Lama di angkutan, lama antre, antrean masih panjang. Sedangkan pabrik sudah tutup. Pabrik ini sudah full teng. Sementara pembelinya belum ada. Gak terjual tadi,” papar Ricky.

Diketahui, penetapan harga terbaru TBS di wilayah provinsi bulan Mei sudah disepakati per 27 Mei lalu, ditetapkan toleransi harga sebesar Rp 2.051.

Sehingga, besaran harga beli ini juga harus dipatuhi oleh pabrik. Dan bagi pabrik yang tidak mengindahkan itu akan dikenakan sanksi administratif.

Mulai dari surat teguran hingga pencabutan izin beroperasi perusahaan yang bersangkutan.

“Sanksi bagi pabrik atau perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan harga TBS ini, itu bisa ditindak tegas oleh masing – masing pimpinan daerah.

Inikan sifatnya, otonom jadi kewenangan sanksi maupun izin itu ada di pimpinan daerah. Namun sekarang kan, kita juga dihadapkan antrean CPO yang panjang ini, “ tutup Ricky.

Adapun empat PKS yang tidak membeli TBS di Mukomuko. Yakni PKS PT. Gajah Sakti Sawit (GSS) di Kecamatan Pondok Suguh.

PT. Sentosa Sejahtera Sejati (SSS) dan PT. Mukomuko Indah Lestari (MMIL) di Kecamatan Penarik dan PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi (Sapta) di Kecamatan Lubuk Pinang.

Kepala Tata Usaha PKS PT. SSS, Rommel Poltak Simarmata kepada RB menyatakan, pihaknya belum dapat memastikan kapan akan kembali menerima TBS.

Mengenai berhenti sementara membeli TBS tersebut, telah disampaikan pihaknya ke seluruh supplier maupun sopir yang kerap memasok TBS kepala sawit ke PT. SSS.

“Sampai adanya pengiriman CPO, perusahaan kami tidak melakukan penerimaan TBS kelapa sawit. Ini sehubungan dengan volume tangki timbun CPO kami sudah penuh.

Belum adanya jadwal penerimaan CPO dari pihak pembeli atau buyer di Teluk Bayur,” terang Rommel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Apriansyah, ST, MT mengatakan, tujuh dari 11 PKS di Mukomuko masih menerima TBS.

Diantaranya PT. Daria Dharma Pratama (DDP), PT. Usaha Sawit Mandiri, PT. Karya Agro Sawitindo. PT. Bumi Mentari Karya dan PT. Surya Andalan Primatama.

Sampai hari ini (Jumat) , empat pabrik yang tidak beli TBS. PT. Sapta, PT.  GSS, PT. MMIL dan PT. SSS,” kata Apriansyah.

Namun jika kondisi CPO terus tidak terjual dibeberapa pabrik untuk beberapa hari ke depan, maka berpotensi besar jumlah PKS yang tidak membeli TBS lagi bertambah.

Rencana, dua hari lagi, mungkin ada. Tapi mudah – mudahan tidak terjadilah,” harap Apriansyah.

Tekan Kemitraan

Terpisah, Ketua Ikatan Petani Kelapa Sawit Mandiri Mukomuko, Edy Manshuri, S.Hut, MT mengatakan, salah satu jalan yang bisa ditempuh pemerintah saat ini, dengan menekankan kemitraan kepada PKS.

Dan itu tegasnya, sudah menjadi tugas utama pemerintah.

Sebagaimana sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian TBS Kepala Sawit Produksi Pekebun.

Selama ini, menurut kami, peran tersebut tidak pernah dijalankan. Pemimpin kita saat ini mabuk pencitraan, tanpa memahami esensi aturan tata kelola sawit,” sorot Edy.

Pemerintah berjanji akan memberikan sanksi pada perusahaan yang tidak taat. Mulai dari sanksi administrasi hingga sanksi berupa pencabutan izin operasi pabrik.

Namun faktanya, Pemkab maupun Pemprov Bengkulu hingga saat ini, seperti tidak bergeming dengan kondisi yang berlangsung.

“Ini menunjukkan ketidakpahaman akan mereka akan aturan.

Belakangan ini kami Aliansi Petani Sawit coba menagih janji kepala daerah tersebut, karena semua pabrik tidak ada yang taat.

Tidak satupun pabrik hingga hari ini yang kena sanksi. Petani mulai bosan dan pesimis dengan kemampuan kepala daerah kita,” tandasnya.

Beredarnya kabar pabrik kelapa sawit di beberapa daerah akan tutup, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Yevri Sudianto dan anggotanya Sri Rejeki langsung datang untuk memastikan pabrik kelapa sawit tetap beroperasi,  (3/6).

Termasuk di Kabupaten BS, bahkan beredar opini berkembang bahwa pabrik CPO kelapa sawit di BS akan tutup. Dua diantaranya yakni PT SBS dan PT BSL dikabarkan akan menutup pembelian TBS dari petani.

Oleh sebab itu Yevri Sudianto didampingi Sri Rejeki mengatakan, sebagai fungsi kontrol dan pengawasan pihaknya langsung respon keluhan masyarakat kita khususnya wilayah dapil Seluma Manna dan Kaur (Semaku).

Mantan Ketua DPRD BS ini menyebutkan, pihaknya telah mendengar langsung penjelasan dari management PT BSL terkait pembelian TBS dari petani.

Management PT BSL mengakui kesulitan menampung TBS, yang sangat banyak. Sehingga apabila tangki penampungan di pabrik sudah penuh otomatis pihak pabrik menyetop pembelian TBS dari petani.

“Kami sudah mendengar langsung pemaparan manager PT BSL 1, mayoritas kewajiban sudah dilakukan pihak managemen.

