
PEKANBARU, Beritaone.id – Memiliki luas lahan terbesar di dunia, Industri kelapa sawit menjadi komoditas primadona bagi Indonesia yang memiliki peran penting dalam pemulihan ekonomi dan pembangunan.
Namun di balik pentingnya kelapa sawit, masih banyak kegiatan kampanye hitam yang membuat citra sawit menjadi ternodai dalam perbandingan dengan komoditas lain.
Kegiatan kampanye hitam tersebut menjelaskan tentang isu bahwa kelapa sawit berdampak buruk bagi lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, dan beberapa persoalan lainnya yang tentu mempengaruhi daya saing produk kelapa sawit di pasar minyak nabati global.
Tepisan mengenai isu kelapa sawit terdapat dalam catatan Asikin Chalifah selaku Ketua DPW Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Asikin Chalifah menekankan pentingnya sawit sebagai komoditas superfood yang baik bagi lingkungan, masyarakat dan ekonomi dalam menepis tudingan kampanye hitam.
Kampanye hitam ini tidak dapat dipungkiri mengingat kelapa sawit memiliki produktivitas yang bisa mencapai 10 kali lipat lebih baik dalam satuan luas jika dibandingkan dengan komoditas lain seperti kedelai, bunga matahari, dan canola (rapeseed).
Selain produk minyak goreng dan turunan lainnya, industri kelapa sawit juga mampu menghasilkan produk yang berasal dari limbah sawit itu sendiri. Tandan buah kosong, pelepah dauh, cangkang, dan limbah cair merupakan contoh dari limbah sawit yang berpotensi menjadi bahan baku energi baru dan terbarukan, pupuk organik padat dan cair, serta pakan ternak.
Sementara itu, kelapa sawit juga dinilai lebih efisien dalam penggunaan sumber daya lahan dan air sehingga bersifat ramah lingkungan hidup. Hal ini sekaligus membantah isu bahwa kelapa sawit merupakan tanaman yang dapat merusak lingkungan.
Di sisi lain, kelapa sawit juga sering disebut sebagai superfood dengan kandungan provitamin A dan vitamin E yang relatif tinggi. Artinya, kelapa sawit dapat menghasilkan bahan pangan dengan nilai gizi dan nutrisi yang sangat baik untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh. Dengan demikian, bagi produk turunan sawit yang sebagian besar (90%) merupakan bahan pangan, sawit menjadi sumber gizi dan vitamin tinggi yang sangat diperlukan masyarakat.
Tak heran jika komoditas ‘emas hijau’ ini menjadi momok bagi banyak pihak. Karenanya, seluruh stakeholders yang tergabung dalam industri kelapa sawit harus menyuarakan mengenai keunggulan dan kebaikan sawit diatas secara terus menerus agar daya saing kelapa sawit di pasar minyak nabati global semakin kuat.