ACEH UTARA,BeritaOne.id - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Utara Azwardi AP MSi meminta jajaran Pemkab Aceh Utara, agar cepat respon terhadap berbagai persoalan dan masalah yang dihadapi masyarakat.
Baik iti menyangkut layanan langsung pemerintahan, maupun persoalan sosial yang berdampak terhadap orang banyak.
Hal itu disampaikan Azwardi dalam arahannya ketika menjadi pembina apel gabungan ASN, Senin (3/10/2022), di Lapangan Upacara Landing, Kecamatan Lhoksukon.
“Pejabat dan ASN Aceh Utara agar proaktif dan responsif terhadap kondisi dan situasi kekinian masyarakat. Jika melihat langsung keadaan atau keluhan masyarakat terhadap sesuatu ditengah masyarakat, saya minta agar segera merespon,” harap Azwardi.
Dikatakan, adanya fasilitas umum seperti jalan raya yang berlubang. Jika itu memungkinkan ditangani secara darurat dengan tambalan semen, mari direspon secepatnya secara solidaritas bersama. Ajak beberapa pejabat atau ASN menyumbang semen dan pasir.
PJ. Bupati menegaskan, hal sederhana dan kecil, tapi membawa manfaat luar biasa bagi masyarakat.
“Jangan kita tunggu jatuh korban dulu, bayangkan jika yang jatuh korban itu adalah keluarga kita sedang naik honda, atau warga lingkungan sekitar, terperosok kendaraannya di lubang jalan, ini sangat tidak diinginkan,” ungkap Azwardi. PJ. Bupati Aceh Utara.
"Pejabat yang responsif itu sangat kita butuhkan untuk membangun daerah. Bukan hanya duduk diam menikmati jabatan, sementara masyarakat membutuhkan kita bergerak cepat,"sambungnya
Demikian juga masalah bendungan Krueng Pase yang terlambat penyelesaiannya. Ini mungkin akan berefek terhadap bertambahnya warga yang jatuh miskin di 9 kecamatan di Aceh Utara.
“ Saya minta setiap pejabat terkait, agar merespon, dengan apapun yang bisa dilakukan. Bukan hanya duduk, diam, tanpa melakukan apa-apa. Karena menganggap hal itu adalah proyek Pemerintah Pusat dan dikerjakan oleh rekanan dari luar,"sebut dia.
Padahal sebut dia, jajaran pemerintah daerah juga tanggungjawab. Karena yang jadi korbannya adalah masyarakat, rakyat Aceh Utara.
“Pekan lalu saya ke Jakarta juga telah melaporkan perihal itu kepada para Anggota DPR RI asal Dapil II Aceh, dan mereka berinisitif untuk segera menindaklanjuti kepada Kementerian terkait terhadap penyelesaian bendung Krueng Pase,” jelas Azwardi.
Lebih jauh, pada kesempatan ini, Azwardi juga menyinggung realisasi pelaksanaan kegiatan dan anggaran APBK tahun 2022. Dia mengharapkan SKPK-SKPK agar menggesa kinerja di unit kerja masing-masing. Apalagi beberapa hari ke depan akan bertambah pekerjaan dengan selesainya dokumen APBK-P tahun 2022.
Sementara saat ini sudah memasuki bulan Oktober, di mana waktu pelaksanaan pekerjaan untuk tahun 2022 semakin singkat. SKPK-SKPK agar segera menyelesaikan pengisian SIRUP dan SIPD, terutama untuk pekerjaan yang masuk lelang.
Sambil menunggu dokumen APBK-P diverifikasi di Provinsi, agar SKPK-SKPK menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk kegiatan-kegiatan yang terdapat dalam dokumen APBK-P tersebut.
Secara khusus, Azwardi menyinggung tentang kinerja layanan di RSUD Cut Meutia. Azwardi meminta agar manajemen RSUD Cut Meutia memperbaiki pelayanan. Terutama masalah kebersihan. Areal RS harus terlihat asri, indah dan menyejukkan pandangan. Jangan sampai ada rumput yang menyemak di halaman.
“Saya juga mengharapkan jangan sampai terjadi kekurangan darah di rumah sakit. Kemarin saya bersama pengurus PMI membicarakan masalah kebutuhan darah untuk pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.Mulai minggu depan kita akan gerakkan ASN melakukan donor darah secara rutin bekerja sama dengan UDD PMI Aceh Utara,” sebut Azwardi.
Apel gabungan ini turut dihadiri oleh Asisten I Sekdakab Dayan Albar, SSos, MAP, Asisten II Ir Risawan Bentara, MT, para Kepala SKPK, para Camat, para Kabag.***/Zaini Thaib
Instruksikan Pejabat Perhatikan Nasib Rakyat, Jangan Duduk Diam
Ikuti Terus Riaupower