Kenaikan Harga Sawit, Tingkatkan Ekonomi Warga dan Tenaga Kerja Lokal di Luwu Utara

Ahad, 13 Februari 2022

LUWU UTARA, Beritaone.id - Salah satu dampak positif dari mahalnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang hari ini mencapai Rp.2.700 per kilogram, selain menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, juga bermanfaat bagi tenaga kerja lokal yang terus meningkat bekerja di beberapa usaha persawitan. Salah satunya mereka berkerja diusaha jual beli TBS dengan menggunakan RAM atau timbangan juga mulai menjamur di Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya di dua Kabupaten yakni Luwu Utara dan Luwu Timur.

Berdasarkan  data yang diperoleh sawitsetara.net jumlah RAM di Kab. Luwu Utara  yang membeli TBS petani mencapai  8 unit sejak 2017 yang tersebar di beberapa kecamatan di Kab Luwu Utara dan Luwu Timur. Sementara, setiap RAM  rata-rata mempekerjakan 10 sampai 15 orang  warga setempat.

Salah satu Timbangan yang ada di Luwu Utara yakni  di Desa Harapan  Kecamatan Mappedeceng, PT Mitra Tani Sipatuo (MTS) saat ini mempekerjakan 11 orang karyawan yang semuanya merupakan warga lokal, baik   sebagai  security, sortasi, operator alat berat hingga petugas lapangan.
 
 “Jadi di tempat kita saja  ada 11 tenaga kerja yang langsung kami pakai, diluar tenaga bongkarnya  atau tenaga harian lepas yang jumlahnya sembilan  orang,” ujar Manager PT MTS Sopyan via ponselnya, Sabtu (12/2).  Sementara, timbangan yang ada di Kambisa Kec Malangka mempekerjakan 12 orang tenaga kerja.

Sayangnya sebelumnya pihak Pemda Lutra sepertinya kurang merespon keberadaan usaha jual beli sawit. Bahkan Pemda Lutra seperti bagian perizinan  terkesan memperlambat izin para pengusaha yang akan mendirikan usahanya.

“Tapi saat ini Pemda Lutra sudah mulai  welcome, tahun-tahun sebelumnya kami setengah mati mengurus izin usaha, tapi  tidak terbit-terbit, alasannya TBS tidak boleh dijual keluar Kabupaten,” tandas Sopyan.

Karyawan yang bekerja di timbangan  merasa terbantu adanya usaha jual beli kelapa sawit  di daerahnya, karena akan menambah penghasilan keluarganya selain dari hasil perkebunan mereka. “Dengan adanya usaha ini kami bisa berpendapatan minimal 100 ribu per hari, tapi kalau banyak buah kami dapat banyak lagi, ” ujar salah seorang buruh bongkar di PT MTS.

Ketua Apkasindo Kab Luwu Utara, H Rafiuddin juga menyambut baik adanya timbangan di sejumlah kecamatan di Kab Luwu Utara, karena keberadaannya akan  memudahkan petani memasarkan TBS mereka. “Timbangan ini membantu petani sawit, karena tidak perlu jauh-jauh  apabila mau  menjual TBSnya, tapi kita iuga berharap  para pengusaha membeli TBS petani sesuai dengan harga yang ditetapkan Pemerintah, ” tutup Rafiuddin.