Warisan Dunia Tak Benda, Benarkah Pencak Silat Dilarang di MMA ?

Kamis, 27 Juni 2024

Seleksi mandiri atlit silat oleh IPSI Inhu ketika melakukan persiapan mengikuti Kejuaraan Popda Riau 2024

BeritaOne.id - Pernahkah dipertanyakan kenapa pencak silat, seni bela diri yang indah asal Indonesia dilarang bertarung di Mixed Martial Arts (MMA)? Namun, tidak ada aturan tertulis dari Ultimate Fighting Champions (UFC) oktagon.

Pencak silat adalah olahraga asli Indonesia yang ditetapkan sebagai warisan dunia tak benda, Pencak merupakan permainan (keahlian) untuk mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, mengelak, dan sebagainya.

Redaksi BeritaOne mencoba menjawab, sebenarnya pencak silat merupakan seni bela diri asli Indonesia yang sangat mendunia. Prinsip bertarungnya adalah dengan mengeksploitasi titik lemah lawan secara cepat dengan tujuan untuk melumpuhkan lawan hingga tak berdaya.

Untuk memahami alasannya, kami mencari sejarah UFC dari berbagai sumber yang kami anggap bisa dipercaya, perlu tahu sejarah UFC dan aturannya terkait dengan seni bela diri. Nah, kita akan membahas tentang mengapa pencak silat tidak diizinkan di UFC, serta sejarahnya.

Kenapa Pencak Silat Dilarang di UFC?

Pencak Silat tidak secara khusus dilarang di UFC, namun, ada beberapa alasan mengapa gaya bela diri tersebut tidak banyak digunakan dalam pertandingan MMA seperti UFC.

Pencak silat sering kali diajarkan dengan tujuan bertahan hidup di medan pertempuran atau situasi kehidupan nyata. Dalam pertandingan olahraga seperti UFC, tujuan utamanya adalah untuk menang dengan teknik dan strategi olahraga, bukan untuk membunuh atau melukai lawan secara serius.

Teknik dalam pencak silat sering kali difokuskan pada target organ vital, seperti tenggorokan, mata, dan ginjal. Di UFC, ada aturan yang mengatur bagaimana pertandingan harus dilakukan untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan para petarung. Menargetkan organ vital secara langsung bisa sangat berbahaya dan dianggap tidak etis.

Sejarah UFC dan Aturan Terkait Seni Bela Diri

UFC, atau Ultimate Fighting Championship, adalah promotor pertarungan seni bela diri campuran yang didirikan pada tahun 1993. Awalnya, UFC menampilkan pertarungan yang tidak diatur di antara berbagai gaya seni bela diri untuk menentukan gaya mana yang paling efektif dalam pertarungan tanpa aturan.

Pada awalnya, UFC menjadi kontroversial karena pertarungan yang brutal dan minimnya aturan. Namun, seiring berjalannya waktu, UFC mulai mengadopsi aturan-aturan yang lebih ketat untuk meningkatkan keselamatan para petarung dan memperluas jangkauan penontonnya. Hal ini termasuk pembatasan terhadap teknik-teknik yang dianggap berbahaya, serta pengenalan berbagai kelas berat dan aturan tentang penggunaan pelindung tubuh.

Dalam kerangka aturan UFC yang lebih modern, terdapat berbagai ketentuan tentang jenis seni bela diri yang diperbolehkan dalam pertarungan. Meskipun UFC mengakomodasi berbagai gaya seni bela diri, seperti Muay Thai, Jiu-Jitsu Brasil, dan Taekwondo, terdapat batasan yang jelas terhadap beberapa seni bela diri tradisional, termasuk Pencak Silat.

