
Gubernur Syamsuar
Pekanbaru, BeritaOne.id - Prestasi signifikan ditorehkan Provinsi Riau dengan berhasil menuntaskan status Desa Sangat Tertinggal dan Desa Tertinggal.
Menurut data terbaru yang dipublikasikan oleh Kementerian Desa dan PDT RI, Provinsi Riau telah berhasil dalam peningkatan kualitas desanya. Dari total 590 desa, semua telah mencapai status Desa Mandiri. Selain itu, 570 desa lainnya telah berhasil menaikkan statusnya menjadi Desa Maju.
Prestasi ini membawa Provinsi Riau naik peringkat dalam Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi peringkat ke-6 dari 36 provinsi di Indonesia. Ini menunjukkan lonjakan prestasi dari tahun 2022 lalu ketika status IDM Riau masih berada di peringkat 17 dan berstatus "Berkembang".
Keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kuat dan upaya serius yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau dibawah kepemimpinan Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si.
Sejak tahun 2019, Gubernur Syamsuar melalui Program Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintah Provinsi Riau kepada Desa (BKK Desa), telah mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk memastikan transformasi desa-desa di Riau.
''Ini adalah prestasi yang patut disyukuri dan tentunya tidak terlepas dari upaya kita semua, termasuk bupati, camat, dan kepala desa yang telah bekerja sama mewujudkan kemajuan dan kemandirian desa-desa di Riau,'' ujar Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si.
Untuk mencapai status Maju dan Mandiri, sebuah desa di Riau harus menunjukkan kemampuan dalam membangun dan mengelola sumber daya lokal mereka dengan efektif dan efisien. Mereka juga harus mampu mengembangkan infrastruktur yang memadai dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat.
Percepatan pembangunan ini juga ditandai dengan langkah-langkah teknis yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau, seperti pelatihan pemutakhiran data IDM bersama Pendamping Lokal Desa (PLD) se Provinsi Riau dan juga seluruh Sekretaris Desa se Provinsi Riau.
Pada akhirnya, pengklasifikasian desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) yang dilakukan oleh Kementerian Desa dan PDT RI ini bertujuan untuk menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa serta menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan Desa.
Kabupaten Siak menjadi yang terdepan dalam proporsi desa Mandiri dengan 109 desa, disusul oleh Indragiri Hulu dengan 103 desa, Bengkalis dengan 96 desa, Kampar dengan 88 desa, Kuantan Singingi dengan 66 desa, Pelalawan dengan 62 desa, Rokan Hulu dengan 33 desa, Indragiri Hilir dengan 17 desa, Rokan Hilir dengan 10 desa, dan Kepulauan Meranti dengan 8 desa.
Prestasi signifikan ini juga mencakup Kabupaten Kampar dan Kepulauan Meranti yang telah berhasil menghapus status desa sangat tertinggal dan desa tertinggal. Kedua kabupaten ini berhasil meraih apresiasi khusus atas upaya dan komitmen mereka dalam memajukan dan memandirikan desa-desa di wilayahnya.
Sebagai informasi, pengklasifikasian desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) didasarkan pada Permendesa 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa membangun (IDM) yang bertujuan untuk menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa dan menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan Desa.
Pemutakhiran data IDM tahun 2023 oleh desa-desa se Indonesia telah dimulai sejak 1 April 2023 yang lalu dan berakhir pada 30 Juni 2023. Tahapan selanjutnya adalah penetapan keputusan oleh Menteri Desa PDT RI.
Jumlah Desa Mandiri di Riau pada hari ini tentunya perlu menunggu keputusan dari Menteri Desa PDT RI dan mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan masih ada kabupaten yang melakukan verifikasi data sambil kita semua menunggu rilis resmi status kemajuan dan kemandirian desa tahun 2023 dari Menteri Desa PDT RI.