Kanal

Bantu Petani Sawit Siasati Harga Pupuk, APKASINDO Kalbar Gandeng Bank Mandiri Untuk Pinjaman KUR

SINTANG, Beritaone.id – Peliknya situasi petani sawit ditengah jepitan harga pupuk yang meroket, tekanan ISPO, hingga tingginya harga produk hilir yakni minyak goreng, mendorong Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW APKASINDO) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menginisiasi kerjasama non MoU (Mutual of Understanding) dengan Bank Mandiri Micro Banking Cluster (MBC) yang berlokasi di Sintang.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ketua DPW APKASINDO Provinsi Kalbar Indra Rustandi, kerjasama yang dibangun DPW APKASINDO melalui DPD terkait, dengan bank mandiri ini berupa bantuan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 0,6 persen yang salah satu syaratnya harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) APKASINDO.

“Ini adalah inisiasi dari DPW APKASINDO karna melihat kondisi harga pupuk yang tinggi dan untuk pembelian bibit sawit bagi petani yang tidak memiliki modal”, jelas Indra ketika di kontak, Jum’at (25/2).

Lebih lanjut Indra menjelaskan bahwa kerjasama yang merupakan pilot project ini telah mensurvey petani swadaya pemohon yang dilakukan oleh petugas Bank Mandiri dan didampingi pengurus APKASINDO, di kabupaten Sintang dan Melawai. Berdasarkan data hingga hari ini, tim survey telah memverifikasi dan menyetujui pinjaman untuk 20 petani di Sintang dan 8 petani di Melawai dan sudah bisa mencairkan pinjaman secara bertahap mulai dari besok.

Menurut Indra, jenis KUR yang ditawarkan sangat ringan dan ringkas, dimana untuk pinjaman sebesar Rp. 50.000.000,-  persyaratan wajib adalah lampiran akte kelahiran anak dan lampiran Surat Keterangan Tanah (SKT) jika ada. Kemudian untuk peminjaman sebesar Rp.100.000.000,- wajib menambahkan jaminan berupa Surat Hak Milik (SHM).

“Ini merupakan kesempatan emas bagi para petani mandiri yang kesulitan  mendapatkan dana untuk pembelian pupuk yang mahal disamping usaha lainnya” ujar Indra.

Disamping itu, kerjasama ini  sekaligus memastikan perlindungan petani sawit, khususnya swadaya, dalam kelembagaan yang kuat, yakni APKASINDO.  

“Karena harus ada pengajuan dulu dari Dewan Pimpinan Unit (DPU) di tingkat kecamatan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat kabupaten, baru kemudian diteruskan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di tingkat provinsi, baru nanti DPW yang akan mengajukan ke kantor cabang Bank Mandiri,” terang Indra Rustandi.

Indra melanjutkan, proses tidak lama selagi syarat nya lengkap dan memiliki KTA APKASINDO.

Menurut Indra, jika project ini sukses di Kalbar, maka akan di share ke seluruh Kalimantan; “Karena induknya ada di Banjarmasin, jadi Bank Mandiri menunggu pilot project kami,” ucapnya.

Kemudian, lanjut Indra, project selanjutnya kami akan bekerjasama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan untuk jaminan perlindungan bagi petani sawit swadaya. 

“Selanjutnya kami akan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan karena pimpinan cabang Kalbar juga sudah koordinasi dengan saya dan saya lagi memetakan DPD mana saja yang akan dikunjungi untuk sosialisasi dengan tim BPJS Ketenagakerjaan,” tutup Indra. 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER