• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Selasa, 29 September 2026
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Pilihan
  • Terpopuler
  • SawitUpdate
  • Galeri
  • Video
  • Indeks Berita
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • SawitUpdate
  • Internasional
  • Nasional
  • Humoria
  • Intermezzo
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
Pilihan +INDEKS
  • 01
    ASUS ROG Zephyrus G14: Performa Tinggi dalam Gaming dan Produktivitas
    29 Mei 2024
  • 02
    JMSI Inhu Lakukan Kerja Sama Publikasi dan Advokasi Kemitraan Desa
    01 Mei 2024
  • 03
    Penduduk Kota Geger, Kisah Abu Nawas Mau Terbang
    22 April 2024
  • 04
    Baznas dan Bank Indonesia Bisa Bantu Masyarakat Melunasi Utang Pinjol, Berikut Cara dan Syaratnya
    18 April 2024
  • 05
    36 Kader Golkar Riau Dipanggil DPP Sebagai Calon Di Pilkada 2024, Berikut Nama-namanya
    07 April 2024
  • Home
  • Peristiwa

Jeritan Korban Malapetaka Banjir Aceh

Novi Rahmadani

Kamis, 04 Desember 2025 23:52:35 WIB
Cetak
Jeritan Korban Malapetaka Banjir Aceh

Aceh, BeritaOne.Id - DARI Leiden, Belanda pejuang kemanusiaan, Sandyawan Sumardi  meneruskan pesan WhatsApp  dari Azhari Aiyub alias Si Ujud alias O Men, sastrawan terkemuka yang bermukim di Aceh, pendiri komunitas budaya Tikar Pandan, dan penulis novel Kura-Kura Berjanggut.

Saya copas WhatsApp Azhari di sini, agar kita mmperoleh sedikit gambaran tentang apa yang terjadi di Aceh:

“Mulai dari Peureulak sampai Panton Labu sinyal telepon hilang. Listrik padam. Elpiji sudah mulai habis. Warung-warung di depan Masjid Julok sejauh kemarin sudah tidak jualan nasi lagi. Masjid Julok yang menampung banyak musafir sejak kemarin sudah kehabisan air untuk MCK. Tumpukan kendaraan terjadi di tiap titik banjir. Tidak ada alat berat untuk sekadar menyingkirkan pohon tumbang di jalan. Pemerintah lokal lumpuh dan kebingungan.

Tapi warga saling bantu. Pengurus Masjid Kubra sangat pemurah dan membantu banyak musafir dengan memberikan beberapa stok air bersih yang mereka punya. Bersamaku juga ada beberapa orang Tionghoa yang singgah di masjid dan menggunakan air untuk MCK. Walaupun kondisi darurat, pedagang

Keude Kuta Binjai Julok masih tidak menaikkan harga barang, masih normal, harga Aqua besar masih Rp 6.000, walaupun mereka tahu besok elpiji sudah habis dan barang-barang di toko sudah kosong.

Di beberapa ruas jalan, penduduk, pemuda, dan remaja membuat pagar betis ketika ada truk atau bus melewati genangan air agar jangan jatuh tergelincir ke luar jalur. Mereka kesulitan, karena untuk bergerak dari satu titik ke titik lain, misalnya mau kembali ke rumah, yang tidak lebih 500 meter jaraknya, hampir tidak mungkin karena telah dihadang air. Jadi ada banyak orang yang terjebak di titik seperti itu, yang kemudian mereka tidak bisa menghubungi keluarganya lagi atau kehilangan kontak karena telekomunikasi mati total.

Pantai timur Aceh itu sepanjang 300 kilometer. Di sepanjang titik itulah banjir terjadi, belum lagi di atas, yang kebanyakan orang tidak tahu jalan keluar ketika banjir bandang datang.

Jalan Aceh-Medan itu sebenarnya sangat rentan. Hampir satu juta orang tergantung pada jalan itu. Karena situasi banjir, kata Azhari, truk dalam sehari hanya mampu bergerak sejauh lima kilometer. Semoga korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat segera memperoleh bantuan.

