BPDPKS Desak Petani Sawit Agar Bergerak Ke Industri Hilir Dan Adopsi Digital

Selasa, 01 Maret 2022

BALIKPAPAN, Beritaone.id – Petani kelapa sawit kembali diminta dan diperlengkapi untuk naik kelas melalui kegiatan Workshop Promosi Digitalisasi Dan Hilirisasi Produk Sawit Skala UKMK yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) secara hybrid,  dalam rangka penguatan kapasitas  UKMK kelapa sawit dilaksanakan di Hotel Novotel Balikpapan, Selasa, (2/3).

Pelatihan yang mengundang petani sawit dan ketua koperasi terpilih dari Kalimantan ini juga sebagai upaya dalam mendukung salah satu agenda presidensi G-20 Indonesia 2022 dalam rangka inklusi keuangan terutama pemanfaatan digitalisasi untuk pembiayaan dan pemasaran produk UKMK.

Agenda kegiatan ini terdiri dari pengenalan inovasi produk berbahan sawit serta talkshow tentang peluang akses platform digital untuk pemasaran produk UMKM turunan sawit.

Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS Kabul Wijayanto, dalam kata sambutannya menyampaikan peran penting kelapa sawit terhadap pertumbuhan ekonomi. “Industri sawit memberikan sumbangan yang cukup besar dalam devisa negara melalui ekspor kelapa sawit CPO maupun produk-produk turunan,“ ujar Kabul Wijayanto yang disampaikan secara virtual.

Pada kegiatan ini juga hadir Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur; Ir. Ujang Rahmat, M.Si sebagai yang menyebutkan bahwa acara yang diselenggarakan oleh BPDPKS ini sangat penting untuk mewujudkan inklusifitas produksi dan pemasaran produk hilir sektor kelapa sawit dengan pendekatan kelembagaan.

“Menurut saya, acara ini sangat penting karena ini sebagai salah satu bentuk untuk mewujudkan inklusifitas produksi dan pemasaran produk hilir sektor kelapa sawit dengan pendekatan kelembagaan,” ujar Ujang dalam sambutannya secara luring.

‘Jangan hanya kasih ilmu ke petani mengenai hulu saja, tapi di hilir juga, untuk keterpaduan ekosistem.’ lanjut Ujang yang menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi petani, khususnya peserta terpilih untuk turut serta mengolah produk turunan sawit sebagai usaha, agar tidak tertinggal oleh industri. ‘Penting bagi petani untuk tahu dan ikut pelatihan ini, agar bisa segera dilakukan. Jadi nanti kalau hilir sudah berkembang pesat, jangan mengeluh kenapa petani tidak diajak atau disosialisasikan.’ tegas Ujang.

Asisten Deputi Pengembangan SDM UKM Kementerian Koperasi dan UKM Dra. Dwi Andriani Sulistyoawati, M.AB,  dalam pemaparannya menjelaskan tentang kebijakan dan program dalam rangka pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk UKMK yang di sampaikan secara online di batch 1 di Balikpapan ini. 

Dwi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survey, 74% masyarakat Indonesia sudah familiar dengan e-commerce dan aktif menggunakan nya. Perkembangan digital inilah yang harus diketahui dan diantisipasi oleh petani sawit saat ini.

Bersamaan di acara pembukaan kegiatan ini, dilakukan juga penandatanganan MoU atas pembangunan kebun sawit rakyat yang merupakan kerjasama antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara dengan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi dari BPDPKS yang diserahkan oleh Helmi Muhansyah selaku kepala divisi UKMK BPDPKS.

Diharapkan dalam tiga hari ke depan, petani sawit dan ketua koperasi yang ikut, akan dapat skema lebih lanjut untuk terjun dalam industri hilir secara digital.