Buruh Bakal Geruduk Kantor Pusat PLN Senin Depan

Rabu, 02 November 2022

JAKARTA, Beritaone.id - Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan menggeruduk kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta Selatan, pada Senin, 7 November mendatang.

Para pekerja akan melakukan aksi di depan kantor PLN dengan meminta sejumlah tuntutan. Salah satunya menjadikan pekerja outsourcing, khususnya tenaga alih daya (TAD).

"Tanggal 7 November kami akan melakukan aksi besar di kantor pusat PLN," ungkap Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/11).

Ia mengatakan pihaknya sebelumnya sudah melayangkan surat untuk berdiskusi dengan PLN. Namun, tak pernah ditanggapi, sehingga pilihan terakhir adalah dengan menggelar aksi.

Riden menuturkan ada beberapa tahapan yang harus dilewati dalam mentransmisikan listrik ke masyarakat, yaitu mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga retail atau penjualan. Oleh karena itu, penguasaan negara harus mencakup semua tahapan tersebut.

Namun, PLN telah memprivatisasi hal itu. Sebab, PLN menyerahkan tahapan itu ke pihak swasta.

Oleh karena itu posisi TAD kian sulit. Padahal, pekerjaan TAD sangat berisiko.

"Risiko yang ditanggung TAD ini adalah nyawa. Bulan ini ada 5 kecelakaan, 3 meninggal, 2 catat tetap. Risikonya tidak sebanding dengan upah dan kesejahteraan yang ia dapat," kata Riden.

Dalam aksi yang akan digelar pada 7 November itu, FSPMI mengajukan beberapa tuntutan.

Pertama, tolak privatisasi di sektor ketenagalistrikan. Kedua, tolak penurunan upah pekerja TAD. Ketiga, tolak perubahan status hubungan kerja.

Keempat, tolak jenis pekerjaan berdasarkan volume based dan pola kemitraan. Kelima, tolak dana talangan pelanggan PLN. Keenam, setop kecelakaan kerja di lingkungan kerja PLN. Ketujuh, angkat TAD menjadi pekerja tetap di PLN.