Namun ke depannya kami minta korelasi dan komunikasi ditingkatkan bersama untuk kemajuan Provinsi Bengkulu,” kata Yevri.

Sedangkan Sri Rejeki menambahkan, PT BSL harus transparan terhadap pemerintah dan masyarakat. PT BSL jangan sampai merugikan daerah.

Soal pembelian TBS pihak pabrik harus transparan, harga harus ditampilkan. Tentang aturan pemerintah wajib ditaati oleh perusahaan.

Harga yang ditetapkan pemerintah harus diikuti oleh perusahaan. Namun Sri melihat PT BSL belum sepenuhnya menjalankan aturan pemerintah.

Oleh sebab itu ia berharap, managemen PT BSL dapat memperbaiki sistem tersebut sehingga harga TBS yang dibeli dari masyarakat tetap stabil dan tidak ada penyetopan.

Jangan sampai daerah dirugikan. BSL harus transparan, jangan sampai pemerintah mengeluarkan sanksi,” tegas Sri.

Sementara itu Kepala DTPHP Provinsi Bengkulu Ir Ricky Gunarman menegaskan PT BSL harus patuh terhadap aturan
Pemprov Bengkulu.

Harga TBS yang ditetapkan pemerintah wajib diikuti oleh perusahaan. Sayangnya PT BSL, dinilai membeli TBS di bawah harga Rp 2 ribu.

Padahal pemerintah sebut Ricky menetapkan harga minimal di atas Rp 2 ribu. Oleh sebab itu ia berharap PT BSL patuh dan ikut kata pemerintah soal penetapan harga TBS.

“Di BS khususnya BSL beli di harga Rp 1.400. Alasan pabrik itu masih tinggi. Kita ingin BSL patuh, samakan harga dengan ketetapan pemerintah,” sampai Ricky.

Sedangkan penjelasan manager PT BSL Fadhil H untuk pembelian TBS di pabriknya masih bisa dilakukan hingga tiga hari ke depan.

Dengan catatan pabrik dapat menjual CPO hingga 100 ton keluar. Apabila tidak maka pembelian TBS dari petani terpaksa harus disetop.

Sedangkan soal harga TBS yang jauh di bawah ketetapan pemerintah Fadhil menyebutkan sudah ketetapan atasnya BSL pusat. Sehingga pihaknya harus membeli TBS diharga Rp 1.400.

“Kami minta pemerintah (Bengkulu) untuk bersurat dan akan kami sampaikan ke management pusat,” ujar Fadhil.


Sumber : Rakyatbengkulu.com /  Editor : Fitri

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
SawitUpdate

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

Senin, 15 September 2025 - 13:30:24 WIB
SawitUpdate

Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:04:10 WIB
SawitUpdate

Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%

Senin, 24 Maret 2025 - 10:22:55 WIB
SawitUpdate

WTO Menangkan Indonesia, Pemerintah Desak Uni Eropa Hapus Kebijakan Diskriminatif CPO

Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:07:40 WIB
SawitUpdate

CPO di Jalur Kenaikan: Permintaan Ekspor Memicu Lonjakan Harga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 18:48:47 WIB
SawitUpdate

CPO Melimpah, Aceh Berpeluang Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Ahad, 13 Oktober 2024 - 13:11:26 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Pep Guardiola Akui Penyesalan Terbesar di Manchester City Terkait Joe Hart
23 Mei 2026
Polsek Rengat Barat Gencarkan Ketahanan Pangan, Pantau Jagung Hingga Peternakan Bebek Warga
22 Mei 2026
Terima Audiensi Tim Percepatan Pembangunan Rumbio, Bupati Kampar Komit Lanjutkan Pembangunan Jembatan
21 Mei 2026
Ketua DPRD Inhu Pakai Dana Pribadi Perbaiki Jalan Putus di Petalongan
20 Mei 2026
Pengedar Sabu di Kampung Besar Seberang Dibekuk, Polisi Sita 4,61 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp1 Juta
20 Mei 2026
Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Rengat Barat Turun Langsung Dukung Ketahanan Pangan Warga
19 Mei 2026
Polri Hadir di Sektor Pertanian, Kapolsek Batang Cenaku Tinjau Budidaya Jagung Pipil
19 Mei 2026
Polsek Rengat Barat Tangkap Pria di Warung Nasi Pematang Reba, Sabu Ditemukan dalam Jok Motor
19 Mei 2026
Pascagenangan Air, Kapolsek Rengat Barat Cek Kondisi Lahan Jagung di Desa Talang Jerinjing
18 Mei 2026
Pengedar Sabu Diciduk di Terminal Pematang Reba, Polisi Sita 13,23 Gram Barang Bukti
18 Mei 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Polsek Rengat Barat Gencarkan Ketahanan Pangan, Pantau Jagung Hingga Peternakan Bebek Warga
    Dibaca: 522 Kali
  • 02
    Ketua DPRD Inhu Pakai Dana Pribadi Perbaiki Jalan Putus di Petalongan
    Dibaca: 220 Kali
  • 03
    Pengedar Sabu di Kampung Besar Seberang Dibekuk, Polisi Sita 4,61 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp1 Juta
    Dibaca: 270 Kali
  • 04
    Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Rengat Barat Turun Langsung Dukung Ketahanan Pangan Warga
    Dibaca: 254 Kali
  • 05
    Polsek Rengat Barat Tangkap Pria di Warung Nasi Pematang Reba, Sabu Ditemukan dalam Jok Motor
    Dibaca: 524 Kali
  • 06
    Pascagenangan Air, Kapolsek Rengat Barat Cek Kondisi Lahan Jagung di Desa Talang Jerinjing
    Dibaca: 460 Kali
  • 07
    Pengedar Sabu Diciduk di Terminal Pematang Reba, Polisi Sita 13,23 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 376 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id