
Patroli karhutla di desa Kuba
Inhu, BeritaOne.id - Dalam menghadapi musim kemarau yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Desa Kuba, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, menunjukkan komitmen nyata dengan menggandeng Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan patroli terpadu pencegahan karhutla pada Kamis (31/7/2025) lalu.
Kegiatan tersebut menjadi langkah antisipatif dan strategis yang diambil pemerintah desa dalam upaya menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat dari bahaya kebakaran lahan yang kerap terjadi saat musim kemarau melanda.
Patroli bersama yang dilakukan pada Kamis pagi tersebut menyusuri sejumlah titik rawan karhutla di wilayah Desa Kuba.
Terlihat sinergi kuat antara unsur pemerintah desa, TNI, Polri, dan elemen masyarakat yang tergabung dalam MPA. Mereka menyisir kawasan perkebunan, semak belukar, dan area terbuka lainnya yang selama ini menjadi lokasi rawan terjadinya pembakaran lahan secara ilegal.

Patroli Karhutla Komitmen Jaga Lingkungan
Kepala Desa Kuba, Legimin kepada wartawan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Selasa (5/8/2025) mengatakan kegiatan itu bukan hanya sekadar rutinitas tahunan menjelang kemarau, tetapi bentuk keseriusan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah kerusakan lingkungan akibat karhutla.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kerja sama dan keterlibatan aktif dari semua pihak. Masyarakat adalah garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran lahan," ujarnya.
Edukasi Langsung ke Masyarakat
Selain melakukan patroli, tim gabungan juga memberikan sosialisasi kepada warga yang mereka temui di lapangan. Edukasi tersebut menyasar pentingnya menjaga lingkungan, bahaya membuka lahan dengan cara membakar, serta sanksi hukum yang mengancam pelaku pembakaran.
Menurut Legimin, kampanye langsung ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga, terutama petani dan pekebun, untuk tidak menggunakan api dalam membuka atau membersihkan lahan.
"Selama ini kita tahu bahwa budaya membuka lahan dengan cara dibakar masih terjadi. Maka dari itu, pendekatan humanis dan edukatif perlu kita lakukan terus-menerus. Dukungan dari seluruh elemen desa menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam dan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas asap," jelasnya.

Dampak Karlahut yang Harus Dihindari
Disampaikan Legimin, Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga membawa dampak serius bagi kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat. Asap tebal yang ditimbulkan karhutla dapat menyebabkan penyakit pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Selain itu, kegiatan ekonomi seperti pertanian dan perdagangan juga bisa terhambat jika jarak pandang terganggu akibat kabut asap.
Kades Legimin menambahkan, kehadiran Masyarakat Peduli Api dalam kegiatan ini turut memperlihatkan bahwa kekuatan gotong royong menjadi senjata utama dalam mencegah karhutla. Para anggota MPA yang selama ini aktif melakukan pemantauan lapangan, menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi dan menggerakkan warga untuk peduli terhadap lingkungan.
"Patroli terpadu yang kami laksanakan juga menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Diharapkan dengan keterlibatan semua pihak, potensi karhutla dapat ditekan secara signifikan di tahun ini," pungkasnya.**ADV/JMSI