Bikin Masyarakat Kaget, Ternyata Ini Penyebab Gempa Bumi di Kuansing

Sabtu, 05 Agustus 2023

Kuansing diguncang gempa bumi M4,3 pada Jumat (4/8/2023) sore

Kuansing, BeritaOne.id - Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), Riau benar-benar kaget dengan adanya gempa bumi M4,3 pada Jumat (4/8/2023) sore. Sebab, Kuansing dan Riau umumnya bukanlah daerah rawan gempa bumi seperti Sumatera Barat.

Biasanya, masyarakat Kuansing hanya merasakan getaran gempa yang berpusat di Padang. Karena itu, masyarakat tidak menyadari kehadiran gempa bumi. Bahkan, kebanyakan beranggapan hanya getaran akibat mobil lewat atau alat berat.

Mengenai gempa bumi di Kuansing ini, Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru angkat bicara.

Analisis BMKG Bibin S menjelaskan, gempa bumi yang terjadi di Kuansing dengan getaran 4.3 magnitude, lokasi pusat gempa berada di darat 17 km Barat Laut Kuantan Singingi dengan kedalaman 10 Km.

"Benar terjadi di Kuansing untuk peristiwanya Pukul 16.15 WIB," ujar Bibin sebagaimana dikutip dari tribunpekanbaru.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M4,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0.36° LS ; 101.39° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 17 Km arah Barat Laut Kuantan singingi, Riau pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempa bumi, menurut BMKG, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal.

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Solok dengan skala intensitas III-IV MMI, Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga pukul 16.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan," ujar Bibin.

Secara terpisah, Plt Kalaksa BPBD Kuansing Yulizar menyatakan gempa bumi berpusat di Desa Kebunlado, Kecamatan Singingi. Hal itu sesuai dengan titik kordinat yang diberika oleh BMKG.

"BMKG meminta data lapangan ke kami untuk dilaporkan dan dianalisa," kata Yulizar.