• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Daerah
  • Meranti

Sejarah Tradisi Cue Lak di Selatpanjang ditonton Ribuan Orang

MD Yasir

Sabtu, 28 Januari 2023 08:00:31 WIB
Cetak
Sejarah Tradisi Cue Lak di Selatpanjang ditonton Ribuan Orang

SELATPANJANG - Tradisi Cue Lak atau perayaan hari puncak Tahun Baru Imlek 2574 di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau memiliki daya tarik yang sangat luar biasa.

Dalam pantauan dilansir antara, Jumat, ribuan masyarakat dari dalam dan luar Kepulauan Meranti tampak tumpah ruah di sejumlah sudut jalan kota melihat arak-arakan para dewa tersebut. Pawai ini dimulai pukul 06.30 sampai dengan pukul 19.00 WIB.

Cue Lak juga menjadi puncak ibadah Imlek bagi masyarakat Tionghoa di Kota Selatpanjang. Sebanyak 23 kelenteng yang ada di Kota Selatpanjang dikunjungi oleh Dewa Cho Se Kong yang berulang tahun di hari yang sama. Masyarakat Tionghoa juga menyebutkan Imlek keenam dengan sebutan Cue Lak.

Pelaksanaan ibadah ini sendiri juga sudah dua tahun tidak dilaksanakan akibat pandemi COVID-19. Dimana terakhir kali dilaksanakan pada 2020 lalu.

Sekretaris Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB), Tjuan An yang juga sebagai Ketua Panitia Kirab Budaya Imlek 2574 menceritakan sejarah singkat tentang Cue Lak. Pawai arak-arakan dewa tersebut merupakan tradisi masyarakat Taonisme.

"Ini tradisi dari Tiongkok (daratan China) yang dibawa nenek moyang ke Selatpanjang sekitar lebih dari 100 tahun yang lalu," ungkap Tjuan An.

Pada saat itu, ada dua dewa yang dibawa lari oleh nenek moyang mereka ke Selatpanjang yakni Dewa Cho Se Kong dan Dewa Tua Pek Kong yang sekarang ditempatkan di Vihara Sejahtra Sakti (kelenteng tertua) di Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang.

"Jadi tradisi perayaan Cue Lak (imlek keenam) hari lahir Cho Se Kong hanya dilaksanakan di Meranti, karena dewa aslinya ada di sini. Dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu, sejak nenek moyang kami lari membawa dewa dari China ke Selatpanjang," sebutnya.

Makna dari tradisi ini, tambah Tjuan An, memperingati hari lahir Dewa Che Se Kong. Selain itu dengan pawai keliling diharapkan bisa mengusir roh jahat, iblis dan segala macam bentuk kejahatan dan bencana. Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan sejak pagi hari hingga malam.

Setidaknya ada sebanyak tiga dewa yang diarak menggunakan tandu oleh panitia. Ketiga dewa tersebut ditandu sesuai dengan urutannya. Tandu paling depan atau pertama ditempati Tian Tho Wan Sue (Dewa Perang), tandu kedua dihuni Lie Loh Chia (Dewa Perang) dan tandu ketiga diduduki Dewa Cho Se Kong.

Selain ketiga dewa tersebut juga terdapat sejumlah dewa pengiring. Dewa pengiring itu diantaranya Dewa Lie Loh Chia (Panglima Perang), Dewa Tian Tho Wan Sue (Panglima Perang), Dewa Kuang Kong (Panglima Perang), Dewi Kuan In (Dewa Penyelamat Bumi), Dewa Sam Ong Hu (Dewa Raja), Dewa Tua Li Giah Peh (Dewa Neraka), Dewa Huat Cu Kong (Dewa Bumi), Dewa Sam Tai Kong (Dewa Bumi), Goh Ong Giah Kong (Dewa Raja), Tua Lang Kong (Dewa Raja), Dewa Tua Pek Kong (Dewa Wilayah).

Namun dewa pengiring tersebut bukan dalam bentuk patung, namun dipercaya masyarakat Tionghoa dalam bentuk roh yang merasuki warga-warga pilihan Tionghoa atau mereka menyebutnya Tang Ki.

Dijelaskan Tjuan An, Tang Ki adalah orang yang dipilih oleh para dewa untuk dirasuki. Tidak semua orang bisa menjadi Tang Ki, hanya orang terpilih saja. Para Tang Ki akan sangat dihargai oleh masyarakat Tionghoa, karena dianggap sebagai orang sakti dan orang pilihan para dewa. Yang menjadi Tang Ki adalah orang yang sama setiap tahunnya. Sampai ia mati atau dewanya memilih tubuh orang lain sebagai media.

Pada pagi hari imlek keenam, para Tang Ki akan disiapkan dengan berbagai ritual di masing-masing vihara. Sedikit bacaan, kemudian minum segelas teh (kalau dulu arak, sekarang tidak lagi dibolehkan oleh YSUBB). Kemudian secara otomatis, Tang Ki mulai kerasukan dewa yang menjadi pemilik tubuhnya.

