• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Internasional

Siswa Muslim Prancis Sulit Dapatkan Makanan Halal di Sekolah

MD Yasir

Senin, 24 Oktober 2022 08:19:58 WIB
Cetak
Siswa Muslim Prancis Sulit Dapatkan Makanan Halal di Sekolah

PARIS, Beritaone.id -  Meskipun hanya sedikit mendapatkan sorotan media, masalah makanan di kafetaria sekolah Prancis memusingkan banyak orang tua siswa Muslim. Mengutip versi sekularisme, beberapa walikota negara itu memutuskan untuk tidak menawarkan menu alternatif di kafetaria sekolah.

Masalah ini mencuat dalam kasus di Tassin-la-Demi-Lune, sebuah komune di pinggiran Lyon. Pemerintah wilayah ini sejak 2016 mengamanatkan bahwa hanya satu menu yang ditawarkan untuk makanan sekolah.

Ketika satu-satunya makanan yang ditawarkan terkadang berpusat pada daging babi, siswa yang hanya makan halal bagi Muslim dan kosher bagi Yahudi mengalami kesulitan mendapatkan cukup makanan. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa walikota telah mengusulkan menu vegetarian eksklusif, dengan alasan masalah lingkungan.

Sedangkan walikota lain telah memberikan pilihan kepada orang tua dengan tiga kemungkinan menu: daging, ikan, atau vegetarian. Balai Kota Grenoble meminta orang tua untuk memilih menu yang mereka inginkan dan 94 persen memilih menu ikan atau daging sapi dan ayam.

Anak-anak di sekolah tersebut dapat memilih makanannya. Tidak seperti situasi yang diciptakan oleh walikota lain yang berpikir bahwa sekularisme berarti membuat anak-anak Muslim dan Yahudi makan daging babi atau kelaparan.

Dihadapkan dengan kurangnya empati oleh walikota, orang tua di sekolah dengan daging babi menjadi satu-satunya pilihan makanan itu meluncurkan petisi daring untuk menuntut menu alternatif. Mereka mengatakan, bahwa Desember lalu, Dewan Negara dengan jelas memutuskan bahwa usulan menu alternatif sebenarnya tidak merusak sekularisme atau netralitas agama.

Selain itu, petisi tersebut berpendapat bahwa satu menu bertentangan dengan  sejarah pada saat limbah makanan dikritik. "Menu unik, yang dipertahankan oleh Dewan Kota di Tassin-la-Demi-Lune, menghalangi akses ke katering untuk 20 persen siswa, baik karena alasan agama, kesehatan, atau keyakinan (vegetarianisme),” kata petisi orang tua,

"Peran walikota adalah melayani masyarakat, seluruh penduduk, atas nama kesejahteraan umum," ujarnya

Beberapa tokoh terkenal, termasuk jurnalis dan aktivis feminis Rokhaya Diallo, telah memberikan dukungan pada petisi tersebut. Mereka mendorong orang lain untuk ikut menandatanganinya.

Umat Islam sering menjadi sasaran serangan dan pengucilan di tengah perdebatan intensif tentang visibilitas komunitas. Muncul pertanyaan tentang definisi dan aplikasi konkret dari prinsip sekularisme. Sementara beberapa ingin melangkah lebih jauh dengan melarang visibilitas terkait Muslim.

 


Sumber : Republika /  Editor : Yas

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Internasional

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:27:33 WIB
Internasional

Sah, Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Kamis, 08 Januari 2026 - 22:28:54 WIB
Internasional

130 Anak Sekolah Nigeria Dibebaskan setelah Sebulan Diculik

Senin, 22 Desember 2025 - 15:16:36 WIB
Internasional

Gibran Pamer QRIS hingga MBG di KTT G20 Afrika Selatan

Ahad, 23 November 2025 - 21:19:56 WIB
Internasional

Pemilu Berdarah di Tanzania Telan Korban Jiwa Hingga 700 Orang

Ahad, 02 November 2025 - 11:54:31 WIB
Internasional

Prabowo Tekankan Adaptasi dan Inovasi dalam Kemitraan ASEAN-Jepang

Ahad, 26 Oktober 2025 - 20:14:06 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Terseret Dua Kasus Korupsi, Wamen PU Diana Kusumastuti Diminta Segera Diperiksa
20 Agustus 2026
CERI Pertanyakan Harga Identik Sembilan Peserta Tender Cipta Karya Era Wamen PU Diana
19 Agustus 2026
Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
19 Agustus 2026
PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
18 Agustus 2026
Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
18 Agustus 2026
HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
18 Agustus 2026
PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
17 Agustus 2026
Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
16 Agustus 2026
PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
16 Agustus 2026
PT Astra International Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Bugisan Klaten
15 Agustus 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Dua Kali Pengungkapan, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita Diduga Pengedar Ekstasi
    Dibaca: 323 Kali
  • 02
    PT Tirta Sari Surya Salurkan Beasiswa untuk Anak Karyawan pada Peringatan HUT RI ke-81
    Dibaca: 223 Kali
  • 03
    Sambut HUT ke-81 RI, PLN Tebar Diskon 50% Tambah Daya Lewat PLN Mobile
    Dibaca: 243 Kali
  • 04
    HUT ke-70 Astra: Ini Filosofi di Balik Logo Barunya
    Dibaca: 289 Kali
  • 05
    PT Astra International Tbk Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT Lewat Program Nurani Astra
    Dibaca: 266 Kali
  • 06
    Dua Pengedar Sabu di Rengat Barat Dibekuk, Polisi Sita 9,31 Gram Barang Bukti
    Dibaca: 509 Kali
  • 07
    PLN All Out Kawal Listrik HUT ke-81 RI, Sambil Percepat Pemulihan Gempa Flores
    Dibaca: 343 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id