Skandal Payung Listrik Masjid An-Nur: Masyarakat Resah, Tuntut Kejaksaan Tinggi Riau Segera Bertindak

Rabu, 03 Mei 2023

Andree Armilis.

Pekanbaru, BeritaOne.id - Proyek payung elektrik Masjid An-Nur yang bermasalah dari berbagai aspek kini semakin menarik perhatian publik. Masyarakat menuntut kejelasan dan transparansi atas dugaan penyimpangan dalam proses pembangunan yang menggunakan uang rakyat.

Payung masjid An-Nur ini memang bermasalah pada banyak sisi. Secara konsep rasanya tidak tepat, secara prioritas tidak rasional, secara teknikal barang ini rusak sebelum dipakai, bahkan secara estetik penampakannya juga tidak indah. Sudah begitu tak selesai-selesai pula," ungkap Andree Armilis, anggota lingkar studi Marpoyan Circle Indonesia (MCI) dan ICMI Riau kepada GoRiau.com, Rabu (3/5/2023).

Menurut Andree, dugaan penyimpangan pada proses pembangunan menjadi masalah pokok yang harus diusut. Ia menekankan pentingnya mengungkap segitiga penyimpangan (fraud triangle) yang meliputi faktor tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan aneka dalih pembenarannya (rationalization).

Dikatakan, pernyataan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto, mengenai proyek ini bermasalah sejak proses lelang, harus dicermati dengan serius. Terlebih, adanya dugaan keterlibatan konsultan gadungan dalam proyek tersebut.

"Bisa saja kita terjemahkan bahwa pressure untuk menyelewengkan proyek ini dapat diduga dari pihak yang level-nya berada di atas Sekda," jelas Andree.

Ia menambahkan, meskipun DPRD berencana memanggil Kepala Dinas PUPR, langkah tersebut dianggap hanya sebagai upaya menyelamatkan muka. Fungsi pengawasan seharusnya telah dilakukan sejak awal. Kejaksaan, terutama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, diharapkan segera mengambil langkah hukum yang tepat.

"Masyarakat menjadi resah atas informasi dari Sekda Provinsi Riau, SF Hariyanto. Apabila kejaksaan tidak bertindak, maka kejaksaan ini juga patut dipertanyakan karena sampai saat ini masyarakat Riau belum mendapat informasi tanggapan Kajati Riau, Supriadi, atas pernyataan Sekda Provinsi Riau SF Hariyanto," tegas Andree Armilis.