• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Politik

Popularitas Bukan Jaminan Bisa Maju Kontestasi Pilpres

Novi Rahmadani

Ahad, 02 November 2025 21:09:21 WIB
Cetak
Popularitas Bukan Jaminan Bisa Maju Kontestasi Pilpres

Jakarta, BeritaOne.Id - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai bahwa dinamika politik di Indonesia sering kali tidak bisa ditebak.

Ia menyebut bahwa faktor utama dalam penentuan calon presiden dan wakil presiden bukan semata popularitas, melainkan hasil dari kesepakatan elite politik.


“Jika diulas, banyak nama-nama yang dulu mungkin tidak pernah populer atau diperhitungkan, tapi kemudian tiba-tiba dijagokan untuk maju sebagai calon wakil presiden,” ujar Adi, lewat kanal Youtube miliknya dikutip Minggu, 2 November 2025.

Adi mencontohkan pasangan-pasangan presiden dan wakil presiden di masa lalu yang sempat mengejutkan publik.

“Dulu siapa yang membayangkan bahwa SBY ketika maju untuk kedua kalinya, calon wakil presidennya adalah Boediono. Keduanya sama-sama orang Jawa dan nasionalis. Padahal biasanya ada kombinasi Jawa dan non-Jawa, atau nasionalis dan Islam,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi pada periode kedua Presiden Joko Widodo. Menurut Adi, pemilihan KH Ma’ruf Amin sebagai wakil Jokowi pada Pilpres 2019 adalah keputusan yang tidak banyak diprediksi.

“Padahal dulu ada banyak nama populer seperti Mahfud MD yang dinilai punya kapasitas dan disukai publik. Tapi pada akhirnya, Jokowi memilih KH Ma’ruf Amin, sosok yang tidak pernah diperhitungkan dan bahkan elektabilitasnya tidak pernah muncul di radar survei,” ujarnya.

Dari contoh-contoh tersebut, Adi menyimpulkan bahwa keputusan politik di Indonesia kerap ditentukan oleh faktor elite, bukan sekadar tingkat keterkenalan atau hasil survei.

“Faktor determinannya adalah persoalan elite politik yang ada di negara kita, termasuk juga soal majunya calon wakil presiden,” jelasnya.

Adi juga menyinggung proses politik yang mengantarkan Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden pada 2024 lalu. Menurutnya, munculnya nama Gibran merupakan hasil dari kesepakatan elite yang tidak terlepas dari putusan Mahkamah Konstitusi yang kala itu menimbulkan kontroversi.

“Nama-nama seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, atau Sri Mulyani saat itu sangat populer, tapi justru yang maju adalah Gibran yang sebelumnya tidak pernah masuk radar survei,” katanya.

Adi menegaskan, popularitas atau elektabilitas bukan jaminan untuk bisa maju dalam kontestasi politik.

“Bekal populer, disukai, dan seterusnya itu tidak menjamin apapun untuk bisa maju, sekalipun hanya sebatas calon wakil presiden,” tegasnya.

Lebih jauh, Direktur Parameter Politik Indonesia itu menyoroti cepatnya perubahan preferensi publik terhadap tokoh-tokoh politik di tanah air.

“Di Indonesia memang gampang memvonis hitam putihnya seseorang. Cepat suka, tapi juga cepat benci,” ujarnya.

Ia mencontohkan fenomena pergeseran perhatian publik terhadap figur-figur politik baru. Beberapa bulan lalu, Dedi Mulyadi sempat digadang-gadang maju di 2029 sebagai calon wakil presiden karena viral dan ekspos politik yang luar biasa.

"Tapi tak lama kemudian muncul nama Purbaya. Baru dua bulan menjabat Menteri Keuangan, kesukaan publik kepada Dedi mulai berkurang dan beralih kepada Purbaya,” ungkapnya.

Adi menutup dengan catatan bahwa perubahan opini publik di Indonesia sangat dinamis.

“Sebelumnya muncul nama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Gibran Rakabuming Raka, dan AHY. Tapi hari ini, seakan jarum jam berubah total dan semua orang terfokus pada Purbaya Yudhi Sadewa,” pungkasnya.  **BrOne-09


Sumber : Rmol Com /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Politik

Prabowo Diminta Akhiri Kebrutalan Demokrasi Liberal

Sabtu, 03 Januari 2026 - 23:29:47 WIB
Politik

Optimisme Masyarakat ke Purbaya Munculkan Fenomena Makan Tabungan

Jumat, 26 Desember 2025 - 23:10:59 WIB
Politik

Purbaya Puji Perbaikan Bea Cukai, Meski Sempat “Perlu Digebuk Dikit"

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:32:08 WIB
Politik

Pelepasan 1,6 Juta Hektar Hutan Era Zulhas Bukan Izin Sawit, tapi Tata Ruang

Sabtu, 06 Desember 2025 - 20:59:02 WIB
Politik

Prabowo-Gibran Hadir di HUT ke-61 Golkar

Jumat, 05 Desember 2025 - 22:44:51 WIB
Politik

Purbaya Tepis Keras Kabar Bersitegang dengan DPR Soal Pajak Baru

Selasa, 02 Desember 2025 - 15:11:09 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Muscab I JMSI Kampar Tetapkan Hj Netty Mindrayani sebagai Ketua
29 September 2026
PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal
28 September 2026
JMSI Riau Gelar UKW 4-6 November 2026, Pendaftaran Dibuka dan Kuota Terbatas
28 September 2026
Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
25 September 2026
Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
23 September 2026
PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
18 September 2026
Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
18 September 2026
Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
17 September 2026
Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
17 September 2026
UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
17 September 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
    Dibaca: 238 Kali
  • 02
    Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
    Dibaca: 303 Kali
  • 03
    PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
    Dibaca: 498 Kali
  • 04
    Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
    Dibaca: 1e3 Kali
  • 05
    Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
    Dibaca: 489 Kali
  • 06
    Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
    Dibaca: 536 Kali
  • 07
    UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
    Dibaca: 499 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id