Manajemen Efektif Zukri: Membangun Pelalawan di Tengah Keterbatasan

Rabu, 02 Oktober 2024

Zukri SE

Pelalawan, BeritaOne.id - Zukri SE memulai karirnya di birokrasi pemerintahan saat Indonesia berjuang melawan dampak pandemi Covid-19. Dilantik sebagai Bupati Pelalawan pada 26 April 2021, ia menghadapi tantangan besar dalam mengembalikan stabilitas ekonomi yang terpukul akibat krisis global tersebut.

Meski terhadang keterbatasan anggaran daerah dan berkurangnya dana pusat, Zukri tak mengeluh. Ia justru menggandeng sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) untuk berkontribusi dalam pembangunan. "Kami menetapkan kompensasi perbaikan jalan yang rusak akibat kendaraan berat perusahaan. Kami meminta perusahaan bertanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat," tegas Zukri dalam sebuah pertemuan di 100 hari pemerintahannya.

Strategi yang diterapkan oleh Zukri membuahkan hasil, dengan perbaikan jalan utama yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Dr. Hadrizal S.Sos. M.Si, Ph.D, seorang pakar komunikasi politik, menilai langkah-langkah Zukri selama tiga tahun terakhir sangat mengesankan, terutama di tengah defisit anggaran yang menghambat pembangunan di era sebelumnya.

"Berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, Zukri berhasil melibatkan partisipasi perusahaan dalam pembangunan meski menghadapi keterbatasan. Ini adalah contoh manajemen yang berbeda dan lebih inovatif," ungkap Dr. Hadrizal.

Dia juga menekankan pentingnya inovasi dalam penggunaan anggaran. Di Riau, yang kaya sumber daya alam, pemerintah sering kali terjebak dalam ketergantungan pada anggaran pusat. "Kalau hanya mengandalkan APBD, masyarakat di Kecamatan Ukui, Pangkalan Kuras, Kerumutan, Pangkalan Lesung, dan Teluk Meranti belum tentu mendapatkan akses jalan yang layak," tambahnya.

Dr. Hadrizal memuji Zukri atas upayanya memperkuat citra Kabupaten Pelalawan. Tugu Bono, yang menjadi ikon wisata nasional, dibangun melalui partisipasi CSR PT EMP Bentu dan menjadi simbol kemajuan daerah. "Tugu Bono menarik perhatian banyak orang dan menciptakan rasa ingin tahu tentang keindahan Bono di Teluk Meranti," jelasnya.

Lebih dari sekadar infrastruktur, Zukri juga mengutamakan pembangunan sumber daya manusia. Program bantuan untuk anak yatim, fakir miskin, dan lansia menjadi prioritas, dengan inisiatif seperti pengobatan gratis hanya dengan KTP.

"Yang selalu mencari-cari kesalahan adalah mereka yang menolak kebenaran. Kami berharap mereka diberi hidayah," pungkas Dr. Hadrizal, menekankan pentingnya kerja sama dan kepedulian dalam membangun masyarakat yang lebih baik.**BrOne-05