Santriwati di Inhil Dipaksa Turun dari Pompong dan Dianiaya Residivis Pencabulan di Pinggir Sungai

Rabu, 29 Mei 2024

R (kiri), pelaku penganiaya santriwati di Indragiri Hilir. Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan (kanan), saat membesuk korban di rumah sakit

Inhil, BeritaOne.id - Seorang santriwati berinisial J (15), di Indragiri Hilir (Inhil), Riau, babak belur gara-gara dianiaya pengemudi kapal pompong.

Dalam video yang beredar, korban menceritakan kekerasan yang dialaminya sambil menangis. Kejadian itu berawal saat korban hendak pulang dari pondok pesantren (ponpes) ke rumahnya di Desa Belandak, Kecamatan Gaung, Inhil, Ahad (26/5/2024).

Ketika itu pelaku menawarkan diri kepada korban untuk ikut dengannya, dengan alasan sama-sama bertujuan ke Desa Belandak. Korban pun setuju ikut naik pompong bersama pelaku.

Di tengah perjalanan, pelaku menghentikan pompong dengan alasan kehabisan minyak. Saat itu pelaku langsung mengeluarkan sebilah parang dan mengancam korban agar turun dari pompong.

Saat korban berada di tepi sungai, pelaku memukul kepalanya dengan kayu balok dua kali. Kemudian pelaku memukulkan kayu balok ke wajah korban. Setelah menganiaya korban, pelaku kabur meninggalkan korban.

Korban yang babak belur selanjutnya dibawa warga sekitar ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Keluarga pun segera melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polresta Inhil.

Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan mengatakan, pelaku merupakan residivis kasus pencabulan yang masih dalam pengejaran.

"Pelaku berinisial R (36) seorang residivis kasus pencabulan," ujarnya, Selasa (28/5/2024).

Akun Instagram @gegana_id dalam unggahannya menyebutkan pelaku sudah ditangkap polisi. Dalam foto yang diunggah akun Instagram @gegana_id, tampak tangan pelaku terborgol.

"Viral, pelaku penganiayaan dan percobaan perkosaan santri di Inhil sudah ditangkap aparat kepolisian," tulis akun tersebut, dikutip Rabu (29/5/2024).**BrOne-05