Kanal

PT Astra International Tbk Umumkan Buyback Saham Rp8 Triliun untuk 12 Bulan

PT Astra International Tbk (Astra) mengumumkan program pembelian kembali saham baru senilai hingga Rp8 triliun untuk 12 bulan ke depan, telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026.

Bersamaan dengan itu, PT United Tractors Tbk (UT) turut mengumumkan buyback saham hingga Rp2 triliun untuk tiga bulan, sehingga total dana yang disiapkan kedua perusahaan mencapai Rp10 triliun.

"Astra telah mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp8 triliun untuk 12 bulan ke depan, yang telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026. Selain itu, UT juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp2 triliun untuk tiga bulan ke depan," ujar Presiden Direktur Astra Rudy.

Sebelumnya, Astra dan UT telah menyelesaikan buyback senilai Rp7,4 triliun sejak November 2025 hingga akhir Juni 2026. Astra juga menjalankan management share ownership program (MSOP) jangka panjang pada Juli 2026, untuk menyelaraskan insentif manajemen dengan penciptaan nilai jangka panjang.

Kinerja Semester I 2026: Otomotif dan Jasa Keuangan Naik

Langkah buyback ini muncul di tengah laporan kinerja semester I 2026. Laba bersih Otomotif naik 9 persen menjadi Rp5,9 triliun, sedangkan Jasa Keuangan tumbuh 6 persen menjadi Rp4,6 triliun.

"Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan," ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).

Pendapatan bersih konsolidasian Astra Rp157,9 triliun, turun 3 persen dari Rp162,9 triliun. Laba bersih tanpa non-recurring items Rp14,9 triliun, turun 7 persen dari Rp16 triliun. Setelah pos nonberulang Rp2,4 triliun, laba bersih final tercatat Rp12,5 triliun. Laporan per 30 Juni 2026 ini belum diaudit dan disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.

Penjualan Mobil dan Motor Tumbuh

Penjualan mobil nasional naik 16 persen menjadi 437.000 unit, penjualan mobil Astra naik 10 persen, dengan pangsa pasar tetap 51 persen. Toyota dan Daihatsu tetap berada di posisi pertama dan kedua sebagai merek mobil terlaris di Indonesia.

Penjualan sepeda motor nasional naik 1 persen menjadi 3,1 juta unit, sejalan penjualan motor Honda yang naik 1 persen dengan pangsa pasar 77 persen. Laba bersih divisi Komponen melonjak 23 persen menjadi Rp921 miliar.

Di divisi Mobilitas, penjualan mobil bekas naik 4 persen menjadi 15.700 unit, sedangkan kendaraan dalam kontrak bertambah 13 persen menjadi 29.200 unit.

Pembiayaan Baru dan Segmen Lain

Nilai pembiayaan baru dari divisi pembiayaan konsumen naik 10 persen menjadi Rp61,8 triliun, didorong pembiayaan otomotif dan multi-cycle. Divisi pembiayaan sepeda motor menyumbang laba Rp2,4 triliun (+4%), pembiayaan mobil Rp1,2 triliun (+6%), dan pembiayaan alat berat Rp8,1 triliun (+1%) dengan laba Rp130 miliar (+11%). Perusahaan asuransi Astra tumbuh 7 persen menjadi Rp906 miliar.

Pertambangan Tertekan, Roadmap Baru

Segmen Lain-lain yang mencerminkan Wider Businesses Grup naik 31 persen menjadi Rp1,6 triliun, ditopang agribisnis dan properti. Solusi Pertambangan dan Alat Berat justru turun 46 persen menjadi Rp2,7 triliun akibat minimnya penjualan emas Tambang Emas Martabe dan penurunan kuota batu bara RKAB. Martabe sempat berhenti beroperasi awal 2026, aktif kembali sejak kuartal II.

Langkah buyback sejalan dengan Strategy Roadmap baru Astra sejak Mei 2026, memfokuskan Grup pada tiga bisnis inti—Otomotif, Jasa Keuangan, serta Solusi Pertambangan dan Alat Berat—dengan pilar Focus, Clarity, Discipline, dan Commitment.

"Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis," kata Rudy.

Nilai aset bersih per saham Astra tercatat Rp5.763 pada 30 Juni 2026, naik 1 persen, sementara ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 1 persen menjadi Rp230,1 triliun.

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER