Pascagenangan Air, Kapolsek Rengat Barat Cek Kondisi Lahan Jagung di Desa Talang Jerinjing

Senin, 18 Mei 2026

Kapolsek Rengat Barat Kompol Amriadi SH mengecek langsung lahan jagung yang terendam air.

Inhu, BeritaOne.id - Upaya pemantauan terhadap perkembangan tanaman jagung pipil pasca terdampak genangan air terus dilakukan di lahan ketahanan pangan monocultur milik PT Talang Jerinjing Sawit yang berada di Jalan Sosial, Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, (16/5/2026), sekitar pukul 16.00 WIB hingga selesai, bersama Kelompok Tani Maju Bersama selaku pengelola lahan.

Pengecekan dilakukan langsung oleh Kapolsek Rengat Barat, KOMPOL Amriadi, SH, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Talang Jerinjing, BRIPKA Komarudin.

Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus kepedulian terhadap kondisi pertanian masyarakat yang terdampak curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam kegiatan itu, tim melakukan peninjauan secara langsung terhadap kondisi tanaman jagung pipil yang dikelola oleh kelompok Tani yang merupakan binaan PT Talang Jerinjing Sawit.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang ditanami jagung pipil mencapai sekitar 1,5 hektare dengan usia tanaman diperkirakan telah memasuki dua setengah bulan masa tanam.

Namun demikian, curah hujan yang tinggi menyebabkan sebagian besar area pertanian tergenang air. Akibat kondisi tersebut, sekitar 1 hektare tanaman jagung mengalami kerusakan yang cukup signifikan.

Kerusakan itu dikhawatirkan berdampak terhadap hasil panen serta menurunkan produktivitas tanaman yang sebelumnya tumbuh dalam kondisi baik.

Kapolsek Rengat Barat, KOMPOL Amriadi, SH, menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan guna mengetahui secara langsung perkembangan tanaman jagung setelah terdampak genangan air hujan.

Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memastikan langkah penanganan yang tepat agar lahan pertanian yang rusak dapat segera dipulihkan dan kembali produktif.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak pengelola bersama kelompok tani berencana melakukan penanaman kembali pada area tanaman jagung yang mengalami kerusakan. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan lahan pertanian sehingga program ketahanan pangan yang dijalankan Kelompok Tani Maju Bersama tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara pihak kepolisian, kelompok tani, dan pengelola lahan diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian di Desa Talang Jerinjing serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah.**