Pupuk Batu Bara Dilirik APKASINDO Untuk Terobosan Produktivitas Sawit Rakyat

Senin, 14 November 2022

BOGOR, Beritaone.id – Menyiasati pupuk an-organik (pupuk kimia) yang sudah hampir 12 bulan “mengamuk” harganya dan  tidak menunjukan tanda-tanda gejala penurunan harga, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menggandeng pupuk organik berbahan dasar batu bara yang dikenal sebagai pupuk Futura.

Penandatangan kerjasama dilakukan di kantor PT. Bursatani Global Niaga di Bogor yang langsung dilakukan oleh Ketua Umum APKASINDO, Dr. Gulat ME Manurung, MP.,C.IMA. dengan Direktur utama PT. Bursatani Global Niaga yang juga penemu pupuk futura, R. Umar Hasan Saputra.

Saputra menjelaskan bahwa Futura adalah pupuk organik pertama yang menggunakan bahan dasar dasar batu bara. Mengapa batu bara? Hal ini dikarenakan batu bara merupakan fosil tumbuhan yang tertanam ratusan tahun lalu. Dengan demikian, memiliki 73 jenis kandungan terlengkap yaitu karbon, senyawa humat dan unsur hara yang terdiri dari mikonutrisi dan makronutrisi.

Berdasarkan komposisi kandungannya, maka pupuk Futura memiliki keunggulan untuk menjaga unsur hara dalam tanah, mengembalikan keadaan tanah untuk dapat membuat tanaman lebih subur.

“Keunggulan futura adalah dengan komposisi dan kandungannya, kita menjadi rumah bagi bakteri dan hal ini sangat penting, tidak hanya bagi tanah tapi juga bagi sawit. Karena akan menciptakan tanah yang subur sehingga sawit bisa tumbuh optimal jangka panjang tanpa pupuk buatan dalam jumlah besar,” ujar Saputra.

Saputra mengingatkan bahwa dalam penggunaan pupuk bukan berarti dalam sebulan akan langsung berbuah berkali-kali lipat, tetapi terlihat keadaan tanah sekitar sawit semakin gembur dan sawit pun bertumbuh maksimal.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Manurung, MP.,C.IMA.,C.APO, usai penandatanganan MoU dengan R. Umar Hasan Saputra.

Gulat Manurung menyatakan bahwa Futura Batu Bara adalah solusi sekaligus terobosan yang merupakan lompatan jauh teknologi pupuk dan pemupukan. Apalagi pupuk saat ini naik sampai 300%, tentu pupuk futura ini adalah harapan bagi petani sawit. Apalagi pupuk futura ini sangat bersahabat dengan lingkungan, tentu menjadi salah satu keunggulannya, termasuk dari segi harga yang cukup bersaing jika dibandingkan dengan jenis pupuk konvensional selama ini.

“Petani sawit sekarang tak sanggup lagi beli pupuk an organik, jadi kita harus cerdas menyiasati problematika pupuk dan pemupukan ini” ujar Gulat.

Gulat mengingatkan bahwa tidak memupuk sama sekali adalah bukan pilihan dalam budidaya kelapa sawit, karena dampaknya sangat fatal terhadap pertumbuhan sawit. Jenis pupuk itu adalah pilihan, tapi harus sesuai dengan 5-T konsep pupuk dan pemupukan yaitu tepat dosis, tepat jenis, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat harga.

“Dengan memupuk sawit menggunakan Futura saya menilai sudah sesuai dengan konsep 5T tersebut. Terkhusus menjaga keseimbangan unsur hara biologi dan kimia tanah, penggunaan pupuk futura ini adalah solusinya. Apalagi petani di USA sudah menggunakan pupuk ini, tentu telah menjadi gambaran betapa bagusnya pupuk futura ini bagi tanamaan terkhusus dalam me”refresh” kesuburan biologi dan kimia tanah,” jelas Gulat.

“Yang paling utama dari kerjasama ini adalah adanya harga khusus bagi APKASINDO dan semua anggota APKASINDO dari Aceh sampai Papua bisa memanfaatkan kerjasama ini. Setelah itu adalah kepastian rantai pasok ke APKASINDO, akan menjadi prioritas bagi Futura.” tutup Gulat.