• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Ahad, 05 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Nasional

Blockchain Sebagai Solusi untuk Transparansi dan Efisiensi Perdagangan Karbon

Fitri Aisah

Rabu, 11 September 2024 18:27:54 WIB
Cetak
Blockchain Sebagai Solusi untuk Transparansi dan Efisiensi Perdagangan Karbon

BeritaOne.id - Perdagangan karbon adalah mekanisme yang dirancang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dalam sistem ini, sebuah entitas, baik perusahaan atau negara, diberikan kuota emisi karbon, atau kredit karbon. Jika sebuah entitas menghasilkan emisi yang lebih rendah dari kuota tersebut, kredit karbon yang tidak digunakan dapat diperdagangkan kepada entitas lain yang membutuhkan.

Tujuan utama perdagangan karbon adalah untuk mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca secara global.

Teknologi Blockchain

Dalam pelaksanaan perdagangan karbon, teknologi sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program ini. Teknologi blockchain memiliki potensi besar dalam mempermudah dan merevolusi perdagangan karbon.

Dengan blockchain, pencatatan transaksi dapat dilakukan secara aman, transparan, dan terdesentralisasi, sehingga proses perdagangan menjadi lebih efisien. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008 sebagai teknologi dasar mata uang kripto Bitcoin, blockchain telah berkembang luas dan diaplikasikan di berbagai sektor, seperti manajemen rantai pasokan, keuangan, perbankan, sertifikasi identitas digital, kesehatan, dan energi terdesentralisasi.

Blockchain merupakan rangkaian rantai (chain) yang terdiri dari blok-blok data (blocks) yang saling terhubung. Setiap blok menyimpan sejumlah informasi, seperti data transaksi (waktu, jumlah, dan pihak yang terlibat), hash kriptografis dari blok sebelumnya, serta mekanisme konsensus untuk memvalidasi transaksi dan blok baru. Saat terjadi transaksi baru, jaringan komputer terdistribusi (nodes) akan memverifikasinya melalui mekanisme konsensus.

Setelah diverifikasi, transaksi akan dimasukkan ke blok baru dan ditambahkan ke rangkaian rantai.

Blockchain dalam Perdagangan Karbon

Blockchain menawarkan solusi efektif dan efisien dalam mendukung perdagangan karbon yang transparan, terlacak, dan aman.

Beberapa manfaat utama penggunaan blockchain dalam perdagangan karbon meliputi transparansi, efisiensi, serta kemudahan penelusuran dan integrasi dengan energi terbarukan.

Dalam hal transparansi, blockchain mencatat seluruh riwayat transaksi secara terbuka, sehingga memudahkan penelusuran asal-usul kredit karbon.

Teknologi ini juga mencegah terjadinya _double countin_ g, di mana satu kredit karbon tidak dapat diperjualbelikan lebih dari sekali, sehingga integritas data tetap terjaga.

Dari sisi efisiensi, blockchain memfasilitasi penggunaan _smart contracts_ yang mengotomatisasi proses pemberian insentif tanpa intervensi pihak ketiga.

Kontrak jual-beli karbon dapat dieksekusi secara otomatis dan cepat melalui smart contracts mengurangi waktu dan biaya transaksi. Selain itu, teknologi blockchain juga memfasilitasi perdagangan energi terbarukan antar pengguna secara langsung tanpa birokrasi yang rumit.

Pemanfaatan blockchain juga memungkinkan pelacakan kepemilikan kredit karbon secara _real-time_ . Kredit karbon dapat ditokenisasi sebagai aset digital yang dapat dilacak dari proses penciptaan hingga penggunaannya.

Hal ini menjamin bahwa setiap kredit karbon berasal dari sumber yang valid dan terverifikasi. Tokenisasi juga membuka peluang baru dalam pembiayaan hijau dan mempermudah perdagangan global serta integrasi energi terbarukan ke dalam grid listrik.

Manfaat dan Tantangan Penerapan Blockchain dalam Perdagangan Karbon

Beberapa contoh penerapan blockchain dalam perdagangan karbon telah terlihat, seperti IBM yang menggunakan teknologi ini untuk memperdagangkan kredit karbon dengan lebih transparan dan efisien.

