• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Senin, 02 November 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Ekonomi

Astra Pertahankan Pendapatan Rp243,9 Triliun hingga September 2026, Sektor Pertambangan Mulai Pulih

Handika Karismon

Senin, 02 November 2026 08:31:00 WIB
Cetak
Astra Pertahankan Pendapatan Rp243,9 Triliun hingga September 2026, Sektor Pertambangan Mulai Pulih
Astra Pertahankan Pendapatan Rp243,9 Triliun hingga September 2026, Sektor Pertambangan Mulai Pulih

JAKARTA - PT Astra International Tbk (Astra) menunjukkan kinerja yang membaik pada kuartal III 2026, ditopang otomotif, jasa keuangan, dan menggeliatnya aktivitas pertambangan. Momentum tersebut menjadi modal bagi perseroan untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun.

Pendapatan bersih konsolidasian Astra selama Januari–September 2026 mencapai Rp243,9 triliun, nyaris tidak berubah dari Rp243,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih di luar pos nonberulang (non-recurring items) tercatat Rp24,6 triliun, hanya turun sekitar 1 persen dibandingkan periode Januari–September 2025.

Laba bersih per saham di luar pos nonberulang justru naik 1 persen menjadi Rp616.

Setelah memperhitungkan pos nonberulang, laba bersih Astra tercatat Rp21,6 triliun atau turun 12 persen secara tahunan.

Pos tersebut terutama berkaitan dengan penurunan nilai dan penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas.

Presiden Direktur Astra Rudy menyebut kinerja perusahaan selama sembilan bulan pertama 2026 tetap tangguh di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha.

"Astra mencatat kinerja yang resilien selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Laba bersih Grup, tanpa memperhitungkan non-recurring items, stabil sebesar Rp24,6 triliun (turun 12% jika memperhitungkan non-recurring items). Pertumbuhan pada sebagian besar bisnis Astra diimbangi oleh kondisi yang menantang pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat," ujar Rudy dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Menurut Rudy, perbaikan kinerja mulai terlihat pada kuartal III seiring meningkatnya aktivitas kontrak pertambangan, beroperasinya kembali tambang emas Martabe, dan pertumbuhan bisnis otomotif.

"Dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya, kinerja pada kuartal ketiga membaik, terutama ditunjang oleh peningkatan volume kontrak pertambangan, dimulainya kembali produksi tambang emas Martabe, serta bisnis Otomotif yang tetap bertumbuh. Kami memperkirakan faktor-faktor tersebut akan terus menunjang kinerja Grup pada kuartal keempat," katanya.

Otomotif dan Jasa Keuangan Jadi Motor Pertumbuhan

Bisnis otomotif tetap menjadi kontributor laba terbesar Astra sepanjang Januari–September 2026.

Laba bersih sektor ini naik 8 persen menjadi Rp9,8 triliun, dari Rp9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan naiknya volume penjualan kendaraan serta kontribusi yang semakin kuat dari bisnis komponen otomotif.

Di pasar sepeda motor, penjualan nasional tumbuh 4 persen menjadi sekitar 5 juta unit.

Pada periode yang sama, penjualan sepeda motor Honda naik 3 persen dengan pangsa pasar tetap terjaga di 77 persen.

Kinerja positif juga terlihat di pasar roda empat.

Penjualan mobil nasional meningkat 21 persen menjadi 679.000 unit sepanjang sembilan bulan pertama 2026, sementara penjualan mobil Grup Astra tumbuh 13 persen.

Toyota dan Daihatsu tetap memimpin pasar otomotif Indonesia, dengan total pangsa pasar mobil Astra mencapai 49 persen.

Selain penjualan kendaraan, bisnis komponen turut memberi kontribusi positif.

Laba bersih divisi komponen Astra naik 15 persen menjadi Rp1,4 triliun, seiring perbaikan kinerja di seluruh segmen usaha.

Pertumbuhan serupa terjadi pada bisnis jasa keuangan.

Sepanjang Januari–September 2026, laba bersih bisnis jasa keuangan Astra meningkat 6 persen menjadi Rp7,2 triliun.

Kinerja tersebut antara lain ditopang pertumbuhan pembiayaan konsumen, baik untuk kendaraan baru maupun pembiayaan berulang.

Nilai pembiayaan baru Grup Astra naik 8 persen menjadi Rp92,5 triliun, sedangkan piutang pembiayaan bersih mencapai Rp132 triliun atau naik 6 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025.

Bisnis pembiayaan sepeda motor menyumbang laba bersih Rp3,6 triliun, meningkat 4 persen secara tahunan.

Adapun kontribusi laba bersih perusahaan pembiayaan mobil tumbuh 6 persen menjadi Rp1,9 triliun.

