PEKANBARU, Beritaone.id - Kepala Dinas Pwrindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) UKM Provinsi Riau M Taufiq OH telah mengimbau distributor untuk menarik stok minyak goreng lama yang kini masih beredar di pasar-pasar tradisional di Pekanbaru dan segera mendistribusikan stok baru minyak goreng.
"Dengan masih tersedianya stok minyak goreng lama, mengakibatkan harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi, atau tidak sesuai dengan harga yang diberlakukan pemerintah," katanya di Pekanbaru, Kamis.
Dengan demikian, lanjutnya, harga minyak goreng bisa disesuaikan dengan harga eceran tertinggi yang diberlakukan pemerintah saat ini.
Berdasarkan laporan dalam rapat TPID Provinsi Riau pada Rabu (2/3), hanya satu pasar tradisional di Kota Pekanbaru yang telah menjual minyak goreng dengan harga sesuai HET, yakni di Pasar Arengka, yang mana untuk minyak goreng kemasan bermerk dijual seharga Rp14.000 per liter.
Selain itu, adanya kelangkaan minyak goreng yang dialami beberapa kabupaten/kota disebabkan karena terbatasnya ketersediaan yang dipicu oleh permasalahan distribusi.
“Sementara untuk pemenuhan stok selanjutnya masih menunggu pengiriman dari produsen yang berasal dari luar provinsi. Kami juga sudah membicarakan hal ini agar bisa cepat diatasi,” katanya.