
MUI Kuansing minta atribut LGBT dilarang pada FPJ 2023
Telukkuantan, BeritaOne.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau menyurati panitia pelaksana festival pacu jalur 2023. Isinya berkaitan dengan adanya atribut LGBT yang dipakai peserta pada pacu jalur di Tepian Lubuok Sobae pekan lalu.
Dalam surat tersebut, MUI Kuansing meminta panitia pelaksana untuk menyampaikan ke jalur tersebut untuk tidak memakai atribut LGBT pada iven pacu jalur di Tepian Narosa.
"Panitia dapat mendiskualifikasi jalur yang masih menggunakan atribut LGBT," ujar Ketua MUI Kuansing, Bakhtiar Shaleh melalui Sekretaris Suhelmon kepada GoRiau.com, Selasa (22/8/2023) siang di Telukkuantan.
Ditegaskan Suhelmon, MUI Kuansing mendukung setiap kegiatan kebudayaan dan perhelatan rakyat, sepanjang masih sesuai dengan norma, nilai dan ajaran Islam.
Kemudian, lanjut Suhelmon, pernyataan sikap ini untuk menjaga komitmen Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau, amanat MUI pusat dan MUI Provinsi Riau tentang LGBT.
"Kami mendapat desakan dari ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pimpinan ormas Islam se-Kuansing tentang pakaian atau atribut berwarna pelangi melambangkan simbol LGBT. Maka, kami minta kerja sama panitia untuk melarang atribut LGBT di iven pacu jalur," papar Suhelmon.