India, Importir Terbesar CPO Indonesia Pertimbangkan Naikkan Pajak Impor

Ahad, 13 November 2022

JAKARTA, Beritaone.id – India yang saat ini menjadi negara importir CPO (crude palm oil) terbesar dari Indonesia, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menaikkan pajak impor CPO.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (12/11), India sedang memeriksa apakah ada kebutuhan untuk menaikkan pajak impor minyak sawit. Menurut sumber pemerintah, pertimbangan tersebut sebagai bagian dari upaya negara tersebut untuk membantu jutaan petaninya yang kesulitan akibat harga biji minyak yang mereka hasilkan lebih rendah.

Pada awal tahun, India menghapus pajak impor dasar minyak sawit mentah (CPO) untuk menjaga harga minyak di negera tersebut tak meningkat. Beberapa waktu kemudian New Delhi melanjutkan dengan pajak 5 persen yang dikenal sebagai Ces Infrastruktur dan Pembangunan Pertanian atas impor CPO. Selain itu, India juga memungut pajak impor 12,5 persen untuk produk turunan CPO, RBD palm olein.
 
“Kami sedang melalui proposal untuk mengembalikan bea masuk kelapa sawit mentah dan menaikkan bea RBD. Kami akan tetap memperhatikan kepentingan petani dan konsumen,” kata sumber pemerintah yang tidak ingin disebutkan namanya, dikutip dari Reuters, Sabtu (12/11).

Sebelumnya, Pemerintah India telah menerima petisi dari industri untuk menaikkan pajak impor untuk membantu menopang penurunan harga minyak dan biji-bijian atau oilseed.

“Harga kedelai dan kacang tanah telah jatuh dalam beberapa bulan terakhir mengantisipasi pasokan yang lebih tinggi,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Ekstraktor Pelarut, B.V. Mehta.

Mehta mengatakan, pemerintah India harus menaikkan pajak impor CPO dan RBD setidaknya 10 persen untuk mendukung penurunan harga oilseed yang dialami petani mereka, dan perbedaan bea antara CPO dan RBD setidaknya harus 12-13 persen untuk mendorong penyulingan lokal.

India memenuhi lebih dari 70 persen kebutuhan minyak nabatinya melalui impor dari Indonesia, Malaysia, Brasil, Argentina, Rusia, dan Ukraina. Minyak sawit merupakan hampir dua pertiga dari impor minyak nabati India.

Sementara dari data BPS, India menjadi salah satu importir minyak sawit terbesar dari Indonesia. Pada tahun 2020, impor minyak sawit India dari Indonesia mencapai 4,56 juta ton, dan turun menjadi 3,08 juta ton pada 2021 lalu.

Bahkan, tahun 2017 India menjadi importir terbesar dengan volume 7,32 juta ton, lebih tinggi dari negara importir terbesar kedua yaitu China yang hanya 3,6 juta ton.