"Baru kemudian para imam di vihara menusuk berbagai besi ke tubuh Tang Ki. Setelah itu akan diantar ke Vihara Sejahtera Sakti untuk berkumpul dengan para Tang Ki dari vihara-vihara lain. Setelah itu para Tang Ki akan diarak bersama tiga dewa yang ditandu untuk berkeliling ke 23 vihara yang sudah ditetapkan oleh panitia," tutur Tjuan An.

Pantauan di lapangan, saat memasuki waktu pelaksanaan Salat Jumat bagi masyarakat muslim, pawai dewa diistirahatkan sementara. Setelah pelaksanaan Salat Jumat selesai, pawai dewa kembali dilanjutkan.

"Kita sangat menghormati sesama agama. Makanya saat kawan-kawan muslim melaksanakan Shalat Jum'at kita beristirahat, dan setelah selesai, pawai dewa kita lanjutkan kembali," ungkapnya.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Tionghoa dan masyarakat lainnya yang telah membantu dan mendukung perayaan Imlek tahun ini. Mulai dari Pemkab Meranti, Polres Meranti, TNI, dan seluruh instansi lainnya. Termasuk juga seluruh ormas, media massa dan lainnya.

"Dengan dukungan seluruh pihak terhadap pelaksanaan imlek tahun ini, membuat perayaan Imlek di Selatpanjang bisa mendunia dan dikenal sampai ke mancanegara. Apalagi Imlek 2574 ini, pemerintah sudah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) COVID-19, sehingga kemeriahan Imlek bisa kembali dilaksanakan," pungkasnya.


Sumber : Antara /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Daerah

Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Rengat Barat Turun Langsung Dukung Ketahanan Pangan Warga

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:49:00 WIB
Daerah

Polri Hadir di Sektor Pertanian, Kapolsek Batang Cenaku Tinjau Budidaya Jagung Pipil

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:51:21 WIB
Daerah

Pascagenangan Air, Kapolsek Rengat Barat Cek Kondisi Lahan Jagung di Desa Talang Jerinjing

Senin, 18 Mei 2026 - 09:49:22 WIB
Daerah

Bertekad Murnikan Organisasi, Fadila Saputra Maju Jadi Calon Ketua PPM Riau

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:46:12 WIB
Daerah

Dukung Asta Cita Presiden, Kapolsek Rengat Barat Aktif Monitoring Ketahanan Pangan di Hari Libur

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:05:19 WIB
Daerah

Sinergi Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program P2B di Desa Sialang Dua Dahan

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:18:55 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Rengat Barat Turun Langsung Dukung Ketahanan Pangan Warga
19 Mei 2026
Polri Hadir di Sektor Pertanian, Kapolsek Batang Cenaku Tinjau Budidaya Jagung Pipil
19 Mei 2026
Polsek Rengat Barat Tangkap Pria di Warung Nasi Pematang Reba, Sabu Ditemukan dalam Jok Motor
19 Mei 2026
Pascagenangan Air, Kapolsek Rengat Barat Cek Kondisi Lahan Jagung di Desa Talang Jerinjing
18 Mei 2026
Pengedar Sabu Diciduk di Terminal Pematang Reba, Polisi Sita 13,23 Gram Barang Bukti
18 Mei 2026
Bertekad Murnikan Organisasi, Fadila Saputra Maju Jadi Calon Ketua PPM Riau
16 Mei 2026
Dukung Asta Cita Presiden, Kapolsek Rengat Barat Aktif Monitoring Ketahanan Pangan di Hari Libur
14 Mei 2026
Polsek Rengat Barat Bekuk “Dukun” Pengedar Sabu, Lima Orang Diamankan
14 Mei 2026
Sinergi Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program P2B di Desa Sialang Dua Dahan
13 Mei 2026
Kapolsek Rengat Barat Galakkan Program P2B untuk Ketahanan Pangan Nasional
13 Mei 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Polsek Rengat Barat Tangkap Pria di Warung Nasi Pematang Reba, Sabu Ditemukan dalam Jok Motor
    Dibaca: 380 Kali
  • 02
    Pascagenangan Air, Kapolsek Rengat Barat Cek Kondisi Lahan Jagung di Desa Talang Jerinjing
    Dibaca: 296 Kali
  • 03
    Pengedar Sabu Diciduk di Terminal Pematang Reba, Polisi Sita 13,23 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 214 Kali
  • 04
    Bertekad Murnikan Organisasi, Fadila Saputra Maju Jadi Calon Ketua PPM Riau
    Dibaca: 224 Kali
  • 05
    Dukung Asta Cita Presiden, Kapolsek Rengat Barat Aktif Monitoring Ketahanan Pangan di Hari Libur
    Dibaca: 704 Kali
  • 06
    Polsek Rengat Barat Bekuk “Dukun” Pengedar Sabu, Lima Orang Diamankan
    Dibaca: 1e3 Kali
  • 07
    Sinergi Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program P2B di Desa Sialang Dua Dahan
    Dibaca: 723 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id