
Pekanbaru, BeritaOne.id - Muflihun, S.STP M.AP, sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, mengungkapkan rencana untuk mengatasi ketidakmerataan sekolah negeri, terutama tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), di Kota Bertuah dengan menambah jumlah sekolah negeri.
"Keberadaan SMP negeri begitu juga dengan tingkat SMA negeri tidak merata di tiap kecamatan dan hanya terfokus di tengah-tengah kota," ungkap Muflihun, Jumat (26/5/2023)
Ia menyebutkan, saat ini di Kecamatan Tenayan dan Okura belum memiliki sekolah menengah negeri.
Menurut penjabat Wali Kota, pendirian sekolah negeri di tiap kecamatan ini akan membantu masyarakat yang sejauh ini harus melakukan berbagai cara untuk mendapatkan akses ke sekolah negeri melalui jalur zonasi, seperti merubah Kartu Keluarga (KK).
"Jadi ke depannya, masyarakat tidak perlu lagi merubah KK agar anaknya bisa masuk sekolah negeri," tegas Muflihun.
Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah diperlukannya anggaran besar untuk pembangunan serta ketersediaan lahan. Pemerintah kota, kata Muflihun, tidak memiliki lahan yang cukup untuk dijadikan lokasi pembangunan sekolah. Maka dari itu, ia menghimbau masyarakat untuk hibah tanah yang nantinya akan dijadikan lokasi pembangunan sekolah.
"Karena itu kita butuh hibah tanah dari masyarakat. Kalaupun lahannya ada tapi belum atas nama kita, pemerintah, itu tidak bisa kita lakukan pembangunan," ujar Muflihun, memberikan contoh kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, yang gagal dibangun tahun ini karena lahan yang ada tidak terdaftar sebagai aset pemerintah kota.
Jadi kalau ada hibah tanah dari masyarakat, kita balik namakan ke pemko, baru kita bangun,'' tutupnya.