• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 03 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Politik

KDM Korban Ilusi Politik Panggung

Novi Rahmadani

Senin, 26 Mei 2025 11:59:28 WIB
Cetak
KDM Korban Ilusi Politik Panggung

Jakarta, BeritaOne.Id - ROCKY GERUNG (RG) mengkritisi Gubernur Jawa Barat KDM (Kang Dedi Mulyadi). Netizen langsung bereaksi keras, bahkan tidak sedikit pesohor ikut mengecam RG. Baru tiga bulan menjabat KDM menghipnotis publik. Ia dianggap prototipe pemimpin ideal. Jangan coba-coba menentangnya, jika tidak ingin dihujat jutaan netizen.

RG mengerti realitas itu, namun tetap lantang bersuara mengajak publik berpikir lebih dalam. Bahwa kemudian mayoritas kontra justru membuktikan pemahaman dangkal awam. RG ketika mengucapkan argumen selalu punya pendasaran teoritis kuat, tidak sekadar mencari sensasi. Kendati gayanya cenderung nyeleneh dan kerap kali menimbulkan kontroversi.

Tulisan ini hendak melihat relevansi buah pikiran Guy Debord seorang filsuf Prancis tentang The Society of the Spectacle atau masyarakat tontonan yang disitir RG ketika mengomentari KDM dalam satu acara talkshow.

Fenomena masyarakat tontonan didasari kritik kiri terhadap kapitalisme. Kapitalisme menggiring masyarakat sekadar konsumen dari pasar. Kompleksitas hubungan antar warga dikerdilkan oleh citra yang sengaja dibangun.

Citra seolah-olah representasi keinginan kolektif. Melalui iklan produk di media televisi, misalnya, membuat kita terobsesi untuk memiliki sebuah produk atas dasar keinginan bukan kebutuhan riil.

Itulah kapitalisme bekerja memanipulasi kesadaran kognitif masyarakat menurut Guy Debord. Masyarakat tontonan lalu melahirkan mentalitas kerumunan yang menihilkan otonomi individu.

Bisa dibayangkan masyarakat tontonan yang dicemaskan Guy Debord pada masa tahun 1960-an dibandingkan era sekarang. Media YouTube, Tiktok, dan Instagram jauh berdampak dahsyat membentuk citra dan persepsi publik.

Di titik ini, relevansi analisis masyarakat tontonan dalam konteks politik kontemporer. Politik bermakna luhur urusan kebaikan bersama (common good) dicerabut oleh permainan kekuasaan para elite semata. Kita terseret ilusi politik panggung yang sebetulnya cuma urusan res-privata bukan res-publica.

KDM sebagai Gubernur Jawa Barat semestinya menyadari melekat pada dirinya predikat seorang pejabat publik. Hak dan kewajiban pejabat publik berbeda dengan rakyat biasa (common people).

Pejabat publik memiliki hak keistimewaan (privilege), seperti tunjangan jabatan, rumah dinas, dan biaya operasional selama bertugas. Pada sisi lain, pejabat publik juga dibatasi perilakunya, ia wajib menjungjung tinggi  etika publik.

Tidak salah menunjukan sikap egaliter dengan mendobrak kekakuan protokoler kedinasan. Termasuk menggunakan sosial media sepanjang untuk mempromosikan program pemerintah. Tetapi, kalau tujuan publikasi di sosial media mengejar monetisasi menjadi problematis. Kendati uang yang diperoleh sebagian dibagikan kepada orang miskin.

Memang belum ada regulasi yang mengatur detail pejabat publik melakukan monetisasi. Di sini akal sehat bicara, rasanya aspek kepatutan tidak etis pejabat publik memperoleh pendapatan di luar kewenangan posisi jabatannya.

Penting dipahami, jabatan merupakan fungsi yang harus dijalankan sistematis dan terstruktur sesuai peraturan perundangan. Perasaan belas kasihan bukan alasan menyantuni orang miskin. Tanggung jawab pemerintah secara institusional adalah intensi melakukan tindakan afirmasi. Karena itu diatur terkait pengamanan sosial (social security) bagi kelompok masyarakat bawah.

Tentu, gempuran modernitas lewat perkembangan teknologi sesuatu yang sulit dihindari. Hanya saja di tengah situasi itu, apakah kita menyerah cukup sebagai konsumen peradaban?

Fenomena masyarakat tontonan  yang diungkap Guy Debord pisau analisis membongkar kekeliruan kita memandang realitas. Dan hal ini dimungkinkan ketika tumbuh kesadaran kritis. Dengan cara ini lalu kita tidak mudah terhipnotis keadaan.

Jadi, tanpa disadari kalau KDM arogan mengabaikan kritisisme malah larut dengan euforia mentalitas kerumunan, sebetulnya korban ilusi politik panggung.

Ingat, tamparan keras purnawiran TNI/Polri menuntut kembali ke UUD 1945 karena demokrasi yang diperjuangkan kaum reformasi dinilai melahirkan pemimpin-pemimpin karbitan bermodal popularitas.

Kritik yang pantas direnungkan agar kita tidak termasuk kategori masyarakat tontonan. **BrOne-09


Sumber : Rmol Com /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Politik

Prabowo Diminta Akhiri Kebrutalan Demokrasi Liberal

Sabtu, 03 Januari 2026 - 23:29:47 WIB
Politik

Optimisme Masyarakat ke Purbaya Munculkan Fenomena Makan Tabungan

Jumat, 26 Desember 2025 - 23:10:59 WIB
Politik

Purbaya Puji Perbaikan Bea Cukai, Meski Sempat “Perlu Digebuk Dikit"

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:32:08 WIB
Politik

Pelepasan 1,6 Juta Hektar Hutan Era Zulhas Bukan Izin Sawit, tapi Tata Ruang

Sabtu, 06 Desember 2025 - 20:59:02 WIB
Politik

Prabowo-Gibran Hadir di HUT ke-61 Golkar

Jumat, 05 Desember 2025 - 22:44:51 WIB
Politik

Purbaya Tepis Keras Kabar Bersitegang dengan DPR Soal Pajak Baru

Selasa, 02 Desember 2025 - 15:11:09 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
30 Juni 2026
Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
30 Juni 2026
Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
29 Juni 2026
DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
28 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 374 Kali
  • 02
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 263 Kali
  • 03
    Sabu Disembunyikan di Belakang Rumah, Warga Peranap Digelandang ke Polres Inhu
    Dibaca: 304 Kali
  • 04
    DPP IKJR Hadiri HUT ke 44 Tahun Desa Payung Sekaki, Kampriwoto : Tidak Benar Ada Dualisme Kepengurusan
    Dibaca: 309 Kali
  • 05
    Berdedikasi Bangun Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah, Hotli Maruli Sirait Raih Anugerah "An Extraordinary Leader" JMSI Award 2026
    Dibaca: 343 Kali
  • 06
    PLN UP3 Rengat Siaga Penuh, Pastikan Listrik Andal Tanpa Kedip Selama MTQ ke-44 Riau di Kuansing
    Dibaca: 332 Kali
  • 07
    Kapolsek Rengat Barat Turun Langsung Pantau Jagung, Program P2B Terus Diperkuat di Desa
    Dibaca: 673 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id