• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 10 Juli 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah
  • Meranti

Sejarah Tradisi Cue Lak di Selatpanjang ditonton Ribuan Orang

MD Yasir

Sabtu, 28 Januari 2023 08:00:31 WIB
Cetak
Sejarah Tradisi Cue Lak di Selatpanjang ditonton Ribuan Orang

SELATPANJANG - Tradisi Cue Lak atau perayaan hari puncak Tahun Baru Imlek 2574 di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau memiliki daya tarik yang sangat luar biasa.

Dalam pantauan dilansir antara, Jumat, ribuan masyarakat dari dalam dan luar Kepulauan Meranti tampak tumpah ruah di sejumlah sudut jalan kota melihat arak-arakan para dewa tersebut. Pawai ini dimulai pukul 06.30 sampai dengan pukul 19.00 WIB.

Cue Lak juga menjadi puncak ibadah Imlek bagi masyarakat Tionghoa di Kota Selatpanjang. Sebanyak 23 kelenteng yang ada di Kota Selatpanjang dikunjungi oleh Dewa Cho Se Kong yang berulang tahun di hari yang sama. Masyarakat Tionghoa juga menyebutkan Imlek keenam dengan sebutan Cue Lak.

Pelaksanaan ibadah ini sendiri juga sudah dua tahun tidak dilaksanakan akibat pandemi COVID-19. Dimana terakhir kali dilaksanakan pada 2020 lalu.

Sekretaris Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB), Tjuan An yang juga sebagai Ketua Panitia Kirab Budaya Imlek 2574 menceritakan sejarah singkat tentang Cue Lak. Pawai arak-arakan dewa tersebut merupakan tradisi masyarakat Taonisme.

"Ini tradisi dari Tiongkok (daratan China) yang dibawa nenek moyang ke Selatpanjang sekitar lebih dari 100 tahun yang lalu," ungkap Tjuan An.

Pada saat itu, ada dua dewa yang dibawa lari oleh nenek moyang mereka ke Selatpanjang yakni Dewa Cho Se Kong dan Dewa Tua Pek Kong yang sekarang ditempatkan di Vihara Sejahtra Sakti (kelenteng tertua) di Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang.

"Jadi tradisi perayaan Cue Lak (imlek keenam) hari lahir Cho Se Kong hanya dilaksanakan di Meranti, karena dewa aslinya ada di sini. Dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu, sejak nenek moyang kami lari membawa dewa dari China ke Selatpanjang," sebutnya.

Makna dari tradisi ini, tambah Tjuan An, memperingati hari lahir Dewa Che Se Kong. Selain itu dengan pawai keliling diharapkan bisa mengusir roh jahat, iblis dan segala macam bentuk kejahatan dan bencana. Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan sejak pagi hari hingga malam.

Setidaknya ada sebanyak tiga dewa yang diarak menggunakan tandu oleh panitia. Ketiga dewa tersebut ditandu sesuai dengan urutannya. Tandu paling depan atau pertama ditempati Tian Tho Wan Sue (Dewa Perang), tandu kedua dihuni Lie Loh Chia (Dewa Perang) dan tandu ketiga diduduki Dewa Cho Se Kong.

Selain ketiga dewa tersebut juga terdapat sejumlah dewa pengiring. Dewa pengiring itu diantaranya Dewa Lie Loh Chia (Panglima Perang), Dewa Tian Tho Wan Sue (Panglima Perang), Dewa Kuang Kong (Panglima Perang), Dewi Kuan In (Dewa Penyelamat Bumi), Dewa Sam Ong Hu (Dewa Raja), Dewa Tua Li Giah Peh (Dewa Neraka), Dewa Huat Cu Kong (Dewa Bumi), Dewa Sam Tai Kong (Dewa Bumi), Goh Ong Giah Kong (Dewa Raja), Tua Lang Kong (Dewa Raja), Dewa Tua Pek Kong (Dewa Wilayah).

Namun dewa pengiring tersebut bukan dalam bentuk patung, namun dipercaya masyarakat Tionghoa dalam bentuk roh yang merasuki warga-warga pilihan Tionghoa atau mereka menyebutnya Tang Ki.

Dijelaskan Tjuan An, Tang Ki adalah orang yang dipilih oleh para dewa untuk dirasuki. Tidak semua orang bisa menjadi Tang Ki, hanya orang terpilih saja. Para Tang Ki akan sangat dihargai oleh masyarakat Tionghoa, karena dianggap sebagai orang sakti dan orang pilihan para dewa. Yang menjadi Tang Ki adalah orang yang sama setiap tahunnya. Sampai ia mati atau dewanya memilih tubuh orang lain sebagai media.

