
PEKANBARU, Beritaone.id – Lonjakan harga bahan pokok sering terjadi menjelang hari raya Idul Fitri, namun tahun ini menjadi terasa berbeda karena kelangkaan salah satu bahan pokok dalam hal ini minyak goreng sudah terjadi selama hampir sebulan. Hal ini menggerakan lembaga – lembaga di industri kelapa sawit untuk turun tangan dan membantu masyarakat, khususnya di kota Pekanbaru.
Ramdhan kali ini, pemerintah provinsi Riau yang diwakilkan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) bermitra dengan Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) Riau, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Riau dan Forum Mahasiswa Sawit (FORMASI) Indonesia mengadakan roadshow Bazar Minyak Goreng Sawit.
Melalui kegiatan bazar ini, direncanakan untuk menyalurkan sebanyak 25 ton minyak goreng di 15 kecamatan, baik di kota Pekanbaru maupun kabupaten – kabupaten yang ada di provinsi Riau ini. Khusus dalam bazar ini, masyarakat dapat membeli minyak goreng sawit berkualitas dengan harga Rp.10.000,- per liter nya.
Pada acara pembukaan hari kedua roadshow di Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan dihadiri oleh Gubernur Provinsi Riau, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Riau, Camat Tuah Madani, Ketua Rukun Warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan masyarakat sekitar yang sangat antusias.
Kebahagiaan warga atas kegiatan bazar ini disampaikan oleh Saharuddin selaku Ketua RW 15 kelurahan Sidomulya Barat yang bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas kepedulian pemerintah dan asosiasi – asosiasi sawit atas kepeduliannya dengan menunjuk RW 15 yang memiliki 593 kepala keluarga ini sebagai salah satu titik pendistribusian minyak goreng murah dan berkualitas.
“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah serta asosiasi – asosiasi kelapa sawit yang terlibat dalam terselenggaranya bazar ini, akhirnya masyarakat kita dapat menikmati minyak goreng murah juga walaupun jumlahnya belum sesuai dengan yang kita harapkan,” ucap Saharuddin.
Namun demikian, menurut Saharuddin dengan adanya lonjakan harga menjelang Idul Fitri ini ada beberapa kebutuhan pokok lainnya yang harus ikut terpenuhi. Untuk itu Saharuddin dalam sambutannya menyampaikan permohonan untuk diadakannya operasi pasar murah agar masyarakat dapat membeli gula, beras dan lainnya dengan harga yang terjangkau.
“Perlu kita sampaikan kepada pemerintah bahwa ada kebutuhan pokok lainnya selain minyak yang harus ikut terpenuhi juga. Saya mewakili masyarakat menyampaikan permohonan untuk pengadaan operasi pasar murah yang tujuannya untuk membantu masyarakat dalam menyikapi lonjakan harga yang terjadi saat ini,” ujarnya dalam kesempatan berjumpa dengan perwakilan pemerintah ini.