
Para korban kapal pincara atau kapal gandeng yang karam saat berlayar dari Kecamatan Mawasangka Tengah menuju Mawasangka Timur, Ahad (24/7/2023).
Sulawesi, BeritaOne.id - Sebanyak 16 orang tewas akibat karamnya kapal picara atau kapal gandeng yang berlayar dari Kecamatan Mawasangka Tengah, menuju Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Ahad (24/7/2023).
Dikutip dari Sindonews.com, kapal tersebut diperkirakan mengangkut lebih 20 orang, 16 di antaranya ditemukan tewas, sedangkan 4 penumpang lainnya selamat. Puluhan penumpang yang didominasi kaum perempuan ini, baru saja selesai menonton konser musik dalam rangka HUT Kabupaten Buton Tengah.
Komandan Pos SAR Baubau, Susandi Padli mengatakan, kapal tenggelam diduga karena mengalami kelebihan muatan.
"Kapal tenggelam diduga akibat kelebihan muatan," ungkapnya.
Lanjut Susandi, para korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Mawasangka Timur, untuk identifikasi. Diduga masih ada korban lain dalam tragedi kapal tenggelam ini, dan masih dalam pencarian.
Diduga kapal yang tenggelam tersebut, memuat lebih dari 20 orang penumpang.
"Tim SAR gabungan tengah melakukan proses pencarian terhadap korban lainnya, menggunakan kapal penyelamat," tuturnya.
Keluarga korban langsung histeris saat menyaksikan para korban terbujur kaku di Puskesmas Mawasangka Timur. Tangis mereka pecah, hingga membuat suasana di Puskesmas Mawasangka Timur diliputi duka mendalam.