
Dua ibu yang bayinya tertukar saling berpelukan seusai mediasi di Markas Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/8/2023) malam.
Bogor, BeritaOne.id - Hasil tes DNA membuktikan dua bayi laki-laki yang dilahirkan Siti Mauliah (37 tahun) dan D (33) di Rumah Sakit Sentosa Bogor, Jawa Barat, tahun lalu tertukar. Kedua bayi akan dikembalikan kepada orang tua kandungnya sebulan lagi, setelah dilakukan berbagai tahapan.
Dikutip dari Republika.co.id, Deputi Bidang Perlindungan Anak pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar, mengatakan, setelah pertemuan di Mapolres Bogor akan dilakukan langkah-langkah penyesuaian pengembalian kedua anak berinisial GL dan GB itu.
“Melalui tahap-tahap yang tadi telah disepakati, tahapannya adalah bahwa di minggu pertama akan dilakukan asesmen kepada masing-masing anak dan keluarga,” kata Nahar di Mapolres Bogor, Jumat (25/8/2023) malam.
Proses selanjutnya, kedua anak berusia 1,2 tahun ini akan dilakukan penyesuaian terhadap lingkungan tumbuh kembangnya. Termasuk dengan keluarga di orangtua kandungnya.
Tahap berikutnya, kata Nahar, akan dilakukan asesmen ulang. Setelah semua tahapan diselesaikan, di minggu keempat plus dua hari akan dilakukan penyerahan masing-masing anak ke orangtua biologisnya.
Setelah tahapan itu kami berharap proses ini bisa kita selesaikan dan kita berharap hak-hak anak untuk mengetahui orangtua kandungnya, diasuh orang tuanya, bisa kita penuhi sebaik-baiknya,” harapnya.
Saling Berpelukan
Dikutip dari detik.com, momen haru terjadi usai pengumuman hasil tes DNA dua keluarga yang bayinya tertukar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedua Ibu bayi berpelukan dan menangis haru di Markas Polres Bogor, Jumat (25/8/2023).
Momen tersebut disaksikan oleh keluarga besar masing-masing. Mereka juga menunjukkan map berisi kertas kesepakatan bersama di antara keduanya.
Tes DNA terhadap dua bayi di Bogor yang tertukar dan kedua orang tuanya telah selesai dilaksanakan. Hasilnya sudah keluar dan dinyatakan bahwa kedua bayi tersebut tertukar dari orang tua aslinya.
"Ditemukan memang fix 99,99 persen berdasarkan data yang diberikan oleh Kapuslabfor yang diwakili oleh beliau bahwa anak tersebut memang tertukar," kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro dalam jumpa pers di Bogor, Jumat (25/8/2023).
Dia mengatakan Polres Bogor telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan seperti memeriksa sejumlah saksi, memeriksa pihak rumah sakit (RS) seperti seluruh perawat dan bidan yang bertugas saat kedua ibu tersebut melahirkan.
Sebelumnya, polisi telah melakukan serangkaian penyelidikan telah dilakukan polisi untuk mengungkap kasus bayi tertukar ini. Diawali dengan mendatangi lokasi kejadian di rumah sakit di Kabupaten Bogor.
"Perkembangan dari perkara dugaan bayi tertukar pertama kami sudah menerima aduan dari Ibu SM selaku pengadu. Selanjutnya, kami melaksanakan penyelidikan dengan melaksanakan olah TKP (tempat kejadian perkara) di tempat diduga lokasi kejadian," kata Giro, sapaan Yohannes Redhoi Sigiro.
Penyelidikan kemudian dilanjutkan dengan memeriksa para saksi. Pihak yang diperiksa ialah dari rumah sakit dan keluarga yang bayinya diduga tertukar.
"Kemudian, kami melaksanakan pemeriksaan kepada para saksi, baik pengadu maupun rumah sakit. Dari rumah sakit kami memeriksa perawat, bidan, dokter, para nakes yang menangani pengadu atau Ibu SM saat persalinan," ucapnya.
Kasus ini mencuat setelah Siti Mauliah (37) melaporkan bayinya tertukar ke Polres Bogor. Bayi tertukar ini diketahui setelah Siti melahirkan di RS Sentosa Bogor. Siti dan bayinya telah dites DNA terlebih dahulu dan hasilnya dinyatakan tidak identik.