Perusahaan asuransi Grup Astra juga mencatat pertumbuhan.

Kontribusi laba bersih sektor asuransi meningkat 9 persen menjadi Rp1,4 triliun, didukung kenaikan pendapatan operasional dan hasil investasi.

Aktivitas Pertambangan Mulai Pulih

Di tengah pertumbuhan otomotif dan jasa keuangan, bisnis solusi pertambangan dan alat berat Astra menghadapi tantangan akibat perubahan kondisi industri.

Laba bersih sektor ini, di luar pos nonberulang, tercatat Rp5,1 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026 atau turun 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan tersebut terutama disebabkan berkurangnya penjualan emas akibat penghentian sementara produksi tambang Martabe pada awal tahun.

Selain itu, penurunan alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batu bara nasional turut memengaruhi permintaan alat berat, aktivitas jasa pertambangan, dan volume produksi batu bara.

Penjualan alat berat Komatsu tercatat 3.000 unit, turun 17 persen secara tahunan.

Volume pengupasan lapisan tanah pada bisnis jasa pertambangan mencapai 766 juta bank meter kubik, turun 7 persen.

Penjualan batu bara mencapai 7,1 juta ton atau turun 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada bisnis emas, volume penjualan tercatat 54.000 ons, dibandingkan 178.000 ons pada sembilan bulan pertama 2025.

Meski begitu, pemulihan mulai terlihat setelah tambang emas Martabe kembali beroperasi pada kuartal II 2026.

Peningkatan aktivitas pertambangan tersebut turut mendorong perbaikan kinerja bisnis solusi pertambangan dan alat berat pada kuartal III, yang mencatat pertumbuhan 15 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Di luar pos nonberulang, kinerja bisnis ini mulai menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas operasional.

Sementara itu, pos nonberulang sebesar Rp2,2 triliun pada divisi panas bumi dan nikel membuat laba bersih yang dilaporkan dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat menjadi Rp2,9 triliun, turun 59 persen secara tahunan.

Pertumbuhan positif juga datang dari lini bisnis Astra lainnya.

Segmen Wider Businesses, yang mencakup sejumlah usaha di luar tiga bisnis utama, membukukan laba bersih di luar pos nonberulang Rp2,6 triliun atau meningkat 36 persen.

Kinerja tersebut terutama ditopang pertumbuhan bisnis agribisnis seiring kenaikan harga komoditas dan produktivitas.

Bisnis properti juga berkontribusi melalui platform pergudangan industri yang baru diakuisisi.

Setelah memperhitungkan pos nonberulang sebesar Rp766 miliar, laba bersih yang dilaporkan dari segmen ini mencapai Rp1,8 triliun, naik 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Astra Perkuat Bisnis dan Pengelolaan Modal

Selain menjaga pertumbuhan operasional, Astra terus menjalankan strategi pengelolaan modal melalui sejumlah aksi korporasi.

Sejak November 2025 hingga September 2026, Grup Astra telah menyelesaikan program pembelian kembali saham (share buyback) dengan total nilai Rp10 triliun.

Astra juga masih menjalankan program pembelian kembali saham senilai Rp8 triliun.

Langkah serupa dilakukan United Tractors dengan mengumumkan program pembelian kembali saham hingga Rp2 triliun untuk periode Oktober–Desember 2026.

Astra Agro Lestari pun mengumumkan program pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp400 miliar pada periode yang sama.

Astra juga tengah melaksanakan penawaran tender sukarela untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di Astra Otoparts.

Penawaran tersebut mencakup maksimal 4,95 persen saham Astra Otoparts dengan harga Rp3.600 per saham dan nilai transaksi paling tinggi sekitar Rp858 miliar.

Periode penawaran berlangsung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026.

Apabila seluruh saham yang ditawarkan berhasil diperoleh, kepemilikan Astra di Astra Otoparts akan naik dari 80 persen menjadi 84,95 persen.

Rudy menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mengelola modal secara disiplin dan mendukung pertumbuhan bisnis.

"Terkait pengalokasian modal, kami tetap disiplin dalam menjalankannya. Sejak November 2025 hingga September 2026, Grup telah menyelesaikan program share buyback dengan total nilai Rp10,0 triliun," ujarnya.

Dari sisi neraca, Astra mencatat kas bersih di luar anak perusahaan jasa keuangan sebesar Rp1,8 triliun per 30 September 2026, dibandingkan Rp7,2 triliun pada akhir Desember 2025.

Perubahan tersebut terutama berkaitan dengan akuisisi perusahaan tambang emas PT Arafura Surya Alam serta pelaksanaan pembelian kembali saham.

Sementara itu, utang bersih anak perusahaan jasa keuangan tercatat Rp66,7 triliun, naik dari Rp64,9 triliun pada akhir 2025.

Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 4 persen menjadi Rp238,1 triliun.

Nilai aset bersih per saham juga meningkat 5 persen menjadi Rp5.999.

Memasuki kuartal terakhir 2026, Astra optimistis pertumbuhan bisnis otomotif dan jasa keuangan, bersama pemulihan aktivitas pertambangan, dapat terus mendukung kinerja Grup.

"Di tengah volatilitas pasar, kami tetap optimistis terhadap kekuatan Core Businesses Astra dan akan terus meningkatkan efisiensi operasional, menjaga posisi neraca yang kuat, serta mengejar peluang pertumbuhan secara selektif," kata Rudy.



Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Ekonomi

Dari Stunting hingga Kopi Minangkabau, Astra Beri Apresiasi 9 Pembawa Perubahan di SATU Indonesia Awards 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:42:00 WIB
Ekonomi

PT Astra International Tbk Bawa UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026, Potensi Transaksi Rp104,9 Miliar Tercatat

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:52:49 WIB
Ekonomi

Gandeng Pemkab Banyuwangi, PT Astra International Bina 10 Sekolah Dasar Lewat YPA MDR

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:40:00 WIB
Ekonomi

Cegah Stunting, PT Astra International Beri Bantuan Gizi di Desa Gedepangrango

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:40:00 WIB
Ekonomi

Belajar dari Jurnalis Kompas, 50 UMKM Binaan PT Astra International Tbk Dilatih Membuat Konten Menarik

Rabu, 30 September 2026 - 19:32:00 WIB
Ekonomi

PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Senin, 28 September 2026 - 19:36:44 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Astra Pertahankan Pendapatan Rp243,9 Triliun hingga September 2026, Sektor Pertambangan Mulai Pulih
02 November 2026
Perkuat Gizi Anak di Riau, Agrinas Palma Nusantara Dukung Gerakan Indonesia Bebas Stunting
31 Oktober 2026
Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Keselamatan Kerja, PLN UP3 Rengat Bersinergi dengan BPBD dan Damkar Gelar Simulasi Tanggap Darurat
30 Oktober 2026
Kejari Indragiri Hulu Musnahkan Barang Bukti 132 Perkara, Sabu 619,47 Gram Ikut Dimusnahkan
29 Oktober 2026
Soroti Karhutla dan Kerusakan Hutan, Koalisi Masyarakat Sipil Riau Desak Perlindungan Masyarakat Adat
29 Oktober 2026
Dari Stunting hingga Kopi Minangkabau, Astra Beri Apresiasi 9 Pembawa Perubahan di SATU Indonesia Awards 2026
29 Oktober 2026
PLN UID Riau dan Kepri Salurkan Bantuan Rp531 Juta, Nyalakan Harapan di HLN ke-81
29 Oktober 2026
Tak Sekadar Terangi Negeri, PLN UP3 Rengat Salurkan Bantuan Sosial Lewat YBM PLN pada Momentum HLN ke-81
28 Oktober 2026
Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Kembangkan Cabai dan Jagung Pipil untuk Ketahanan Pangan
28 Oktober 2026
HLN ke-81, PLN Perkuat Kedaulatan Energi dan Percepat Transisi Menuju Energi Hijau
28 Oktober 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Keselamatan Kerja, PLN UP3 Rengat Bersinergi dengan BPBD dan Damkar Gelar Simulasi Tanggap Darurat
    Dibaca: 201 Kali
  • 02
    Kejari Indragiri Hulu Musnahkan Barang Bukti 132 Perkara, Sabu 619,47 Gram Ikut Dimusnahkan
    Dibaca: 218 Kali
  • 03
    Soroti Karhutla dan Kerusakan Hutan, Koalisi Masyarakat Sipil Riau Desak Perlindungan Masyarakat Adat
    Dibaca: 436 Kali
  • 04
    Dari Stunting hingga Kopi Minangkabau, Astra Beri Apresiasi 9 Pembawa Perubahan di SATU Indonesia Awards 2026
    Dibaca: 202 Kali
  • 05
    PLN UID Riau dan Kepri Salurkan Bantuan Rp531 Juta, Nyalakan Harapan di HLN ke-81
    Dibaca: 235 Kali
  • 06
    Tak Sekadar Terangi Negeri, PLN UP3 Rengat Salurkan Bantuan Sosial Lewat YBM PLN pada Momentum HLN ke-81
    Dibaca: 267 Kali
  • 07
    Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Kembangkan Cabai dan Jagung Pipil untuk Ketahanan Pangan
    Dibaca: 254 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id