
Era (41), warga Desa Pasir Kemilu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu
Inhu, BerotaOne.id – Nasib malang menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Era (41), warga Desa Pasir Kemilu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Hampir satu tahun terakhir, ia hanya bisa terbaring lemah di rumah akibat menderita penyakit kuning dan batu ginjal. Kondisi fisiknya kian memburuk—tubuhnya semakin kurus dan tak mampu berjalan seperti biasa.
Sebelumnya, Era sempat memeriksakan diri ke rumah sakit dan divonis mengidap penyakit kuning serta batu ginjal. Ia sempat menjalani pengobatan di RS Kasih Ibu, Kota Rengat, namun terpaksa menghentikan pengobatan karena kendala biaya.
“Saya tidak punya uang untuk lanjut berobat. Obat habis, kondisi saya makin parah. Perut dan kaki saya sakit semua. Sekarang saya hanya bisa merangkak,” ujar Era saat ditemui awak media di rumahnya, Jumat (9/5/2025).
Meskipun tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan, Era tetap kesulitan menjalani perawatan lanjutan. Alasannya, ia tak memiliki dana untuk biaya pendamping dan kebutuhan hidup selama dirawat.
“Kalau dirawat, harus ada yang jaga. Tapi keluarga saya juga tidak punya biaya,” jelasnya.
Kondisi Era kemudian diunggah ke media sosial oleh keponakannya, Rika Lia Gustika, yang mengunggah foto Era dalam keadaan lemah di atas tempat tidur. Postingan tersebut langsung menarik perhatian masyarakat Inhu.
Melihat respon masyarakat, Rika dan keluarga berinisiatif menggalang dana untuk pengobatan Era. Rencananya, Era akan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru.
Kabar tersebut juga sampai ke telinga Yayasan Peduli Inhu Berbagi yang dipimpin oleh Erman. Pada Sabtu (10/5/2025), Erman bersama tim yayasan mengunjungi rumah Era. Hadir pula Kepala Desa Pasir Kemilu, Dody Roni, ST, yang menyatakan dukungannya.
“Kami akan bantu semaksimal mungkin. Saya sarankan agar Era segera dibawa berobat. Soal biaya, nanti kita bantu carikan solusinya,” ujar Kades.
Era kini hidup dengan keterbatasan, merangkak untuk sekadar ke kamar mandi. Ia hanya bisa mengonsumsi bubur, karena pencernaannya ikut bermasalah.
Kisah Era menjadi potret nyata bahwa akses kesehatan bagi warga miskin masih menyimpan banyak kendala. Dukungan masyarakat dan pihak-pihak dermawan kini menjadi harapan utama bagi kesembuhan ibu lima anak ini.**