Perbedaan Antara Pencak Silat dan Seni Bela Diri Lainnya

Salah satu alasan utama di balik larangan pencak silat di UFC adalah perbedaan mendasar dalam fokus dan pendekatan antara pencak silat dan seni bela diri lainnya yang diperbolehkan dalam UFC. Pencak silat, yang berasal dari tradisi Asia Tenggara, tidak hanya menekankan pada teknik-teknik serangan dan pertahanan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek spiritual, budaya, dan filosofis dari seni bela diri.

Selain itu, Pencak silat memiliki beragam teknik yang mungkin tidak umum dalam seni bela diri lain yang diperbolehkan dalam UFC. Misalnya, beberapa teknik dalam pencak silat melibatkan penggunaan senjata tradisional atau gerakan yang lebih kompleks dan sulit untuk diatur dalam pertarungan UFC.

Kami juga menelusuri, ada 8 perguruan pencak silat dikategorikan terbesar di Indonesia saat ini, di antaranya:

1. IKSPI Kera Sakti
Perguruan IKSPI Kera Sakti berpusat di Desa Buduran Kabupaten Madiun. Berdiri pada 15 Januari 1980 oleh Bapak Totong Kiemdarto yang gerakannya beraliran kung fu utara dan selaran dari pendekar Tiongkok yang berada di Indonesia.

2. Perguruan Setia Hati Terate (PSHT)
Didirikan oleh Ki Hajar Hardjo Oetomo pada tahun 1922, Setia Hate Terate berkembang dengan pesat sampai pada saat ini. Dikutip dari situs Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, PSHT memiliki 28 cabang di luar negeri.

3. Setia Hati Winongo
Perguruan pencak silat terbesar yang berikutnya bernama Setia Hati Winongo dan berpusat di kota Madiun. Berdiri pada 15 Oktober 1966 oleh Raden Djimat Hendro Soewarno.

4. Pagar Nusa
Melansir dari situs etheses.uin-malang.ac.id pada tahun 1986 di Kediri, Jawa Timur tepatnya di Pesantren Lirboyo, seorang pendekar dan masyayikh meminta Gus Maksun Jauhari untuk mempersiapkan lahirnya organisasi pencak silat yang diberi nama Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama "Pagar Nusa" yang juga berakronim "Pagarnya Ulama dan Bangsa".

5. Merpati Putih
Dikutip dari situs UKM UGM, Merpati Putih adalah seni beladiri tangan kosong yang dibentuk pada 2 April 1963 di Yogyakarta oleh Sang Guru Saring Hadi Purnomo. Merpati Putih berasal dari seni beladiri keluarga keraton.

6. Perisai Diri
Melansir situsnya, Perisai Diri resmi didirikan pada tanggal 2 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur, oleh almarhum RM Soebandiman Dirdjoatmodjo, putra bangsawan Keraton Paku Alam.Cabang Perisai Diri yang berada di luar ada di Australia dan beberapa negara di benua Eropa.

7. Tapak Suci Putera Muhammadiyah (Tapak Suci)
Bersumber dari laman kemahasiswaan ITB, Tapak Suci berdiri pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383H atau 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Organisasi ini juga memiliki banyak cabang yang tersebar di berbagai wilayah.

8. Pencak Organisasi atau PO
Dilansir dari digilib unesa Pencak Organisasi Berdiri pada tanggal 27 Agustus 1927 di kota Lumajang. Pencak Organisasi didirikan oleh Guru Besar Mayjend Raden Imam Soedja'i.

Berdirinya Pencak Organisasi dijadikan sebagai sayap dari Partai Sarekat Islam di Lumajang. Pada masa pergerakan nasional untuk melawan penjajah.

Jadi, sekarang kamu sudah tau kenapa pencak silat jarang muncul di UFC, kan? Alasannya simpel, aturan-aturan UFC lebih ketat dibanding teknik-teknik mematikan yang ada di pencak silat. Meski begitu, gak bisa dipungkiri kalau keindahan dan kehebatan pencak silat tetap jadi daya tarik tersendiri. Yuk, terus dukung dan apresiasi keberagaman seni bela diri!. **