Bercita-cita Mengikuti Jejak Pak Moeldoko, Anak Petani Sawit Masuk TNI

Ahad, 17 April 2022

ACEH, Beritaone.id – Seorang pemuda anak petani sawit asal Kota Subulussalam, Aceh, Muhammad Raja Yandi Ginting akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (AD).

Muhammad Raja Yandi Ginting, anak tertua dari 5 (lima) bersaudara yang lahir di Kota Subulussalam pada 9 Maret 2000 ini menyebutan bahwa dirinya gagal setelah mengikuti tes SECABA sebanyak 3 (tiga) kali. Sehingga dirinya melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Akan tetapi, ia mengaku tidak menyerah, pada kesempatan terakhir dalam mengikuti tes SECATA Reguler melalui online di Kodam Iskandar muda akhirnya dirinya dinyatakan lulus sebagai siswa SECATA yang berjumlah 405 orang.

Pasalnya, anak petani sawit yang orang tuanya memiliki kebun seluas 5 ha ini mengaku terinspirasi dan ingin mengikuti jejak dari Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) yakni Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P yang merupakan seorang anak petani yang dengan gagahnya berhasil menjadi seorang TNI.

Dalam acara pelantikan pada Kamis (14/3) di Banda Aceh, Raja yang merupakan sapaan akrabnya meraih peringkat 20 dari 404 Prajurit Tantama yang dilantik oleh PANGDAM IM, Bpk Mayjend inf Muhamat Hasan.

“ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya dan keluarga saya, walapun seorang anak petani sawit, ternyata cita-cita ini bukan hanya sekedar mimpi, saya bisa mengikuti jejak pak Moeldoko yang selama ini menjadi tokoh inspirasi bagi saya dalam menggapai cita-cita ini,” ujar Raja pada acara upacara penutupan Pendidikan pertama tamtama TNI-AD Gelombang II TA 2021 di Banda Aceh, Kamis (14/3)

Raja yang merupakan anak dari pasangan Netap Ginting dan Linda Afrianti ini tidak lupa berterima kasih kepada kedua orang tua yang selama ini memberikan motivasi, bimbingan, dan mendorong masuk menjadi TNI AD. “Petani sudah pasti tidak tentara, tapi tentara bisa jadi petani” ucap Raja .

Netap Ginting, orang tua dari Raja berharap Raja dapat menjadi prajurit yang setia, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadi Benteng Pancasila sambil tidak melupakan asal sebagai putra petani sawit.

“Saya sangat bangga dan terharu karena Raja sekarang sudah milik negara, bukan lagi milik kedua orangtuanya, kami juga salut atas keinginannya menjadi TNI, tidak memandang pangkat, walau pangkat terendah dalam TNI namun semangatnya luar biasa. Mungkin ini wujud kecintaan anak petani sawit terhadap NKRI,” tutup Netap dengan perasaan haru.