
LHOKSUKON,BeritaOne.id-Sebanyak 13 Kecamatan yang terdampak Banjir terparah menjadi perhatian serius PJ. Bupati Aceh Utara Azwardi AP. Beliau lanhsung bergerak keliling ke daerah terdampak banjir.
Bukan hanya datang, orang nomor satu di Pemkab Aceh Utara ini langsung memberikan bantuan kepada masyarakatnya yang terkena bencana alam banjir ini.
Pada Ahad (9/10/2022) Oktober, Azwardi
mengunjungi daerah terkepung banjir. Seperti di dua gampong atau desa. Desa yang dimaksud adalah Gampong Abeuk Leupon dan Mancang.
Dua gampong ini terkena banjir akibat melebarnya putus tanggul. Kondisi ini menyebabkan air dengan ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter.
Disisi lain, Azwardi bersama pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus bergerak sampai hari ini.
Dengan melintasi genangan banjir tersebut, untuk mengantar bantuan ke kantong-kantong pengungsian yang ada di sana.
Dalam kunjungan itu, Azwardi turut didampingi Kepala Subdirektorat Fasilitas Penyelamatan dan Evakuasi BNPB Drs Gatot Satria Wijaya, MSi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Utara Asnawi, ST, MSM, Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Aceh Utara Fuad Mukhtar, SSos, Kepala Dinas PUPR Edi Anwar, ST, serta Kabag Humas Hamdani, SAg, MSos.
Kedatangan Azwardi dan rombongan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Rombongan disambut oleh perangkat gampong(Desa)dan tokoh masyarakat, apalagi Azwardi dan rombongan dengan bersusah payah menerobos banjir dan tiba di sana saat hampir menjelang magrib.
Dalam kesempatan itu, Azwardi menyerahkan bantuan ke dapur umum yang berada di lokasi bangunan Meunasah Desa Mancang. Bantuan diterima langsung oleh geuchik(Kepala Desa) setempat.
Pj Bupati Azwardi juga singgah di beberapa tempat, melihat langsung kegiatan dapur umum dan persiapan makanan untuk pengungsi.
Azwardi meminta para pengungsi agar segera melaporkan ke Posko kecamatan jika ada keluhan atau kebutuhan yang mendesak selama berada di pengungsian.
"Kita fokus menangani pengungsi-pengungsi yang agak jauh dan terisolir, kita harapkan semua pengungsi tertangani dengan baik,” kata Azwardi di hadapan pengungsi, Senin (10/10/2022)
Setelah meninjau kondisi Gampong Mancang, Azwardi kemudian mengajak Pejabat BNPB dan para Kepala SKPK meneruskan perjalanan dengan speedboat . Guna meninjau Gampong Abeuk Leupon yang berjarak sekitar 800 meter dari Gampong Mancang.
Kedalaman banjir di Gampong Abeuk Leupon mencapai 1,70 meter. Bahkan di titik tertentu banjir mencapai 2 meter, sehingga hampir seluruh warga gampong ini terpaksa mengungsi di meunasah.
"Gampong Abeuk Leupon saat ini terisolir, sedih kita melihatnya, mau nggak mau kita harus berupaya. Kita membantu dan harus perhatian khusus daerah yang terisolir," ungkap Azwardi.
"Saya fokus kerja kerja saat ini. Melihat kondisi masyarakat di semua wilayah yang terisolir menjadi fokus kita. Kita terus berupaya, sehingga dipastikan bantuan dapat tersalurkan semaksimal mungkin,"ujarnya.
Secara khusus Azwardi menitip pesan kepada Geusyik / Kepala Desa dan masyarakat di sana, bahwa jika ada pengungsi yang sakit agar segera dilaporkan kepada pihak kecamatan, sehingga cepat tertangani.
Data yang diperoleh di lapangan, tercatat jumlah penduduk Gampong Mancang sebanyak 250 keluarga atau 875 jiwa. Sedangkan di Gampong Abeuk Leupon terdapat 80 keluarga atau 300 jiwa. “Abeuk Leupon dan Mancang menjadi fokus untuk ditangani besok hari,” tegas Azwardi.***/Zaini Thaib