Pada pagi hari imlek keenam, para Tang Ki akan disiapkan dengan berbagai ritual di masing-masing vihara. Sedikit bacaan, kemudian minum segelas teh (kalau dulu arak, sekarang tidak lagi dibolehkan oleh YSUBB). Kemudian secara otomatis, Tang Ki mulai kerasukan dewa yang menjadi pemilik tubuhnya.

"Baru kemudian para imam di vihara menusuk berbagai besi ke tubuh Tang Ki. Setelah itu akan diantar ke Vihara Sejahtera Sakti untuk berkumpul dengan para Tang Ki dari vihara-vihara lain. Setelah itu para Tang Ki akan diarak bersama tiga dewa yang ditandu untuk berkeliling ke 23 vihara yang sudah ditetapkan oleh panitia," tutur Tjuan An.

Pantauan di lapangan, saat memasuki waktu pelaksanaan Salat Jumat bagi masyarakat muslim, pawai dewa diistirahatkan sementara. Setelah pelaksanaan Salat Jumat selesai, pawai dewa kembali dilanjutkan.

"Kita sangat menghormati sesama agama. Makanya saat kawan-kawan muslim melaksanakan Shalat Jum'at kita beristirahat, dan setelah selesai, pawai dewa kita lanjutkan kembali," ungkapnya.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Tionghoa dan masyarakat lainnya yang telah membantu dan mendukung perayaan Imlek tahun ini. Mulai dari Pemkab Meranti, Polres Meranti, TNI, dan seluruh instansi lainnya. Termasuk juga seluruh ormas, media massa dan lainnya.

"Dengan dukungan seluruh pihak terhadap pelaksanaan imlek tahun ini, membuat perayaan Imlek di Selatpanjang bisa mendunia dan dikenal sampai ke mancanegara. Apalagi Imlek 2574 ini, pemerintah sudah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) COVID-19, sehingga kemeriahan Imlek bisa kembali dilaksanakan," pungkasnya.


Sumber : Antara /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

Dituding Difitnah Usai Bela Petani, Ketua DPRD Inhu Pertanyakan Legalitas PT SBP

Kamis, 09 Juli 2026 - 19:17:01 WIB
Daerah

Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 07 Juli 2026 - 15:59:09 WIB
Daerah

Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara

Sabtu, 04 Juli 2026 - 20:41:26 WIB
Daerah

Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat

Jumat, 03 Juli 2026 - 22:11:23 WIB
Daerah

19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu

Kamis, 02 Juli 2026 - 13:18:51 WIB
Daerah

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Inhu Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Profesional, Humanis, dan Adaptif

Rabu, 01 Juli 2026 - 22:10:45 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Dituding Difitnah Usai Bela Petani, Ketua DPRD Inhu Pertanyakan Legalitas PT SBP
09 Juli 2026
Ketika Pendidikan Karakter Menghadapi Tantangan: Dapatkah Hypnoteaching Menjadi Solusi?
09 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
07 Juli 2026
Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
04 Juli 2026
Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
04 Juli 2026
Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
03 Juli 2026
Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
03 Juli 2026
Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
02 Juli 2026
Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
02 Juli 2026
19 Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polres Inhu
02 Juli 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Bhabinkamtibmas Polsek Rengat Barat Intensif Pantau Pekarangan Pangan Bergizi, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
    Dibaca: 447 Kali
  • 02
    Tokoh Adat Inhu Angkat Bicara, Penjarah dan Pelaku Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim Harus Dipenjara
    Dibaca: 348 Kali
  • 03
    Brutal! Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas Dikeroyok Gerombolan Nasrun Sitepu Bersenjata Tajam
    Dibaca: 366 Kali
  • 04
    Kasat Intelkam Baharuddin Resmi Naik Jadi AKP, Total 64 Personel Polres Inhu Terima Kenaikan Pangkat
    Dibaca: 371 Kali
  • 05
    Ancaman Kerugian Negara Mengintai, Jalan Sungai Rawa Kembali Hancur Diduga Akibat ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
    Dibaca: 383 Kali
  • 06
    Meski Sudah Dilaporkan ke Polisi, Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut Melakukan Penjarahan TBS Agrina
    Dibaca: 486 Kali
  • 07
    Inovasi Layanan Perkuat Program JKN, Akses Kesehatan Masyarakat Kian Mudah
    Dibaca: 496 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id