
Doni Anansa (kanan) dan Nadira Syalvallah (kiri) usai diumumkan lolos seleksi Paskibraka mewakili Provinsi Sultra pada Mei lalu.
Kendari, BeritaOne.id - Doni Anansa, anak petani di Kabupaten Konawe, pada Mei 2023 lalu dinyatakan lolos seleksi nasional Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Harusnya Anansa mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai Paskibraka di Istana Negara pada 17 Agustus 2023 mendatang.
Dikutip dari Inews.id, belakangan nama Doni Anansa diganti oleh panitia seleksi dengan nama orang lain. Ibunda Doni, Samsuriani, mengaku sangat kecewa dengan keputusan panitia seleksi tersebut.
"Saat seleksi tingkat provinsi pada Mei, dia diumumkan dan dinyatakan lolos mewakili Sultra ke tingkat nasional," ujar Samsuriani saat dihubungi, Jumat (14/7/2023).
Samsuriani menduga pergantian tersebut karena adanya intervensi dari pejabat di Pemprov Sultra.
"Jelas ini ada intervensi dari luar. Kenapa tiba-tiba langsung diganti padahal sudah dinyatakan lolos pada Mei lalu," katanya.
Menurut dia, putranya sudah memberikan kemampuan terbaik dalam mengikuti seleksi sehingga mampu meraih nilai yang sesuai dan diharapkan tanpa adanya bantuan dari siapa pun.
"Saya meminta dengan hormat kepada panitia provinsi yang terlibat proses seleksi untuk mengembalikan nilai anak saya yang betul-betul murni diraih selama proses seleksi," ucapnya.
Ayah Doni Anansa yang bekerja sebagai petani dan ibunya guru biasa di Kabupaten Konawe itu mereka berharap putranya tetap diloloskan mewakili Sultra sebagai Paskibraka di Istana Negara. Sebab dengan tidak lolosnya Doni akan berdampak pada psikologisnya.
"Yang kami takutkan kalau ketidaklulusannya ini akan berdampak pada psikologi anak kami sehingga berbuat hal-hal yang tidak kami inginkan," katanya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sultra Harmin Ramba sebagai penanggung jawab seleksi Paskibraka Nasional dan Provinsi Sultra mengatakan, dua nama Paskibraka yang lolos tingkat nasional berasal dari Kota Bau-bau yakni Wiradinata Setya Persada dan Nadira Syalvallah.
"Kami sudah tetapkan dua orang yang baik dari yang terbaik dari semua aspek penilaian dari proses seleksi yaitu Wiradinata dan Nadira dari Bau-bau," ujar Harmin, Selasa (11/7/2023).
Namun saat dikonfirmasi pada Jumat (14/7) soal pergantian nama calon paskibraka asal Konawe, Kepala Kesbangpol Sultra belum memberikan keterangan.