Kanal

Kejar Target 15 Bendungan, Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Irigasi Merauke Ikut Digenjot

JAKARTA — Pemerintah menargetkan penyelesaian 15 bendungan di seluruh Indonesia sebelum 2029, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan setiap bendungan yang rampung akan disertai jaringan irigasi hingga ke lahan petani — termasuk di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan proyek di Merauke merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto, dengan penekanan bahwa infrastruktur harus benar-benar menekan biaya produksi petani, bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik.

"Tidak boleh ada tambahan cost lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," kata Dody dalam keterangannya.

Apabila seluruh 15 bendungan dan jaringan irigasinya berfungsi penuh, luas layanan irigasi nasional diproyeksikan meningkat dari 184.515 hektare menjadi 263.055 hektare, luas tanam bertambah dari 277.775 hektare menjadi 483.163 hektare, dan produksi pertanian naik dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun, sedangkan indeks pertanaman meningkat dari 150 persen menjadi 262 persen.

Di Merauke sendiri, saluran irigasi primer KSPP sudah mencapai 44 kilometer dari target 135,4 kilometer (32,5 persen) per Juli 2026, dengan saluran sekunder 16,31 kilometer dari rencana 61,6 kilometer (26,5 persen). Jaringan irigasi di lahan percontohan 1.200 hektare sudah 88 persen, atau 20,45 kilometer dari kebutuhan 24,2 kilometer.

Kementerian PU turut membangun infrastruktur pengendalian banjir di kawasan berlahan rawa itu, dengan progres Paket I 39,02 persen dan Paket II 36,65 persen, sekaligus Jalan KSPP Wanam–Muting yang sudah mencatat kemajuan 3,59 persen (Segmen I, 58 kilometer terlewati) dan 10,06 persen (Segmen II, 50 kilometer trase terbuka) untuk mempermudah distribusi pupuk, benih, dan hasil panen.

Kebijakan pembangunan bendungan dan irigasi ini juga ditopang Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 yang mempercepat rehabilitasi serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, agar saluran utama yang sudah terbangun benar-benar tersambung sampai ke sawah, tidak terhenti di saluran sekunder atau tersier yang rusak.

Selain proyek besar, Kementerian PU menjalankan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) berbasis masyarakat yang pada 2026 ditargetkan menjangkau 12.000 lokasi di berbagai daerah.

BPS mencatat produksi padi nasional 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, tumbuh 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER