
KEPULAUANMERANTI,BeritaOne.id- PT Pupuk Indonesia (Persero) terus melakukan terobosan baru melalui Program Makmur di Provinsi Riau.
Untuk Provinsi Riau, Program Makmur sudah masuk Kabupaten Kepulauan Meranti. Yang mana program ini dinilai baik oleh Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil.
Adil menilai Program Makmur memberikan solusi pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
"Pemkab Kepulauan Meranti sangat mendukung program Makmur dari kementrian BUMN yang menyentuh nasib petani. Karena bisa meningkatkan produksi pertanian. Ini dibarengi juga kepastian pasar. Dengan Program Makmur kita berharap bisa menjaga produksi dari hulu ke hilir,"jelas Adil kepada beritaone.id, Senin (19/9/2021).
Menurut dia, dengan kesinambungan dan kontiniu program ini dapat berjalan dengan baik. Tujuannya peningkatan kesejahteraan petani dapat tercapai.
Sementara itu Kepala Cabang Mega Eltera yang menjalankan Program Makmur di Riau, Widya Santi,SP, MMa, untuk Kabupaten Kepulauan Meranti daerah kedua di Provinsi Riau setelah Dumai.
"Khusus untuk kepulaun Meranti ini angin segar bagi pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti karena hasil produksi pertanian meningkat diikuti pertumbuhan dan kesejahteraan petani. Yang mana hasil produksi dibeli langsung oleh Persero,"ujarnya.
Widya Santi menjelaskan, Program Makmur berbentuk pengawalan dan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian yang didukung teknologi.
Program ini merupakan bagian dari transformasi bisnis di Pupuk Indonesia yang berkomitmen untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen, serta memperkenalkan produk-produk retail yang berkualitas.
"Program Makmur memberikan banyak manfaat, seperti kenaikan produktivitas pertanian, kenaikan keuntungan petani, adopsi praktik pertanian unggul, dan penggunaan pupuk non subsidi untuk membantu kebutuhan petani," jelasnya.
Kemudian, Program Makmur ini terdiri dari berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian.
Selanjutnya ada juga disiapkan akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani.
"Program ini adalah kolaborasi dari multi stakeholder, mulai dari perbankan, produsen pupuk, penyedia agro input, sampai pemerintah daerah, petugas PPL, hingga asuransi dan tentunya juga offtaker, atau pihak yang membeli hasil panen petani, baik BUMN maupun swasta”, paparnya
Widya juga menyebutkan, pihaknya juga ditunjuk sebagai operator program Makmur untuk empat provinsi Riau, Sumbar,Sumut dan Aceh.
Disisi lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ifwandi menambahkan, lahan pertanian dikepulauan Meranti 3523 hektare, baru dimanfaatkan seluas 2963 hektare. Dengan jumlah produksi 4 ton perhektare
Untuk produksi padi, jumlah produksi baru 7000 ton, sementara kebutuhan beras masyarakat 22000 ton jadi defisit sebesar 15000 ton yang dipasok dari luar daerah.
"Dengan adanya Program Makmur hendaknya bisa memberikan peningkatan produksi dan langsung dibeli hasil pertanian masyarakat,"pungkasnya.***/Tatang