Perusahaan lain seperti Veridium juga telah memanfaatkan blockchain untuk pelacakan dan perdagangan _carbon offsets_ yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar.

Dalam ekosistem perdagangan karbon yang lebih luas, blockchain memberikan manfaat kepada berbagai pemangku kepentingan.

Bagi penjual kredit karbon, teknologi ini menawarkan jejak audit yang transparan dan terpercaya, serta pembayaran yang lebih cepat.

Bagi pembeli, blockchain menjamin kredibilitas dan kepastian asal-usul kredit karbon yang dibeli. Regulator, dalam hal ini pemerintah, dapat memanfaatkan data _real-time_ untuk memantau dan mengatur pasar karbon baik di tingkat nasional maupun internasional. Para investor juga dapat berinvestasi pada aset digital berupa kredit karbon sebagai instrumen pembiayaan hijau yang baru.

Namun, penerapan blockchain dalam perdagangan karbon menghadapi sejumlah tantangan, antara lain:

Regulasi 
Penggunaan blockchain harus sesuai dengan regulasi perdagangan karbon di tingkat nasional dan global.

Adopsi teknologi
Diperlukan infrastruktur dan integrasi yang memadai agar blockchain dapat diadopsi secara luas.

Keamanan 
Menjaga keamanan data transaksi dan mencegah serangan siber menjadi isu krusial.

Penutup
Blockchain merupakan teknologi revolusioner yang menawarkan cara baru untuk mencatat dan memverifikasi transaksi dengan lebih aman, transparan, dan efisien.

Secara keseluruhan, penerapannya dalam perdagangan karbon dapat mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon dan hijau. Blockchain juga membuka peluang integrasi pasar karbon global yang lebih terhubung.

Tokenisasi kredit karbon memberikan kesempatan baru dalam pembiayaan hijau, dan dapat memberdayakan komunitas lokal dalam proyek karbon melalui transparansi dan insentif.

Namun, penerapan blockchain dalam perdagangan karbon masih memerlukan solusi terhadap tantangan skalabilitas dan regulasi yang mendukung.

Penulis:
- Thalhah Fakhrizal, Direktur Utama - PT Jabar Telematika
- Bobby Fachrizal Assiddiq, Pemerhati Isu Lingkungan - PT Labsistematika Indonesia


 Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Nasional

Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:51:01 WIB
Nasional

Didukung Alumni Se-Indonesia, Andar Amin Harahap Pimpin IKA SMAN 2 PSP

Senin, 27 April 2026 - 10:42:52 WIB
Nasional

Sebanyak 70 Calon Anggota Mendaftar, Rianto SH, MH Curi Perhatian di Seleksi Komisi Informasi Sumut 2026

Rabu, 22 April 2026 - 22:44:29 WIB
Nasional

3 Tahun Penembakan Tokoh Pers Rahimandani Tak Terungkap, Ketum JMSI: Ini Luka Demokrasi

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:09:08 WIB
Nasional

HUT ke-6 JMSI, Dewan Pers Respons Positif Usulan Perluasan Perlindungan HAM bagi Insan Pers

Ahad, 08 Februari 2026 - 21:32:11 WIB
Nasional

Percepatan PSR Digenjot, BPDP Gandeng 42 Kelembagaan Pekebun di 11 Provinsi

Sabtu, 07 Februari 2026 - 20:08:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
01 Juli 2026
Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
30 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
30 Juni 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 249 Kali
  • 02
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 218 Kali
  • 03
    Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif
    Dibaca: 229 Kali
  • 04
    Zakat Pegawai PLN Jadi Penggerak Usaha Mikro, YBM PLN Hadirkan Modal Usaha dan Gerobak Cahaya
    Dibaca: 280 Kali
  • 05
    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rengat Barat Intensif Monitoring Pekarangan Bergizi di Empat Desa
    Dibaca: 483 Kali
  • 06
    PLN Tegaskan Komitmen Hadirkan Listrik Andal, Sinergi dengan Komisi XII DPR RI Percepat Pembangunan Kelistrikan Riau
    Dibaca: 268 Kali
  • 07
    Kelompok Nasrun Sitepu dan Kani Kembali Berurusan dengan Polisi Akibat Menjarah di Kebun Agrinas
    Dibaca: 371 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id