Pemerintah harus menghentikan pembalakan hutan, tambang ilegal, dan perluasan perusahaan perkebunan yang memakan lahan hutan. Di berbagai tempat, kayu-kayu gelondongan atau kayu-kayu log dari penebangan hutan liar itu menimpa rumah-rumah warga dan menutupi jalur evakuasi. Jangan sampai Sumatera kita tenggelam. Bagi orang Aceh, bencana banjir ini adalah tsunami kedua, tetapi dibuat oleh manusia".

Demikian pesan Azhari Aiyub dari Aceh. Mujur tak teraih nahas tak tertolak, Kepala BNPB sebagai lembaga resmi Pemerintah dalam penanggulangan Bencana Alam, enggan memaklumatkan  malapetaka banjir bandang di Aceh sebagai Bencana Nasional dengan dalih ‘’belum memenuhi kriteria”.

Tanpa paham apa sebenarnya yang dianggap memenuhi syarat untuk disebut Bencana Nasional, saya pribadi mendambakan Insya Allah Presiden Prabowo sebagai Panglima Tertinggi Republik Indonesia -tanpa peduli kriteria BNPB- berkenan menugaskan laskar TNI untuk berangkat ke Aceh demi membantu para korban yang sementara ini masih bertahan hidup sebagai pengejawantahan sila kedua Pancasila yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab bukan sekedar slogan belaka namun benar-benar menjadi tindakan nyata. MERDEKA! **BrOne-09


Sumber : Rmol Com /  Editor : Redaksi

Tulis Komentar

Berita Lainnya +INDEKS
Peristiwa

Presiden RI Anugerahkan Satyalencana Kepariwisataan ke 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:20:00 WIB
Peristiwa

Dua Anggota Polri Gugur, TNI AD Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf

Senin, 26 Januari 2026 - 21:13:22 WIB
Peristiwa

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:47:14 WIB
Peristiwa

Update Bencana Sumatera: 145 Korban Belum Ditemukan

Jumat, 09 Januari 2026 - 19:42:25 WIB
Peristiwa

9 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang Sitaro

Senin, 05 Januari 2026 - 22:40:05 WIB
Peristiwa

Korban Bencana Sumatera Menjadi 1.167 Orang Meninggal

Ahad, 04 Januari 2026 - 21:43:07 WIB

Perkebunan Disita Satgas PKH, Komisi IV DPRD Inhu Soroti Nasib Buruh Sawit

15 September 2025
Harga CPO Melonjak Jelang Idulfitri, Ini Pendorongnya
28 Maret 2025
Laba Bersih Emiten Sawit Tembus Rp 825,59 Miliar, Melonjak 82,7%
24 Maret 2025
Terkini +INDEKS
Muscab I JMSI Kampar Tetapkan Hj Netty Mindrayani sebagai Ketua
29 September 2026
PT Astra International Tbk Dampingi Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal
28 September 2026
JMSI Riau Gelar UKW 4-6 November 2026, Pendaftaran Dibuka dan Kuota Terbatas
28 September 2026
Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
25 September 2026
Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
23 September 2026
PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
18 September 2026
Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
18 September 2026
Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
17 September 2026
Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
17 September 2026
UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
17 September 2026
Terpopuler +INDEKS
  • 01
    Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027 di Lampung
    Dibaca: 230 Kali
  • 02
    Kompol Syahrizal Resmi Jabat Wakapolres Inhu, Gantikan Kompol Lasarrus Sinaga
    Dibaca: 295 Kali
  • 03
    PLN dan Pemkab Inhil Perkuat Sinergi, Akses Listrik Sejumlah Desa Segera Diperluas
    Dibaca: 490 Kali
  • 04
    Persoalan PHK 10 Pekerja SPPBE di Inhu Mencuat, DPRD Soroti Hak Tenaga Kerja
    Dibaca: 1e3 Kali
  • 05
    Soroti Polemik 10 Pekerja SPPBE PT Awal Bros, Advokat Muda Riau Minta Disnaker Periksa Dugaan Tekanan
    Dibaca: 479 Kali
  • 06
    Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Teluk Kuantan, Perkuat Kolaborasi Cegah Bahaya Listrik di Masyarakat
    Dibaca: 527 Kali
  • 07
    UAS Terima Penghargaan JMSI Riau, Tekankan Pentingnya Integritas Media
    Dibaca: 492 Kali


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 BeritaOne.id