Isu Defisit APBD 2023 Rp800 M, Komisi III Panggil Pemprov Riau Pekan Depan

Jumat, 09 Juni 2023

Ketua Komisi III DPRD Riau, Markarius Anwar.

Pekanbaru, BeritaOne.id - APBD Riau tahun 2023 dikabarkan akan mengalami defisit dengan nilai sangat besar yakni Rp800 miliar. Jika itu terjadi, akan banyak program yang akan dievaluasi.

Dimintai tanggapannya, Ketua Komisi III DPRD Riau, Markarius Anwar mengatakan kabar tersebut belum tentu kebenarannya, untuk itu, Komisi III DPRD Riau akan memanggil Pemprov Riau untuk membahas kabar tersebut.

"Belum, masih dihitung, jadi minggu depan kami akan panggil Bapenda, BPKAD dan biro ekonomi terkait capaian-capaian mereka ini. Ada kemungkinan defisit tapi belum dapat info pastinya, namun gubernur bicara ke media beliau masih optimis, mudah-mudahanlah ya," kata Markarius Anwar kepada GoRiau.com, Kamis (8/6/2023).

Memang, jelas Markarius, dalam evaluasi sebelumnya PI 10 persen pengelolaan Migas Blok Rokan oleh PT Riau Petrolium masih proses penandatanganan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). "Namun sampai sekarang tak maju-maju, apa persoalanya itu yang kita ingin ketahui dari Pemprov Riau," jelasnya.

Proyeksi pendapatan dari PI Rp400 miliar namun Markarius agak kaget karena penyampaian LKPj Gubernur Riau naik menjadi Rp800 miliar. "Target awalnya Rp400 miliar kenapa kemudian naik dua kali lipat menjadi Rp800 miliar, mungkin dipembahasan akhir Banggar dan TAPD terjadi kenaikkan," ucapnya.

Selain PI, menurut Markarius, sumber lainnya ada juga dari pajak dan lainnya dan di Bapenda proyeksi penerimaan pajak masih bisa ditingkatkan, DBH sawit juga masuk diproyeksi pendapatan di APBD 2023, namun nilainya tidak dicantumkan karena belum nilanya pastinya."Sampai saat ini DBH sawit belum cair karena masih menunggu Juklak dan Juknisnya dari Kemenkeu," tutupnya.