Pelabuhan Munte Di Lutra Distribusi Perdana CPO, Petani Berharap Harga TBS Meningkat

Kamis, 14 April 2022

LUWU UTARA, Beritaone.id – Distribusi minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) untuk pertama kalinya dilakukan melalui Pelabuhan Munte, Kabupaten Luwu Utara,Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengiriman perdana ini dilakukan setelah Kapal Tongkang milik PT. Serasi Shipping Indonesia sandar dengan lancar di Dermaga Pelabuhan Munte,  Selasa (12/04).

Rencananya minyak kelapa sawit sebanyak 2500 metrik ton milik PT. Surya Sawit Sejahtera Luwu Utara dan 500 metrik ton milik PT. Teguh Pratama Angkona dikirim ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan menggunakan Kapal BG Serasi 15, sebuah kapal tongkang tanker dengan kapasitas 1999 GT.

Harga TBS Makassar April Naik 10 Rupiah
Roadshow Migor Rp.10.000,- di Pekanbaru
Harga TBS Riau Naik Stabil
Pemilik Konsesi Bisa Mengadu Ke Ombudsman?

“Syukur alhamdulillah proses sandar kapal lancar tanpa kendala, rencananya kapal ini akan mengirim CPO sebanyak 2500 metrik ton dari PT. Surya Sawit Sejahtera (SSS) dan 500 metrik ton dari PT. Wira Teguh Pratama, Angkona Luwu Timur,” kata Kadis Perhubungan Luwu Utara, Hakim Bukara, saat meninjau proses sandar kapal, di Pelabuhan Munte.

Distribusi CPO langsung dari Pelabuhan Munte ini bisa diwujudkan setelah pemerintah kabupaten Luwu Utara proaktif dalam melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait, khususnya pihak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam pemenuhan infrastruktur pendukung di pelabuhan Munte Luwu Utara.

“Hal ini juga bisa terwujud karena adanya support dari Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Republik Republik Indonesia (DPR RI), Bapak Muhammad Fauzi yang juga bermitra dengan Kementerian Perhubungan. Termasuk upaya komunikasi kita dengan pihak perusahaan sawit yang ada di Luwu Utara,” terang Hakim.

Diketahui sebelumnya kapal pemuat semen dan pemuat triplex juga sudah pernah sandar aman dan lancar.

“Artinya Pelabuhan Munte sudah bisa dioperasionalkan secara rutin untuk bongkar muat CPO termasuk PT. Jas Mulia dan PT. Kasmar Matano sehingga harapan ibu bupati Luwu Utara multiplier effect dapat segera dirasakan masyarakat dan daerah,” jelas Hakim.

Untuk diketahui selama ini pengapalan minyak CPO selama ini, perusahaan yang ada di Luwu Utara dan Luwu Timur menggunakan Pelabuhan Laut Tanjung Ringgit Kota Palopo dengan jarak tempuh mobil tangki berkisar antara 60 hingga 70 kilometer. Diharapkan dengan berfungsinya pelabuhan Laut Munte yang berada di Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara ini akan memperpendek jarak sampai 40 hingga 50 kilometer.

Menanggapi berita ini, Wakil Ketua Kab. Luwu Utara, Mahmuddin mengapresiasi beroperasionalnya pelabuhan Munte tersebut. Menurutnya, keberadaan pelabuhan pengapalan CPO yang semakin dekat dapat mengurangi biaya pengeluaran perusahaan dan tentu saja berdampak pada komponen perhitungan Indeks K.

“Jadi operasionalnya pelabuhan Munte juga menjadi kabar baik baik petani sawit, karena harga TBS akan lebih baik lagi,” pungkasnya